BerandaAdventurial
Minggu, 24 Mei 2025 08:06

Minggu Legi, Nikmati Kuliner Zadul di Bawah Hutan Jati 'Pasar Sarwono' Kudus

Hutan Alas Jati Sewu yang berada di desa Wonosoco Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus sebagai lokasi Pasar Sarwono (Alfia Ainun Nikmah)

Dengan koin khusus, kamu bisa membeli pelbagai kuliner zadul di Pasar Sarwono Kudus, lalu menikmatinya di bahwa naungan hutan jati di sisi timur Kabupaten Kudus itu setiap MInggu Legi.

Inibaru.id - Akhir pekan tiba; menandai hari-hari yang dijejali dengan pelbagai kesibukan sejenak terjeda. Sebagai perayaan kecil, saya biasanya mencari tempat makan atau lokawisata baru untuk melepas penat. Minggu lalu, pilihan saya jatuh pada Pasar Sarwono di Kabupaten Kudus.

Berlokasi di sisi timur Kota Kretek, tepatnya di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, saya harus datang pagi-pagi agar nggak harus mengantre panjang untuk menikmati berbagai kuliner zadul yang disajikan di pasar tematik tersebut.

Saya merasa sudah datang cukup pagi, tapi ternyata antrean panjang sudah mengular rapi di depan loket masuk. Meski terbilang jauh dari pusat kota, rupanya lokawisata yang tengah hype di Kudus ini cukup menarik minat masyarakat.

Oya, loket masuk berada di ujung depan gang nggak jauh dari tempat parkir di depan pasar yang tampak teduh di bawah naungan pepohonan jati yang rindang. Tempat parkirnya gratis, tapi kita perlu membayar tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang.

Transaksi dengan Koin Kayu

Begitu memasuki gerbang, saya bisa melihat bagaimana pasar kuliner yang diselenggarakan setiap Minggu Legi ini begitu dinantikan masyarakat Kudus dan sekitarnya. Banyak yang datang. Namun, suasana di pasar ini tetap nyaman dan tenang karena berada di bawah naungan hutan jati yang rindang.

Nggak seperti pasar tradisional pada umumnya, transaksi di pasar tematik ini wajib menggunakan uang khusus untuk bertransaksi, berupa koin kayu yang bisa didapatkan di dekat loket. Satu koin dibanderol Rp2.000.

Pembeli melakukan transaksi dengan koin kayu (Alfia Ainun Nikmah)

“Transaksi di sini memang hanya bisa pakai koin kayu ini," sambut Direktur Bumdes Wonosoco Tri Budi Wahono yang saya temui di dalam pasar. "Satu koin bernilai dua ribu rupiah, tapi (kalau sisa) bisa ditukarkan kembali waktu pulang."

Sekali event, dia melanjutkan, sebanyak 11 ribu keping koin disediakan panitia. Namun, belasan ribu keping itu biasanya telah habis ditukar pengunjung hanya dalam jangka waktu satu jam sejak pasar dibuka. Menurutnya, hal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi di kalangan masyarakat.

Omzet Puluhan Juta Rupiah

Transaksi pembayaran yang unik dan adanya jaminan untuk menukarkan kembali koin yang tersisa diyakini Tri menjadi salah satu daya tarik yang ada pada Pasar Sarwono. Sekali event, dia menuturkan, rata-rata pengunjung bisa mencapai ribuan orang yang datang dari pelbagai kalangan usia.

"Dengan pengunjung yang selalu membludak, kami bisa meraup pendapatan sekitar Rp23 juta per event," terangnya.

Afifah, salah seorang pengunjung dari Kabupaten Pati mengungkapkan, salah satu daya tarik dari Pasar Sarwono ini memang berasal dari sistem transaksi pembeliannya. Selain itu, suasana pasarnya juga nyaman dan daftar kuliner yang tersedia sangat menggugah selera.

"Suasana alam yang rindang dengan penjual yang ramah menjadi daya tarik juga di sini. Terus, ada berbagai makanan tradisional yang tersedia," jelasnya.

Beragam Menu Kuliner Zadul

Para pengunjung mengantri untuk membeli sego pecel di Pasar Sarwono (Alfia Ainun Nikmah)

Sebagian besar lapak yang tersedia di Pasar Sarwono memang menyediakan berbagai menu kuliner zadul yang menurut saya cukup menggiurkan, mulai dari nasi jagung, nasi aking, lontong pecel, nasi begondo, dan berbagai kudapan tradisional yang pantang dilewatkan.

Budhi, pengunjung lain yang datang nggak lama setelah saya masuk pasar ini pun sepakat. Sepanjang pengamatannya, menu yang paling khas di pasar tersebut adalah nasi jagung dan nasi aking. Kedua menu itu pula yang paling ramai dibanjiri pengunjung.

Kalau minuman masih umum,” kata Budhi sembari menunjuk beberapa lapak penyedia minuman di pasar tersebut. "Yang bernuansa tradisional di sini bukan cuma menu makanannya, tapi juga penjualnya yang memakai pakaian adat setempat. Seperti bernostalgia!"

Apa yang dikatakan Budhi memang benar. Setelah puas memutari pasar, mengantre makanan, dan berdesak-desakan dengan pengunjung lain, saya pun memilih tempat yang agak sepi di pinggir pasar untuk menikmati "hasil buruan". Untuk makan, kita memang bebas duduk di mana saja.

Oya, untuk yang bawa anak kecil, ada beberapa mainan anak yang bisa dimainkan di pasar ini. Jadi, para ortu bisa tetap menikmati menu yang dibeli sembari memantau kegiatan buah hati. Menarik banget, kan? (Alfia Ainun Nikmah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: