BerandaKulinary
Kamis, 1 Apr 2026 14:00

Kueh Makmur, Sajian Lebaran Lembut Bertabur Gula yang Sarat Makna

Ilustrasi: Kue makmur khas masyarakat Melayu. (The Malay Kitchen)

Berisi kacang tanah yang lembut dan lumer di mulut, Kue Makmur menjadi sajian khas lebaran di Malaysia dan Singapura yang melambangkan harapan akan kemakmuran.

Inibaru.id - Meja ruang tamu masyarakat Melayu, khususnya yang tinggal di Malaysia dan Singapura saat perayaan Idulfitri hampir selalu dipenuhi toples berisi kue dan kukis manis. Di antara sajian itu, ada Kueh Makmur, kudapan yang pantang dilewatkan saat merayakan Idulfitri.

Kueh Makmur berukuran sederhana, kecil bulat berwarna pucat dengan taburan gula halus yang begitu digigit langsung lumer di mulut. Selain di kedua negeri jiran itu, kue tersebut juga populer di berbagai komunitas Melayu di Asia Tenggara.

Meski ukurannya kecil, kue ini menyimpan cerita panjang tentang tradisi keluarga, perayaan, dan rasa kebersamaan saat hari raya. Sekilas, kueh makmur tampak seperti bola kue biasa yang dilapisi gula bubuk. Namun ketika digigit, bagian luarnya yang lembut langsung pecah, memperlihatkan isian kacang tanah yang gurih dan harum.

Adonan kulitnya biasanya terbuat dari tepung, mentega atau ghee, serta sedikit gula. Setelah dibentuk bulat dan diisi kacang tanah sangrai yang ditumbuk halus, kue dipanggang hingga matang. Ketika sudah dingin, kue kemudian digulingkan dalam gula halus hingga tampak seperti diselimuti salju.

Jejak Budaya di Balik Namanya

Kueh Makmur sebagai simbol harapan akan rezeki dan kehidupan yang baik setelah Ramadan. (Women's Weekly)

Perpaduan rasa manis, gurih, dan tekstur yang rapuh membuat kue ini terasa ringan, meskipun sering kali sulit berhenti setelah satu atau dua potong.

Nama “makmur” dalam bahasa Melayu memiliki makna kemakmuran atau kesejahteraan. Karena itu, banyak orang menganggap kue ini sebagai simbol harapan akan rezeki dan kehidupan yang baik setelah Ramadan.

Kueh makmur juga dipercaya memiliki pengaruh dari tradisi kuliner Timur Tengah, terutama dari kue Ma'amoul, kue isi kurma atau kacang yang populer saat hari raya di banyak negara Arab.

Dalam perjalanan budaya dan perdagangan yang panjang, resep tersebut kemudian beradaptasi dengan bahan lokal di Asia Tenggara, yakni menggunakan kacang tanah sebagai isian utama. Hasilnya adalah kue dengan karakter baru yang tetap menyimpan jejak sejarah kuliner lintas wilayah.

Kehangatan Keluarga di Dapur

Seperti banyak kue lebaran lainnya, kueh makmur seringkali dibuat secara gotong royong di dapur rumah. Ada yang bertugas menyangrai kacang, ada yang menumbuknya hingga halus, sementara yang lain membentuk adonan menjadi bola kecil.

Proses itu mungkin tampak sederhana, tetapi justru di sanalah kehangatan lebaran tercipta. Percakapan ringan, tawa, dan cerita lama mengalir di sela kegiatan membuat kue. Ketika akhirnya kue tersusun rapi dalam toples kaca di ruang tamu, setiap butirnya seperti menyimpan sedikit kenangan dari dapur keluarga.

Dalam perayaan Idulfitri, tamu yang datang biasanya akan disuguhi teh hangat dan beberapa jenis kue. Kueh makmur hampir selalu menjadi salah satu yang pertama diambil. Camilan ini seolah membawa pesan sederhana, tentang kemakmuran, kehangatan keluarga, dan kebahagiaan yang dibagi rata.

Mungkin itulah alasan mengapa dari tahun ke tahun kue kecil bercitarasa legit itu tetap bertahan di meja saji saat-saat lebaran di kalangan masyarakat Melayu, karena yang terasa manis bukan hanya lidah, tapi juga hati dan hari-hari setelahnya. (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Sejarah Marga Kolopaking, Trah Bangsawan Kebumen yang Berasal dari Kisah Kelapa Aking

3 Agu 2026

Berkolaborasi dengan China, Lampung Siap Luncurkan Satelit Lampung-1

4 Agu 2026

Naik Lima Kali Lipat, Biaya Lepas Status WNI Resmi Naik Jadi Rp5 Juta, Ini Alasannya

5 Agu 2026

Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham KCIC untuk Restrukturisasi Utang Whoosh

6 Agu 2026

CoreWeave Investasi Miliaran Dolar AS, Bangun Tiga Pusat Data AI Pertama di Indonesia

7 Agu 2026

Wayang Beber, Wayang Tertua di Nusantara yang Masih Bertahan hingga Kini

8 Agu 2026

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: