BerandaTradisinesia
Selasa, 11 Jun 2018 20:00

Massilumba Oroang, Tradisi “Nge-cup” Posisi Tarawih di Masjid

Sajadah. (Kaffah.xyz)

Sebelum melaksanakan salat tarawih, warga Polewali Mandar punya tradisi unik untuk mengavling posisi salat lo. Mereka berlomba memperoleh tempat terbaik di masjid. Wah, seperti apa sih keseruannya?

Inibaru.id – Ada kebiasaan khas yang selalu dilakukan oleh masyarakat di Polewali Mandar, Sulawesi Barat jelang ibadah salat tarawih. Sejak sore atau menjelang magrib, mereka telah berdatangan memenuhi berbagai masjid di sana. Mereka datang bukan untuk melaksanakan salat tarawih, karena salat tersebut baru akan dilaksanakan pada pukul 20.00 WITA.

Yap, mereka sedang melakukan tradisi Massilumba Oroang atau mengavling tempat salat tarawih di dalam masjid. Mereka memilih tempat mana yang paling disukai untuk melaksanakan salat dan menandainya dengan sajadah. 

Memang nggak ada kaitannya khusuk ibadah dengan posisi salat ini. Akan tetapi, tradisi ini sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat di sana.

Menandai tempat tarawih di masjid, Massilumba Oroang. (kompas.com/Junaedi)

Sajadah yang telah dihamparkan warga pada posisi tertentu di dalam masjid, sesuai titik yang telah dipilih oleh pemilik sajadah ini, tak boleh digeser. Apalagi dipindahkan oleh warga lain yang datang belakangan. Lokasi yang telah dikavling warga ini baru bisa digunakan orang lain setelah diminta atau diizinkan pemiliknya. Wah, tertib sekali ya masyarakat Polewali mandar ini?

Rina, salah satu jemaah masjid Nurul Iman, Mambulilling, Polewali Mandar, misalnya, datang ke masjid lebih awal menjelang Sabtu petang kemarin. Ia menghamparkan tiga lembar sajadah berdampingan di tengah masjid untuk ibu dan seorang anaknya.

Rina sengaja memilih tempat itu agar ia bisa lebih leluasa berinteraksi dengan imam masjid yang memimpin jalannya shalat tarwih atau mubaligh yang mengisi ceramah tarawih. “Supaya kebagian tempat dan bisa duduk di tempat paling bagus,” jelas Rina.

Imam Masjid Nurul Iman, Mambulilling Polewali Mandar, Rahmat Fadlan menyebutkan, biasanya warga yang berencana melaksanakan shalat tarawih berjamaah di masjid datang menjelang magrib untuk mengambil tempat atau memasang sajadahnya pada titik tertentu yang dipilih.

Titik yang sudah dipasangi sajadah menandakan tempat tersebut tempat tersebut telah "dikavling" oleh pemilik sajadah. .Menurut Rahmat, meski tak ada aturan secara tertulis mengenai tempat salat tarawih. Namun, warga lain yang datang belakangan nggak boleh menempati atau memindahkan lokasi sajadah tersebut ke tempat lain.

Tempat yang telah dikavling tersebut baru boleh digunakan setelah mendapat izin dari pemilik sajadah, atau pemiliknya berhalangan hadir melaksanakan tarwih karena suatu hal. “Warga yang sudah memasang sejadah di satu titik dalam masjid nggak bisa dipindahkan jemaah lain kecuali ada persetujuan dengan pemilik sajadah,” pungkas Rahmat.

Unik sekali ya, Millens? Nah, kalau kamu suka nge-cup posisi salat terawih juga nggak, Millens? Ha ha (IB06/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: