BerandaKulinary
Jumat, 15 Nov 2018 12:35

Sayur Becek, Perpaduan Unik Rempah dan Daging Khas Purwodadi

Sayur Becek khas Purwodadi, Grobogan. (Grobogannews)

Selain swieke, ada pula sayur becek yang melengkapi kuliner khas Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Cita rasa asam pedas dengan daging tulang iga yang lembut mesti kamu cicipi saat berkunjung ke daerah ini.

Inibaru.id – Nggak cuma swieke, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah punya kuliner menarik lain yakni Sayur Becek. Eits, nggak dibaca bécék ya tapi bêcêk. Kata becek itu berasal dari cara meracik bumbu yaitu dengan ditumbuk memakai tutu yang disebut "dibecek" dalam bahasa Jawa.

Sekilas, hidangan ini mirip dengan kari atau soto. Hal itu karena kuah sayur becek berwarna keruh dengan aroma rempah yang berisi potongan daging, tulang iga, dan sumsum sapi. Cita rasa sayur becek didominasi rasa pedas dan asam yang segar.

Proses pembuatan sayur becek ini sangat mudah. Mula-mula, bumbu yang terdiri atas bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, dan cabai ditumbuk menjadi satu. Bumbu yang sudah ditumbuk tersebut kemudian dimasukkan ke dalam rebusan tulang iga.  Oh iya, daging yang dipakai pun mesti direbus lama sehingga mendapat tekstur empuk.

Untuk menyempurnakan aromanya, rebusan tulang dan bumbu dicampur dengan daun kedondong dan daun dayakan. Penambahan daun kedondong dan dayakan inilah yang membuat sayur becek memiliki kombinasi rasa unik dengan asam kecut yang segar. Sayur becek biasanya disajikan bersama sepiring nasi putih hangat, kering tempe, dan kacang tolo sebagai lalapan.

Secara histori, nasi becek khas Purwodadi ini dulu hanya ditemukan di daerah-daerah pelosok Kabupaten Grobogan. Hidangan itu juga mulanya hanya hadir saat ada hajatan tertentu seperti sunatan, mantenan (pernikahan), dan sebagainya.

Namun kini, kuliner itu bisa kamu temukan dengan mudah di Purwodadi. Kuliner becek juga sudah banyak tersedia di sejumlah tempat makan di luar Kabupaten Grobogan. Wah, cocok nih disantap saat siang atau saat hujan turun karena berkuah dan disajikan dalam kondisi hangat. Hayo, siapa yang pengin coba? (IB07/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Seni, Tradisi, dan Ekspresi Keislaman di Festival Takjil Piji Wetan

22 Mar 2026

Menikmati Kesejukan Kebun Teh Sikatok di Wonosobo

22 Mar 2026

Ternyata, Kangkung Nggak Pernah Ada di Menu bagi Pasien Rumah Sakit

22 Mar 2026

Michael Spence, Teori Sinyal, dan Proses Rekrutmen di Perusahaan Modern

22 Mar 2026

Libur Lebaran, Jutaan Wisatawan Diprediksi Serbu Destinasi Wisata di Jateng

22 Mar 2026

Tester Makeup di Toko Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Virus

22 Mar 2026

7 Masjid Unik dan Bersejarah di Semarang; Dari 'Kapal Nabi Nuh' Sampai Menara Khas Melayu

22 Mar 2026

Mengapa di Label Informasi Gizi Makanan Ada Tulisan yang Dicetak Tebal?

23 Mar 2026

Segarnya Pemandangan Alam Air Terjun Kembang Soka di Kulon Progo, DIY

23 Mar 2026

Induced Demand dan Paradoks Pembangunan Jalan di Wilayah Urban

23 Mar 2026

Halalbihalal: Tradisi Pemersatu Bangsa yang Lahir dari Diplomasi Politik dan Seruan Pedagang Martabak

23 Mar 2026

Panci Presto Disulap Jadi Alat Sterilisasi Pangan, Solusi Murah buat UMKM Naik Kelas

23 Mar 2026

Menu Kuliner Nusantara saat Halalbihalal di Semarang, Ini Rekomendasinya!

24 Mar 2026

Cantiknya Pemandangan Alam Lembah Manah di Sluke, Kabupaten Rembang

24 Mar 2026

Hangat dan Sederhana; Berlebaran dengan Harira di Maroko

24 Mar 2026

Dehidrasi Bisa Bikin Mood Berantakan dan Otak Lemot

24 Mar 2026

Okupansi 'Hotel Anabul' Pet Central Semarang Full selama Periode Mudik

24 Mar 2026

Lapangan Tanah Liat Hijau Terbukti Lebih Cepat Capai Net Zero

24 Mar 2026

Lebih dari Sekadar Pantai, Begini Serunya Main ke Pantai Balongan Rembang

25 Mar 2026

Rekomendasi Restoran Ramen Halal di Tokyo yang Bisa Kamu Coba

25 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: