BerandaAdventurial
Rabu, 15 Nov 2022 18:27

Asyik Menikmati Resital Piano Musik Klasik di Kota Semarang

Peter Caelen dan David Voncken memainkan show piano four hands. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)

Kendati bukan genre populer di kalangan penikmat musik Tanah Air, resital piano musik klasik duo pianis asal Belanda Peter Caelen dan David Voncken di Kota Semarang disambut antusias oleh pelbagai kalangan, yang didominasi anak muda.

Inibaru.id – Musik klasik bukanlah genre populer yang diminati masyarakat secara luas di Indonesia. Namun begitu, di kota mana pun, sejatinya genre yang membesarkan nama Mozart dan Chopin ini selalu punya penggemar, nggak terkecuali di Kota Semarang.

Akhir pekan lalu, pertunjukan musik klasik yang digelar Erasmus Huis Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Widya Mitra di Kota Lunpia terbilang sukses. Bertempat di Radjawali Semarang Culture Center, cukup banyak penonton yang memenuhi gedung pertunjukan yang berada di pusat kota tersebut.

Project Manager Erasmus Huis Bob Wardana mengungkapkan, pertunjukan tersebut merupakan konser musik yang rutin digelar Erasmus Huis di Tanah Air. Bedanya, alih-alih menghadirkan pemusik jazz atau pop seperti yang sudah-sudah, kali ini mereka mencoba menawarkan genre baru, yakni musik klasik.

"Kami menghadirkan duo pianis asal Belanda, Peter Caelen dan David Voncken. Semarang menjadi destinasi ketiga kami, setelah Jakarta dan Medan," ungkapnya

Serba Perdana

Piano recital oleh Peter Caelen dan David Voncken di Radjawali Semarang Culture Center. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)

Selain menjadi pertunjukan musik klasik pertama yang digelar Erasmus Huis, event yang didominasi penonton muda ini juga menjadi "hajatan" musik klasik perdana yang digelar di Radjawali Semarang Culture Center.

Sebelas dua belas, pertunjukan tersebut juga menjadi pengalaman pertama bagi Peter Caelen dan David Voncken manggung di Indonesia, khususnya Kota Semarang.

“Baru kali ini kami datang ke Indonesia dan langsung bermain di tiga kota berbeda,” ungkap Caelen, yang segera diiyakan Voncken.

“Kami sangat menyukai antusiasme semua orang yang datang. Mereka sangat ramah dan mengasyikkan, apalagi anak mudanya,” sahut Voncken.

Jalannya Pertunjukan

Penampilan David Voncken yang mengibur dalam resital piano musik klasik di Semarang akhir pekan lalu. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)

Oya, bagi yang belum tahu, Erasmus Huis merupakan pusat kebudayaan Belanda yang bermarkas di Jakarta. Mereka biasa menggelar kesenian Belanda di Tanah Air, sekaligus memberikan ruang bagi pegiat seni lokal untuk berkolaborasi; di antaranya resital piano Caelen dan Voncken.

Bermain di Semarang, duo maestro piano Caelen dan Voncken tampil menawan dengan memainkan karya sejumlah pemusik klasik kenamaan dunia, di antaranya Johannes Brahms, Claude Debussy, dan Franz Schubert. Jemari mereka lincah menari di atas deretan tuts piano yang sore itu menjadi pusat perhatian.

Pertunjukan dibuka dengan kolaborasi four hands Caelen dan Voncken yang memainkan Waltzes opus 39, salah satu karya legendaris komponis Jerman Johannes Brahms. Setelah itu, secara bergantian mereka memainkan solo, lalu ditutup dengan alunan lembut Fantasie in F-minor D.940 karya Franz Schubert.

“Sepertinya semua menyukai musik ciptaan Brahms. Jadi kami jadikan sebagai pembuka,” cerita Caelen seusai pertunjukan.

Disambut Antusias

Pemberian buah tangan kepada pianis asal Belanda oleh Koordinator Budaya Yayasan Widya Mitra Seno Prakoso. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)

Musik klasik memang jarang dipertontonkan di Kota Semarang. Namun, justru di sinilah gravitasinya yang membuat orang penasaran untuk datang dan menonton. Laila Tunikmah, seorang penonton yang datang sendirian ke resital piano itu mengatakan, dia sangat menyambut gembira acara tersebut.

"Ini pengalaman pertama; terasa seru dan berbeda, terlebih bisa ketemu langsung dengan pianisnya," ujar gadis yang memang menggemari musik klasik itu. "Bisa lihat langsung tuts piano yang dimainkan para pianis sungguh pengalaman baru; dengerin musik di gawai jadi nggak ada apa-apanya."

Hal serupa juga diungkapkan Midya Wirawan, guru les piano yang sengaja datang bersama keluarga dan para muridnya. Pemusik asal Yogyakarta yang telah memainkan piano lebih dari 50 tahun itu mengaku senang dengan keberadaan resital piano tersebut,

“Biasanya Semarang selalu kalah dengan kota-kota besar lain. Jadi, saya gembira saat tahu kota ini bakal kedatangan pianis dari luar negeri,” terang pemilik Yudistira Musik itu, lalu tertawa. "Sekarang perkembangan musik klasik sudah bagus sekali, kok."

Wah, kalau ada banyak konser musik klasik di Semarang kayaknya seru ya, Millens! Gimana, kamu tertarik menikmati musik klasik juga nggak, nih? (Kharisma Ghana Tawakal/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: