BerandaPasar Kreatif
Selasa, 27 Mar 2023 14:00

Mobil Diecast Custom, Hobi Aditya yang Kini Diminati Kolektor Mancanegara

Aditya Bagus Wicaksono memamerkan salah satu karya mobil diecast custom bikinannya. (Inibaru.id/ Fitroh Nurikhsan)

Bermula dari hobi Aditya membuat mobil diecast custom, karya pemuda asal Kota Semarang tersebut kini mulai diminati kolektor mancanegara.

Inibaru.id - Keputusan Aditya Bagus Wicaksono memilih keluar kerja demi menekuni dunia diecast mobil rupanya nggak sia-sia. Perlahan, bisnis custom dan modifikasi miniatur mobil yang dia gagas sejak 2019 itu mulai membuahkan hasil. Bahkan, karyanya kini banyak dilirik kolektor asing, lo!

Oya, diecast adalah mainan berbahan dasar logam, yang namanya diambil dari cara pembuatannya, yakni teknik die-casting. Teknik ini dilakukan dengan memanaskan logam logam pada suhu tinggi hingga cair, lalu menuangkannya ke dalam cetakan model yang diinginkan, misalnya miniatur mobil.

Proses yang nggak jauh berbeda dengan pembuatan rangka mobil sungguhan memungkinkan diecast menyerupai bentuk aslinya, tapi versi mini. Karena bahan yang bagus dan tingkat kemiripannya yang tinggi, diecast banyak digemari para kolektor di seluruh dunia.

Mobil diecast yang diburu kolektor umumnya diproduksi produsen mainan terkenal seperti Hot Wheels, Tomica, Matchbox, Bburago, Autoart, Maisto, atau Norev. Namun, ada kalanya "mobil pabrikan" itu nggak memuaskan kolektor. Maka, muncullah diecast modif atau custom, profesi yang ditekuni Aditya.

Garasi untuk Produksi

Di garasi rumahnya Aditya Bagus Wicaksono membuat mobil diecast custom. (Inibaru.id/ Fitroh Nurikhsan)

Menyambangi rumah Aditya di bilangan Pundakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang belum lama ini, saya dibuat takjub dengan "bengkel" custom diecast miliknya. Pelbagai peralatan diletakkan rapi di dinding bengkel yang semula merupakan garasi tersebut, mulai dari cat, selotip, hingga koleksi mobil custom yang dijajar pada rak-rak memanjang.

Sementara, di bawah rak-rak tersebut, ada beberapa drawer berisikan pernak-pernik, onderdil, dan aksesori mobil diecast; yang diletakkan bersanding dengan perkakas lain seperti bor tuner, amplas, cutter pent, kompresor, dan lain-lain. Benar-benar mirip bengkel custom mobil, tapi berukuran mini.

"Harus rapi, karena proses pengerjaan diecast butuh ketelitian, kesabaran, dan kreativitas," kata Aditya begitu saya menyatakan betapa rapinya tempat itu. "Dari kecil saya suka kumpul-kumpulin mobil mainan, terus disusun rapih dan dipajang."

Sedari kecil, alumnus Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang itu memang sudah suka mengoleksi mobil-mobilan diecast. Nggak hanya mengoleksi, dia juga mulai memodifikasi atau meng-custom-nya. Aditya bahkan beberapa kali mengikuti kompetisi diecast yang memenangkannya.

"Ikut berbagai lomba juga bisa dibilang bagian dari merintis bangun branding, ya?" kelakarnya. "Alhamdulillah banyak karya yang terpilih jadi juara."

Karya-karya diecast mobil buatan Aditya Bagus Wicaksono. (Inibaru.id/Fitroh Nurikhsan)

Sebelum bekerja penuh waktu mengurusi bengkel custom mobil diecast, Aditya bekerja sebagai staf hotel di Semarang. Namun, pada 2019, dia memilih resign untuk fokus mengembangkan bisnis yang kini membuatnya bisa berpenghasilan hingga belasan juta rupiah per bulan tersebut.

Keputusan itu nggak serta-merta membuahkan hasil. Selama hampir setahun, dia mengaku kesulitan mencari pasar. Barulah pada akhir 2019 bisnis tersebut membuahkan hasil, dengan strategi marketing melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram.

"Awal-awal, yang beli kebanyakan adalah teman-teman di Semarang. Namun, lambat laun mulai ada kolektor dari Jakarta dan Aceh," kenang lelaki berambut cepak ini. "Dari situ mulai banyak yang datang."

Nggak hanya kolektor dalam negeri, gencarnya promosi di medsos juga membuat para penggemar diecast dari luar negeri kepincut. Mereka datang dari pelbagai negara, mulai dari AS, Jerman, Jepang, Dubai, Arab Saudi, Hongkong, Taiwan, Malaysia, hingga Singapura.

"Mayoritas (kolektor asing) yang pesan dari AS. Kebanyakan dari mereka minta dibuatkan diecast berupa miniatur mobil yang menyerupai kendaraan (mobil) yang mereka punya," ungkap Aditya.

Untuk harga, mobil diecast bikinan Aditya dibanderol pada kisaran Rp500 ribu. Namun begitu, dia mengaku pernah menjual salah satu karya masterpiece-nya hingga mencapai Rp7,5 juta.

"Waktu itu ada orang Jerman rekues diecast mobil towing (derek) yang mengangkut satu mobil lagi di atasnya," paparnya, diikuti derai tawa.

Hobi kalau ditekuni ternyata bisa berdampak positif juga ya, Millens? Ada yang tertarik meminang mobil diecast custom bikinan Aditya nggak, nih? (Fitroh Nurikhsan/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: