BerandaAdventurial
Rabu, 28 Jan 2020 15:52

Mloko Sewu Ponorogo, Destinasi Wisata Alam Baru di Atas Telaga Ngebel

Tampak gerbang masuk dan loket ticketing Mloko Sewu. (Inibaru.id/ Dwi Nastiti M)

Di Mloko Sewu, kamu bisa puas menikmati keindahan alam Bumi Reog. Nggak cuma itu, kamu juga bisa berkemah di tengah hutan pinus lahan milik Perhutani ini. <br>

Inibaru.id – Akhirnya Ponorogo punya tempat wisata baru yang bisa saya sambangi. Namanya Mloko Sewu. Sudah sering wira-wiri lo di media sosial. Tertarik lantaran foto-fotonya yang ciamik, teman-teman dan saya pun meluncur ke sana.

Ruas jalan menuju ke sana lumayan lebar. Mau naik sepeda motor atau mobil semua memungkinkan. Lantaran lebih suka merasakan sepoi angin, saya memilih sepeda motor. Perjalanan menuju ke sana melalui rute Telaga Ngebel kemudian ke Desa Gondowido. Bisa juga melalui jalur Jalan Pasar Batur Sempu.

Medan didomonasi jalanan yang naik turun dengan kelokan cukup tajam. Namanya juga perbukitan. Meski begitu, kondisi jalan sudah baik kok. Dengan adanya papan petunjuk jalan, dijamin kamu nggak akan nyasar. Rintik gerimis turut menemani di sepanjang perjalanan. Duh, romantis kan?

Destinasi wisata Mloko Sewu ini berlokasi di Dusun Prumbon, Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Objek wisata ini berada di ketinggian 800 mdpl (meter di atas permukaan laut). Tempat wisata ini berada di kawasan hutan pinus Perhutani Ponorogo.

Asal Nama Mloko Sewu

Tepat setahun Mloko Sewu dikelola pihak swasta melalui Perjanjian Surat Kerja dengan Perhutani. Dwi Wahyudi, salah seorang pengelola Mloko Sewu ini menjelaskan pemilihan nama tempat wisata ini. Mloko Sewu diambil dari nama pohon malaka yang tumbuh di objek wisata ini.

“Dulu di sini banyak tumbuh pohon buah Mloko, karena ilat (lidah –red) orang Jawa lebih mudah menyebut malaka dengan mloko. Disebut sewu karena jumlahnya banyak, kalau sekarang ada tapi tidak sebanyak dulu,” terang Dwi.

Oh, pantas saja banyak pohon malaka tumbuh di area wisata ini. Malaka mirip pohon cermai dan tingginya dapat mencapai 15 meter mirip.

Wana Marta <i>Flower Garden</i> Mloko Sewu yang tengah diremajakan kembali. (Inibaru.id/ Dwi Nastiti M)

Padukan Keindahan Alam yang Instagenik

Mloko Sewu digarap di lahan Perhutani seluas 2 hektar. Konsep awal dibuatnya tempat ini menawarkan keindahan taman bunga (flower garden) dan pemandangan senja kala sore (sunset point view). Klaim ini bukan omong kosong, Millens. Pemandangan sunset dari tempat ini sangat indah.

“Saat ini kami memulai peremajaan kembali. Kemarin musim kemarau panjang membuat banyak tanaman kami mati karena kekurangan air,” jelas Mas Professor, panggilan akrab Dwi.

O ya, di sini ada lebih dari sepuluh ragam tanaman bunga. Ada tanaman iler (sejenis tanaman bayam yang daunnya bewarna merah, hijau, atau pun kuning), bunga matahari, bunga kertas, kenikir, serta jengger ayam.

Beberapa spot foto yang <i>instagenic</i> di Mloko Sewu. (Inibaru.id/ Dwi Nastiti M)

Walaupun bertujuan komersil, pengelola nggak sembarangan menata spot foto dan taman bunga di Mloko Sewu. Suasana alam yang asri dan alami tetap dipertahankan. Lega saya. Aktivitas foto-foto jadi tanpa rasa bersalah. He.

Buka dari pukul 08.00-18.00 WIB setiap hari, sekira 10 spot foto bisa dijajaki. Empat di antaranya balon udara bertuliskan “Ponorogo : Ethnic Art of Jawa”, perahu bambu yang menghadap ke barisan bukit sekitar, pintu kusen yang artistik, dan rumah panggung kayu.

Jadi, kamu mau ke sini juga? Siapkan kocek Rp10 ribu perorang ya. (Dwi Nastiti M/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: