BerandaAdventurial
Selasa, 12 Nov 2018 18:42

Keseruan International Keroncong Festival 2018: Tetap Keroncong-an meski Sempat Didera Hujan

Intan Soekotjo dan Sundari Soekotjo membuka International Keroncong Festival. (Inibaru.id/ Artika Sari)

Sempat diguyur hujan lebat, International Keroncong Festival yang digelar Sabtu (10/11/2018) malam berlangsung cukup meriah hingga lepas tengah malam. Bukan para orang tua, festival keroncong yang dihadiri Ratu Keroncong Waljinah itu justru didominasi penonton millenials!

Inibaru.id – Baru saja Intan Soekotjo melantunkan satu lagu keroncong "Melati di Tapal Batas", rintik hujan mulai turun. Nggak lama, gerimis berubah jadi hujan lebat disertai angin kencang. Penonton berhamburan, gelaran International Keroncong Festival 2018 yang berlangsung di Semarang, Sabtu (10/11/2018) itu pun terpaksa dihentikan.

Sore itu, Intan yang mengenakan balutan kebaya hijau sedianya juga bakal tampil bersama sang ibu, Sundari Soekotjo. Sederet pelantun keroncong lokal, nasional, bahkan internasioanal pun sudah dipersiapkan. Sayang, hujan mendahului mereka. Acara yang seharusnya berakhir pukul 23.00 WIB pun sepertinya bakal rampung lebih awal. Ah, sedihnya!

Seniman keroncong legendaris Semarang Waldjinah turut meramaikan pertunjukan. (Inibaru.id/ Artika Sari)

Sebelum penampilan Intan, perhelatan musik yang digelar di Taman Indonesia Kaya Semarang itu telah menampilkan para musikus keroncong cilik hingga remaja dari sejumlah sekolah di Semarang. Beberapa pemusik lokal juga telah tampil menghibur penonton sejak pukul 16.00 WIB.

Raut penuh kekecewaan menghiasi muka para penonton yang berteduh bareng saya. Entah kenapa, tetiba saya ingat Erna Setiawati, seorang penonton di kursi belakang yang sempat saya ajak ngobrol. Dia pun pasti kecewa. Saya tahu betul, gadis muda itu begitu antusias menyaksikan perfoma apik para seniman keroncong yang telah manggung sebelumnya. Bahkan, dia pengin acara itu digelar rutin saban tahun di Semarang.

"Festival ini menunjukkan kalau keroncong terbukti nggak hanya asyik buat generasi tua, tapi juga anak muda,” kata dia, sangat bersemangat!

James Chu bikin suasana makin meriah. (Inibaru.id/ Artika Sari)

Dua jam menunggu, hujan akhirnya reda. Saya senang mendengar pengumuman bahwa acara akan dilanjutkan. Wah, nggak jadi pulang! Waktu hampir menunjukkan pukul 22.30 WIB saat musik kembali berdentum dan panggung dibersihkan dari sisa hujan. Penonton juga mulai berkerumun lagi.

Melanjutkan pertunjukan, Sundari Soekotjo tampil menyanyikan lagu-lagu seperti "Di Bawah Sinar Bulan" dan "Keroncong Kemayoran". Saya yang semula duduk di kursi belakang pun memutuskan pindah ke kursi di baris kedua dari depan. Berduet bersama putrinya, Intan Soekotjo, lantunan Sundari betul-betul membius saya dan penonton.

Congrock 17 (Inibaru.id/ Artika Sari)

Nggak melulu soal keroncong, festival ini juga menyuguhkan pameran busana karya desainer Nonita Respati. Nggak kurang dari 14 busana bertema Kekayaan Alam Indonesia dipamerkan para model. Pameran busana ini rupanya menjadi salah satu sesi yang dinantikan sebagian penonton perempuan, dan laki-laki, tentu saja! Ha-ha.

Setelah fashion show, konser keroncong kembali dilanjutkan. Malam itu penyanyi keroncong kenamaan Indonesia, Waldjinah, juga turut tampil menyemarakkan acara. Kendati staminanya nggak sekuat dulu, Ratu Keroncong itu begitu semangat menyanyi dan sesekali melempar guyonan pada penonton.

Selain Waldjinah, penampilan seniman James Chu dari Hongkong dan Syafiee Obe dari Malaysia juga menjadi yang paling ditunggu.

Syafiee Obe (Inibaru.id/ Artika Sari)

Mengenakan beskap, Chu tampak gagah malam itu. Dengan genre musik keroncong yang kental, dalam salah satu penampilannya, dia sempat menggabungkan lirik-lirik lagu Mandarin dengan bahasa Indonesia. Meski terbata berbahasa Indonesia, dia cukup berhasil menghidupkan suasana dengan beberapa kali meminta penonton bertepuk tangan.

Congrock 17 berkolaborasi dengan Syafiee Obe. (Inibaru.id/ Artika Sari)

Lepas tengah malam, Congrock 17 menjadi band penutup festival sekaligus gong yang cukup banyak menyedot perhatian penonton. Sekitar 35 tahun menggeluti keroncong, mereka tahu gimana membawakan keroncong yang diminati penonton dari segala kalangan.

Penampilan energetik mereka benar-benar memukau saya dan, mungkin, ribuan pasang mata yang menyaksikan mereka. "Padang Bulan", "Ilir-Ilir", "Rumah Kita", hingga lagu terbaru mereka, "Ada di Dekatmu", membuat kami terhanyut. Kombinasi keroncong dengan rock rupanya bisa menjadi sebuah harmoni juga!

Pada akhirnya saya akui, genre keroncong bisa menjadi musik yang indah di telinga saya. Puas rasanya! Untuk ukuran festival musik yang digelar gratis, ini luar biasa. Ternyata, nggak hanya orang tua, generasi millenials seperti saya pun bisa, lo, menikmati keroncong!

Hm, Saya jadi tertarik menambah lagu-lagu keroncong dalam daftar "playlist" favorit saya. Dan ya, saya nggak sabar nunggu International Keroncong Festival tahun depan. Salam keroncong! Ha-ha. (Artika Sari/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: