BerandaBudaya
Sabtu, 28 Jul 2017 04:21

Kongres Dayak Internasional Pertama di Dunia Diadakan di Pontianak

Majelis Adat Dayak Internasional (Foto: iccas.or.id)

Pada tanggal 26 hingga 27 Juli 2017 ini, Majelis Adat Dayat Nasional (MADN) Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar Kongres Dayak Interasional kali pertama di dunia. Seperti apa acara kongres dari salah satu suku paling terkenal di Tanah Air ini?

inibaru.id - Pada tanggal 26 hingga 27 Juli 2017 ini, Majelis Adat Dayat Nasional (MADN) Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar Kongres Dayak Interasional kali pertama di dunia. Seperti apa acara kongres dari salah satu suku paling terkenal di Tanah Air ini?

Alexius Akim selaku ketua panitia menyebutkan bahwa Kongres Internasional ini diperuntukkan bagi etnis Dayak di seluruh dunia. Hal ini berarti, tak hanya etnis Dayak yang ada di Pulau Kalimantan saja, namun etnis Dayak yang ada di berbagai penjuru Nusantara ataupun di berbagai negara diperbolehkan mengikuti kongres ini. Diharapkan, keberadaan berbagai etnis Dayak yang berasal dari berbagai tempat ini memberikan kritik dan saran bagi bangsa Dayak dalam menghadapi masa depan.

Tak hanya bisa menjadi ajang untuk saling memberikan ide dan saran, Alexius menyebutkan bahwa kongres ini bisa menjadi jembatan komunikasi bagi etnis Dayak dari generasi tua dan generasi muda. Sebagai informasi, ada sebuah stigma yang melekat pada masyarakat Indonesia secara keseluruhan tentang etnis Dayak yang sepertinya masih terisolasi dari peradaban atau kemajuan zaman. Padahal, dalam realitanya tidak begitu. Cukup banyak etnis Dayak dari generasi tua yang tidak lagi menolak realita dan perkembangan zaman yang ada di masyarakat. Hanya saja, berbagai perubahan ini diharapkan tidak akan mengubah ciri khas dari bangsa Dayak pada generasi-generasi di masa datang. Lewat kongres inilah diharapkan pembicaraan tentang hal tersebut bisa dijembatani.

Tak Dipandang Sebelah Mata

Alexius yang juga merupakan Kelapa Dinas Pendidikan Kalimantan Barat menyebutkan bahwa kongres ini diharapkan mampu mendorong etnis Dayak agar bisa semakin maju, sejajar, dan dianggap sebagai bangsa yang memiliki manfaat dan tak lagi dipandang sebelah mata.

Presiden Majelis Adat Dayat Nasional (MADN), Cornelis, menyebutkan bahwa Kongres Dayak Internasional I ini diharapkan mampu mendorong pembangunan pada masyarakat Etnis Dayak. Dengan adanya kongres ini, pria yang juga masih memegang jabatan sebagai Gubernur Kalimantan Barat ini juga berharap bahwa masyarakat Dayak bisa menjadi lebih cerdas dan pintar ke depannya sehingga tidak akan menjadi beban bagi negara.

Menurut Cornelis, tantangan yang dihadapi masyarakat Dayak tidaklah berbeda dari yang dihadapi oleh bangsa Indonesia secara keseluruhan, yakni adanya radikalisme dan juga penyalahgunaan serta persebaran narkoba yang semakin parah. Dengan adanya kongres ini, diharapkan ada sinergi bagi seluruh Etnis Dayak dimanapun berada untuk mengerjakan hal-hal positif yang bisa membuat generasi Dayak masa depan terselamatkan dan menjadi semakin maju.

Kita bisa mengikuti proses Kongres Dayak Internasional I ini pada situs Etnis Dayak yang baru saja diluncurkan, yakni (Foto: http://dayakconex.com)Situs ini juga menjadi tempat dimana semua bisa orang mengakses informasi tentang Etnis Dayak dengan mudah. (AW/IB) 

 

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: