BerandaAdventurial
Rabu, 9 Sep 2025 13:01

Rehabilitasi Rampung, Ikon Wisata Heritage Semarang Gereja Blenduk Resmi Dibuka Kembali

Gereja Blenduk diresmikan kembali usai mengalami rehabilitasi. (Humas Pemkot)

Rehabilitasi Gereja Blenduk dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dengan anggaran sebesar Rp28 miliar dalam jangka waktu satu tahun.

Inibaru.id - Gereja Blenduk, bangunan ikonik yang menjadi salah satu destinasi wisata heritage di Kota Lama Semarang resmi beroperasi kembali setelah sebelumnya ditutup untuk umum. Pembukaan gedung bersejarah itu dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin pada Minggu (7/9/2025).

Sedikit informasi, bangunan yang juga dikenal sebagai GPIB Immanuel tersebut sempat ditutup dalam setahun terakhir untuk proses rehabilitasi yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Hadir mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, dalam sambutannya Iswar menyampaikan rasa syukur atas rampungnya proses rehabilitasi bangunan yang merupakan salah satu ikon utama Kota Semarang tersebut ini. Menurutnya, menjadi sebuah anugerah untuk bisa berada di tempat bersejarah ini.

"Gereja Blenduk bukan hanya bangunan, tetapi juga simbol kebanggaan, toleransi, dan keberagaman warga Kota Semarang," ujar Iswar.

Dia menyampaikan, rehabilitasi Gereja Blenduk dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dengan anggaran sebesar Rp28 miliar dalam jangka waktu satu tahun. Menurutnya, pekerjaan ini bukanlah hal yang mudah, karena ada kompleksitas dalam merestorasi bangunan cagar budaya.

"Merehabilitasi bangunan heritage tentu sangat berbeda dengan membangun gedung baru. Banyak aturan dan perundang-undangan yang harus ditaati. Butuh ketelitian, kehati-hatian, dan melibatkan banyak pihak," jelasnya.

Gereja Blenduk sebagai Daya Tarik

Perlu kamu tahu, bangunan berusia 272 tahun yang berlokasi tepat di jantung Kota Lama ini merupakan salah satu daya tarik utama di Kota Semarang, khususnya di kawasan wisata Kota Lama.

Iswar menyebut bahwa hampir setiap pengunjung yang melintas di kawasan Kota Lama tak pernah melewatkan kesempatan untuk berfoto di depan bangunan berarsitektur kolonial ini. Seperti halnya dirinya, dia yakin tiap orang yang melewati kawasan Kota Lama pasti akan terpesona dengan keindahan gereja ini.

"Saya yakin, semua pasti terpesona. Tak jarang Gereja Blenduk menjadi latar belakang foto oleh para wisatawan, setiap saat," paparnya. "Sejak revitalisasi Kota Lama, tingkat kunjungan wisata di Kota Semarang kan terus meningkat, bahkan mengalahkan Candi Borobudur. Nah, salah satu tujuannya adalah ke sini!"

Menurut Iswar, keberadaan Gereja Blenduk bukan hanya penting dari sisi sejarah dan pariwisata, tetapi juga dalam hal hubungan sosial, karena bangunan ini merupakan simbol toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Semarang.

"Ratusan tahun berdiri, Gereja Blenduk menyimpan sejarah cerita perjalanan kota yang kita cintai. Jadi, bangunan ini tidak hanya menjadi rumah untuk bertemu dengan Tuhan. Ini adalah wujud bagaimana kemajuan tidak boleh melupakan akar sejarah," ungkapnya.

Iswar menegaskan bahwa gereja ini adalah milik warga Semarang; baik sebagai tempat ibadah maupun simbol keberagaman dan toleransi. Maka, dia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga, merawat, dan melestarikan Gereja Blenduk sebagai warisan budaya yang tak ternilai.

"Mari kita jaga bukan hanya bangunannya, tapi juga semangat persaudaraan dan toleransi yang dipancarkan dari setiap sudutnya. Semoga gereja ini senantiasa menjadi simbol harmoni, kebersamaan, dan kasih bagi Kota Semarang," pungkasnya.

Wah, pas banget dengan dibukanya Festival Kota Lama, nih! Kalau pengin melihat keindahan Gereja Blenduk setelah direhabilitasi, kamu bisa datang langsung ke sini, ya! (Murjangkung/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: