BerandaTradisinesia
Minggu, 7 Des 2024 10:46

Kala Kapal Legendaris Jung Jawa Menguasai Lautan Nusantara

Jung Jawa, kapal andalan pelaut Nusantara pada masa lalu saat dibandingkan dengan kapal Portugis yang lebih kecil. (Dok Nuno Garcia de Toreno)

Konon, saking besarnya ukuran Jung Jawa, kapal Portugis yang dipakai berlayar dari Eropa sampai Malaka jadi terlihat sangat mungil.

Inibaru.id – Meski kini lebih dikenal sebagai bangsa agraris, nyatanya nenek moyang orang Indonesia dikenal sebagai pelaut andal. Hal ini dibuktikan dengan adanya kisah sejarah hebat tentang Jung Jawa, kapal tradisional asli Indonesia yang dulu terkenal menguasai lautan Nusantara dan mengarungi banyak Samudra.

Tatkala Bangsa Portugis berlayar dari Eropa dan singgah ke Malaka pada 1511, mereka terkesima dengan keberadaan kapal Jung Jawa tersebut. Saking terkesimanya, salah seorang pelautnya, Tome Pires sampai membuat catatan yang isinya memuji kapal tersebut.

“Kapal Portugis yang terbesar yang ada di Malaka rasa-rasanya nggak bisa disebut sebagai kapal jika dibandingkan dengan Jung Jawa,” tulis Pires dalam catatannya.

Yang lebih mengejutkan, catatan pelaut Portugis lainnya, Diego de Couto dalam buku Da Asia yang terbit pada abad ke-16 membuktikan bahwa sebelum bangsa Eropa berlayar sampai Tanjung Harapan yang ada di ujung selatan Benua Afrika dan Madagaskar, kapal-kapal Jung Jawa sudah lebih dahulu melakukannya. Siapa yang mengendalikan kapal-kapal ini? Orang Asia berkulit cokelat yang mengaku berasal dari Jawa.

Dalam catatan tersebut, terungkap bahwa Jung Jawa dibuat dari papan kayu berlapis empat dan empat tiang layar yang megah. Dinding kapalnya sangat kuat sampai mampu menahan tembakan meriam kapal-kapal Portugis.

Bobot Jung Jawa juga melebihi kapal-kapal dari Eropa pada umumnya, yaitu mencapai 600 ton. Bahkan, konon Jung Jawa yang dipakai armada Demak untuk menyerang Portugis di Malaka pada 1513 dikabarkan memiliki bobot mencapai 1.000 ton alias setara dengan kapal-kapal modern zaman sekarang!

Replika Jung Jawa. (GNFI)

Sayangnya, ukurannya yang besar dan bobotnya yang berat membuatnya nggak bisa bermanuver lincah. Gerakannya juga cenderung lamban jika dibandingkan dengan kapal-kapal Eropa. Meski begitu, tetap saja kemegahan kapal ini mampu membuat pelaut dari Eropa berdecak kagum. Maklum, di zaman dahulu, sangat jarang ada kapal yang punya kapasitas super besar dan mampu membawa komoditas dalam jumlah yang sangat banyak seperti Jung Jawa.

Sayangnya, kelemahan Jung Jawa dalam hal manuver ini pada akhirnya bikin kerajaan-kerajaan di Jawa kerap kalah dalam pertempuran di lautan. Mereka pun akhirnya memindahkan pusat kekuasaan dari tepi pantai ke tengah daratan. Sejak saat itulah, Jung Jawa semakin ditinggalkan dan akhirnya tersisa sejarahnya saja yang megah.

Bahkan, pada 1655, tatkala Mataram dipimpin Amangkurat I, kapal-kapal di pesisir Jawa dihancurkan demi mencegah terjadinya pemberontakan. Ahli pembuat kapal pun lambat laun semakin menghilang, deh. Apalagi, saat VOC menguasai pelabuhan di Nusantara pada abad ke-18, ada peraturan yang melarang pembuatan kapal dengan kapasitas lebih dari 50 ton. Jung Jawa yang berukuran jauh lebih besar pun tamat riwayatnya dan digantikan kapal-kapal yang lebih kecil.

Yap, meski Jung Jawa sudah nggak ada lagi, setidaknya Indonesia patut berbangga karena dulu memiliki kapal megah yang menguasai lautan Nusantara dan menjelajah berbagai Samudra. Keren ya, Millens? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: