BerandaAdventurial
Rabu, 29 Okt 2019 17:36

Kampung Sudiroprajan, Tempat Berbaurnya Etnis Tionghoa dan Jawa di Surakarta

Kampung Sudiroprajan, tempat berbaurnya etnis Tionghoa dan Jawa di Surakarta. (Tribunnews)

Setiap kota besar di Jawa, termasuk Kota Solo, umumnya memiliki kawasan Pecinan. Sebagai pusat pemerintahan di masa lampau, kota ini memberi ruang pula untuk para pendatang, termasuk pendatang dari Tiongkok. Kampung Sudiroprajan adalah saksi bisu bagaimana warga dari kedua etnis menyatu dan membentuk budaya baru.

Inibaru.id – Jika etnis Tionghoa di Yogyakarta bermukim di Kampung Ketandan, sebagian besar etnis Tionghoa di Surakarta tinggal di Kampung Sudiroprajan. Yap, kampung di Kecamatan Jebres ini berlokasi tepat di belakang Pasar Gede Harjonagoro.

Kamu yang sering berkunjung ke pasar ini mungkin familiar pula dengan Kampung Sudiroprajan. Meski sering disebut sebagai kawasan Pecinan, kenyataannya warga Tionghoa di sana juga menyatu dengan warga Jawa, lo.

Lokasi kampung yang dekat dengan pasar memiliki sejarah panjang. Akibat peristiwa Geger Pecinan, Keraton Kasunan Surakarta dipindahkan ke Desa Sala. Warga Tionghoa kemudian memilih tinggal di utara Pasar Gede dan terbentuklah Kampung Sudiroprajan.

http://surakarta.go.id/wp-content/uploads/2018/05/Sudiroprajan-Kampung-Tionghoa-Kota-Solo.jpg

Perkawinan campur melahirkan akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa di tempat ini. (Surakarta.go.id)

Sebelum menjadi seperti sekarang, Pasar Gede Harjonagoro dulunya adalah pasar keraton. Pada 1923, Sultan Pakubuwana X meminta Thomas Karsten menjadi arsitek yang merenovasi pasar. Sejak itulah, baik pedagang peranakan Tionghoa dan "pribumi" makin menguatkan roda ekonomi Surakarta.

Supaya memudahkan warga Tionghoa beribadah, pada masa pemerintahan Sultan Pakubuwana II, dibangunlah Klenteng Tien Kok Sie. Klenteng ini nggak sekadar jadi rumah ibadah, tapi juga tempat belajar warga Tionghoa.

Karena sudah puluhan tahun tinggal bersama, nggak heran jika akulturasi antara budaya Tionghoa dan Jawa terjadi.

Menjelang Imlek, kamu akan melihat bagaimana kampung ini ramai oleh lampion. Dengan digelarnya Grebeg Sudiro, suasana pun jadi tambah meriah.

Perayaan Imlek di Kampung Sudiroprajan. (Antara Foto/Andika Betha)

Nah, ketimbang bingung mau ke mana saat Imlek nanti, habiskan saja waktumu menonton kirab tersebut. Lewat tradisi ini pula, kerukunan antarwarga bisa saling dijaga. Bukankah damai itu indah? (IB15/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: