BerandaInspirasi Indonesia
Minggu, 21 Apr 2018 14:43

Edisi Spesial Kartini: Menjadi Sosok Perempuan Masa Kini Ala Rerie

Lestari "Rerie" Moerdijat mengungkapkan pandangannya tentang perempuan masa kini. (Inibaru.id/Agus Budi)

Emansipasi perempuan yang digaungkan di seluruh penjuru dunia telah mengubah asumsi masyarakat terhadap perempuan. Lantas, gimana sih sosok perempuan masa kini pada era yang serbacanggih ini?

Inibaru.id – Memimpin sejumlah perusahaan dan beberapa yayasan sosial sekaligus nggak membuat Rerie lupa dengan keluarganya. Dia masih bisa mengurus keluarga di sela-sela kesibukannya yang bejibun.

“Menjadi pemimpin itu boleh-boleh saja. Tinggal bagaimana cara kita mengomunikasikannya dengan keluarga karena merekalah yang mendukung kita,” ujar Deputy Chairman Media Group ini.

Menurut Rerie, menjadi pemimpin dan perempuan karier adalah hal yang nggak mustahil dilakukan perempuan. Namun, keputusan menjadi pemimpin ataupun perempuan karier itu juga harus dibarengi dengan kesadaran atas posisinya itu.

Baca juga:
Edisi Spesial Kartini: Triyaningsih Begitu Bangga Nyanyikan "Indonesia Raya"
Edisi Spesial Kartini: Anne Avantie, Masyhur Berkat Fokus pada Kebaya

“Hal yang harus diingat untuk perempuan karier adalah kita bukan superwoman. Bila kamu memutuskan untuk berkarier maka jangan berharap untuk menjadi ibu rumah tangga yang sempurna,” terang pemilik nama lengkap Lestari Moedijat itu.

Ditanya tentang perempuan masa kini, Rerie memiliki gambaran tersendiri nih, Millens. Rerie mengungkapkan, pendidikan menjadi bekal yang paling penting bagi semua perempuan. Pendidikan dapat mengangkat martabat perempuan di mata masyarakat.

Selain itu, pendidikan juga diperlukan bagi perempuan untuk mendapatkan pekerjaan. Pendidikan itu juga sangat berguna untuk menjalankan perannya sebagai ibu. Itulah yang membuat Rerie menempuh pendidikan doktoral di Presencing Institute, Cambridge, Massachussetts pada 2009 lalu di usianya yang nggak lagi muda.

“Tidak semua orang beruntung memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi, tapi paling tidak, pendidikan dasar itu wajib,” ujar Rerie saat diwawancarai di kantor Inibaru.id pada Selasa (10/4/2018).

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Surabaya 50 tahun silam ini mengungkapkan banyak beasiswa yang disediakan pemerintah pada tingkat sarjana maupun magister. Beasiswa itu dapat dimanfaatkan untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi.

Selain memiliki bekal pendidikan yang cukup, menurut Rerie, perempuan masa kini juga harus mandiri. Ketua Yayasan Sukma ini mengatakan, perempuan nggak boleh bergantung dengan orang lain.

Baca juga: 
Edisi Spesial Kartini: Meneladani Dokter Asri, Pemerhati Anak Sindrom Down
Edisi Spesial Kartini: Krisseptiana Banyak Perjuangkan Perempuan lewat Kebijakan

“Kita juga harus melatih diri kita untuk tidak bergantung. Jadi, bila suatu saat ada sesuatu yang menimpa pasangan kita ya nggak perlu bingung. Saya rasa ini harus dimiliki oleh perempuan zaman sekarang,” jelas penyintas kanker payudara ini.

Rerie kemudian bercerita tentang perjuangannya melawan kanker payudara. Dia harus dioperasi dan menjalankan serangkaian kemoterapi untuk mengangkat kanker yang bersarang di tubuhnya itu. Di situlah kemandirian dibutuhkan agar nggak bergantung dan menyusahkan orang lain.

Sobat Millens, memiliki bekal pendidikan yang mumpuni dan berjiwa mandiri nyatanya sangat diperlukan bagi perempuan, lo. Nah, makanya jangan malas sekolah ya! (Putri Rachmawati/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: