BerandaAdventurial
Rabu, 21 Feb 2023 17:42

Gubug Serut, Hidden Gem Semarang yang Cocok untuk Hangout sama Teman

Hangout sama teman di bawah gubuk beratap rumbia menjadi pemandangan lazim di Gubug Serut Semarang. (Inibaru.id/ Rizki Arganingsih)

Kendati mengalami penurunan jumlah pengunjung pada musim penghujan, Gubug Serut masih menjadi hidden gem Semarang yang cocok untuk hangout bersama teman-teman.

Inibaru.id - Derau air sungai Kaligarang serta kesiur angin di antara pepohonan lebat di Desa Persen selalu menjadi "nyanyian" paling merdu di Gubug Serut. Sembari bersila di gubuk beratap rumbia, menyesap kopi, dan mengudap jajan pasar, hidup terasa berjalan pelan di sini.

Sebagai pencinta kedamaian, Gubug Serut adalah salah satu tempat terbaik yang bisa saya temukan di Kota Semarang. Biasanya, saya menyambangi hidden gem yang dekat dengan kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini untuk melukis, membaca buku, atau hangout dengan teman dekat.

Saya menyebut Gubug Serut sebagai hidden gem karena lokasinya memang agak sulit ditemukan. Selain itu, rute menuju lokawisata ini juga dipenuhi tanjakan dan turunan tajam yang bikin jantung dag-dig-dug. Namun, yakinlah, semuanya bakal terbayarkan begitu kamu tiba di sana.

Seperti namanya, lokawisata yang mulai dibuka sekitar 2020 ini terdiri atas banyak gubuk bambu yang dibuat berderet di bantaran sungai Kaligarang di Desa Persen. Sebelum kena banjir, Gubug Serut bahkan sempat punya fasilitas spot selfie, wahana air, dan satu gubuk ikonik di tengah sungai.

Tanpa Tiket Masuk

Beberapa pemuda berteduh dari gerimis di gubuk beratap daun rumbia kering itu. (Inibaru.id/ Rizki Arganingsih)

Sedikit cerita, kunjungan terakhir saya ke Gubug Serut belum lama ini cukup mengecewakan. Bukan karena pelayanan yang buruk, tapi lantaran tempat wisata tanpa tiket masuk ini baru saja didera banjir, yang membuat beberapa gubuk rusak dan sejumlah wahana hanyut terbawa air sungai.

Musim penghujan memang kurang bersahabat bagi tempat wisata air seperti Gubug Serut, karena air sungai bisa meluap kapan saja. Selain itu, jalur menuju lokasi yang licin dan penuh turunan juga membuat sebagian pelancong mengurungkan niat ke lokawisata yang buka pukul 06.00-18.00 WIB ini.

Ketua Pengelola Gubug Serut Sutoro mengatakan, saat musim penghujan datang, kunjungan wisatawan ke tempat tersebut memang merosot tajam, terutama tahun ini. Menurunnya jumlah pengunjung, lanjutnya, kemungkinan besar karena cuaca yang cepat berubah.

"Lokasi yang terpencil, akses jalan yang sulit, terus habis kebanjiran juga, bikin Gubug Serut nggak menjadi pilihan utama pengunjung di Semarang. Situasinya jauh berbeda dengan setelah viral 2020 lalu," ungkap Sutoro sewaktu saya temui di sana belum lama ini.

Didominasi Anak Muda

Sungai Kaligarang menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang datang ke Gubug Serut, yang didominasi anak muda. (Inibaru.id/ Rizki Arganingsih)

Kendati mengalami penurunan jumlah pengunjung, Gubug Serut nggak pernah benar-benar sepi. Terakhir menyambangi tempat wisata yang berlokasi di Desa Persen, Kecamatan Gunungpati itu, masih ada beberapa orang yang datang, yang didominasi anak muda.

Karena waktu itu gerimis dan hari sudah agak sore, alih-alih bermain air, kebanyakan pengunjung memilih duduk santai di gubuk-gubuk yang tersedia; menikmati kopi dan kudapan hangat dari warung-warung yang buka, sembari ngobrol, bermain kartu, atau mabar gim daring.

Sutoro mengatakan, sedari awal didirikan, Gubug Serut menyasar anak muda, khususnya para pencari tempat nongkrong yang murah, tenang, dan bersentuhan langsung dengan alam.

“Kawasan ini sebetulnya lebih cocok disebut tempat nongkrong, Mbak; belum pas kalau bilang tempat wisata,”ungkap Sutoro, menceritakan ihwal mula berdirinya Gubug Serut. "Meski begitu, kami telah menyediakan berbagai fasilitas seperti musala, toilet, tempat karaoke, sewa ban, dan ruang bilas."

Bakal Ada Perbaikan

Kondisi Gubug Serut yang nggak lama setelah kebanjiran. (Inibaru.id/ Rizki Arganingsih)

Seingat saya, Gubug Serut juga punya fasilitas body rafting dan river tubing. Namun, setelah saya tanyakan ke Sutoro, dia mengatakan kedua fasilitas itu sedang nggak bisa dioperasikan karena kedalaman air kurang dan arusnya terlalu kencang.

"Kalau musim hujan begini, semua wahana air nggak bisa dicoba. Tapi, ke depan bakal lebih banyak wahana yang bisa dijajal. Harap bersabar, ya!" pinta warga asli Desa Persen tersebut.

Menurut saya, Gubug Serut memang harus segera diperbaiki agar nggak banyak yang kecele saat bertandang ke tempat ini. Hal serupa juga diungkapkan Munfatimah, seorang pengunjung yang datang nggak lama setelah saya memarkirkan kendaraan.

"Waktu datang tadi, agak kaget lihat sungai dan view Gubug Serut, kok beda dari yang ada di internet, ya? Nggak buruk, tapi semoga ke depan bakal ada perbaikan dan penambahan, biar tempat ini ramai lagi," ujarnya.

Selain menyoroti situasi terbaru di Gubug Serut serta fasilitas yang menghilang di tempat tersebut, Munfatimah juga memberi saran agar memperluas gubuk-gubuk kecil di sana agar bisa dipakai beramai-ramai.

“Gubuk-gubuk ini kayanya lebih nyaman kalau dibuat seperti gazebo, biar lebih enak buat tempat ngobrol bareng teman-teman,” tandasnya. Saran yang menarik, sih!

Nah, buat kamu yang pengin cari tempat hangout bareng teman di sekitar Unnes, nggak ada salahnya ke sini, Millens. Ke Gubug Serut, kamu hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil, kok. Murah, kan? (Rizki Arganingsih/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: