BerandaAdventurial
Rabu, 18 Jun 2019 20:00

Setelah Memberi Makan Monyet di Goa Kreo, Mari Naik Perahu Berkeliling Waduk Jatibarang Semarang

Waduk Jatibarang Semarang kini menjadi pilihan wisata favorit bagi masyarakat. (Inibaru.id/ Audrian F)

Jangan langsung pulang setelah kamu memberi makan kera ekor panjang di Goa Kreo. Kamu bisa turun ke Waduk Jatibarang. Di sini kamu bisa berkeliling waduk dengan perahu motor. Tempat yang terawat dengan baik seperti ini akan membuatmu betah berlama-lama.

Inibaru.id - Bertempat di Dusun Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Kamu nggak bakal kesulitan menuju ke waduk Jatibarang ini. Pasalnya, akses untuk menuju ke situ masih satu area dengan  obyek wisata Goa Kreo.

Setelah diresmikan langsung oleh Wali Kota Semarang, Hendra Prihadi, pada 11 Mei 2015, Waduk Jatibarang mengalami kemajuan yang pesat. Pemerintah Kota Semarang juga ambil bagian dalam memperindah tempat ini demi menarik wisatawan. Hasilnya, waduk ini sukses jadi referensi wsata yang menjanjikan di Kota Atlas.

Plaza Waduk Jatibarang yang didesain sedemikian indah. (Inibaru.id/ Audrian F)

Terdapat plaza yang cukup luas buat kamu yang ingin mengabadikan momen dengan latar belakang waduk. Plaza tersebut sudah dibuat seindah mungkin dengan tambahan fasiltas yang cukup oke seperti kursi taman dan lampu. Lumayanlah untuk berfoto. Selain itu ada juga jogging track yang nyaman dan bersih untuk kamu lari.

Menariknya, sebelum menuju ke waduk ini kamu melewati Desa Wisata Kandri yang juga menjual berbagai pernak-pernik oleh-oleh serta banyak destinasi wisata lain yang nggak kalah menarik untuk kamu kunjungi.

Yang lebih menakjubkan lagi, ada perahu wisata yang bisa kamu naiki berkeliling waduk. Panorama yang disuguhkan cukup menarik. Bukan sekadar perahu wisata ya, tapi perahu motor. Jadi saat menaikinya kamu akan merasakan sensasi angin yang sepoi-sepoi. Wuiih, seru bukan? Untuk menaikinya kamu perlu merogoh kocek RpP 100 ribu saja untuk 4 orang.

Waduk Jatibarang ini sebenarnya meliputi 4 kelurahan dari 2 kecamatan. Yaitu Kelurahan Kandri dan Kelurahan Jatirejo di Kecamatan Gunungpati, serta Kelurahan Kedungpane dan Kelurahan Jatibarang termasuk Kecamatan Mijen.

Menurut pengelola, luas Waduk Jatibarang ini 189 hektar. Saking luasnya terdapat pulau kecil di tengah yang digunakan untuk pembiakan monyet ekor panjang. Pulau inilah yang disebut dengan Goa Kreo.

Pengelola wisata Waduk Jatibarang ini merupakan swadaya masyarakat setempat yang terkumpul dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suko Makmur. Majuri, ketua Suko Makmur berkata kalau waduk yang sudah berjalan selama sudah hampir 5 tahun ini semakin berkembang dan sudah banyak dikenal oleh masyarakat dari berbagai daerah.

“Tempat ini semakin baik. Banyak dikunjungi wisatawan daerah. Bahkan kemarin ada turis dari Jerman yang datang ke sini dan mencoba menaiki perahu untuk keliling waduk,” tukasnya.

Oh, iya. Kalau kamu lapar dan haus karena telah terlalu asyik berwisata, kamu nggak perlu keluar area waduk untuk mencari makanan. Cukup di sini saja. Kamu bisa menepi sebentar untuk menikmati berbagai makanan dan es kelapa muda yang menyegarkan di deretan warung makan yang tersedia.

Bagaimana, Millens, kamu sudah pernah ke sana? Kalau belum yuk tunggu apa lagi, recommended banget nih. (Audrian F/E05)

 

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: