BerandaInspirasi Indonesia
Sabtu, 15 Mei 2020 15:08

Mengenal Ragam Manfaat dan Makna Puasa dari Berbagai Perspektif Agama

Umat Buddha menjadikan puasa sebagai upaya untuk memperoleh ketenangan batin. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Puasa dalam berbagai agama nggak jauh-jauh dari pengendalian hawa nafsu lahiriyah dan batiniah. Hal ini disampaikan oleh berbagai pemuka agama dan aliran kepercayaan. Penasaran?

Inibaru.id - Tak cuma menahan lapar dan haus, berpuasa dalam Islam juga mengajarkan pengikutnya untuk menahan hawa nafsu. Namun tahukah kamu bahwa umat agama dan penganut aliran kepercayaan lain juga melaksanakan puasa?

Nah, kali ini inibaru.id sudah ngobrol dengan pemuka dari berbagai agama dan kepercayaan tentang makna dan manfaat puasa di berbagai agama. Penasaran?

Kristen

Dari berbagai rujukan kitab, ada bermacam manfaat puasa bagi umat Kristiani. Beberapa di antaranya melepaskan diri dari belenggu kelaliman, melepaskan tali-tali kuk (kayu lengkung di tengkuk kerbau), memerdekakan orang teraniaya, dan mematahkan kuk yang ada di sekitar.

Selain itu, puasa bermanfaat untuk memberi makan yang kelaparan, mencarikan rumah atau tumpangan, serta menyembunyikan diri terhadap persoalan saudaranya sendiri.

“Puasa itu sebuah wahana untuk belajar menghayati penderitaan Tuhan Yesus, sebagai tempat untuk mengelola hati dan sebagai media untuk menghayati fitrah manusia supaya tetap eling dan waspada,” tutur Pendeta Sediyoko MSi, Persekutuan Gereja-Gereja Kristen Kota Semarang

Katolik

Puasa dan pantang dalam Gereja Katolik menjadi bagian integral hidup beriman. Puasa dan pantang yang dilakukan tak hanya terkait pada lahiriah tapi diharapkan dapat semakin membantu proses transformasi diri atau perubahan diri ke arah yang lebih baik.

Hal yang menarik dari puasa dan pantang yang dilaksanakan umat Katolik adalah umat katolik akan mendermakan semua uang hasil puasa dan pantangnya

Puasa yang dilakukan umat Katolik bertujuan melatih jiwa sosial. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)<br>

“Cara berpuasa dan berpantang semacam ini dapat menghindarkan kecenderungan pengeluaran pribadi atau keluarga yang lebih besar pada masa puasa dibandingkan pengeluaran harian di hari biasa," kata Romo Eduardus Didik Chahyono SJ, Pastor Kepala Paroki Santa Theresia Bongsari Semarang. "Sekaligus untuk melatih jiwa sosial dalam diri umat.”

Konghucu

Berpuasa (bersuci atau berpantang) dalam Konghucu bertujuan untuk menghentikan kegemaran dan keinginan agar wawas dari pengaruh dan barang yang menyesatkan. Selain itu, puasa juga bertujuan agar diri bisa harmonis dengan nafsu dan nurani supaya semakin satya dan iman semakin teguh kepada Tuhan yang kembali pada kesusilaan.

“Setelah bersuci diri maka itulah tujuannya mencapai kecerahan yang hubungannya merajut spiritual kita kepada Tuhan YME,” terang Ws Andi Gunawan ST C NNLP, Ketua Matakin Provinsi Jateng.

Hindu

Menurut ajaran Hindu, puasa tak sekadar menahan haus dan lapar atau menjadi orang miskin dan serba kekurangan atau menghapus dosa. Namun mengendalikan nafsu indriah dan keinginan. Jadi, semakin sedikit keinginan seseorang, semakin sempurna keimanannya.

“Puasa bukan bertujuan agar kita masuk surga tapi meningkatkan spiritualitas kita semoga menjadi pribadi yang santun dan damai,” tutur I Nengah Wirta Darmayana SH MH, Ketua Parisade Hindu Dharma Kota Semarang.

Umat Hindu yang berpuasa akan mengendalikan nafsu indriah. (Wonderfulbali)<br>

Buddha

Di dalam pusaka kitab suci Tripitaka, semua ibadah dalam Hindu bersifat imbauan, termasuk dalam hal berpuasa. Manfaat utama dari puasa dalam Buddha adalah ketenangan batin seperti buah dari praktik agama Buddha apapun.

“Ketenangan batin tidak menimbulkan ledakan keserakaan, kesombongan dan ego atau gelap batin bukan materi atau adiduniawi” tutur Pandita Muda Dhammatejo Wahyudi A R.

Sapta Dharma

Puasa dalam Sapta Darma sangat bermanfaat untuk pengendalian hawa nafsu dalam kehidupan sehari-hari. Nafsu-nafsu dalam ajaran Sapta Darma disimbolkan dalam lingkaran hitam (mulut), merah (telinga), kuning (mata), dan putih (hidung). Semuanya sesuai dengan yang ada dalam wahyu Simbul Pribadi Manusia.

“Manusia yang bisa mengendalikan hawa nafsunya akan menjadi manusia yang berbudi luhur, memiliki kewaskitaan atau keutamaan agar hidupnya bisa bahagia di dunia maupun di alam langgeng,” terang Dwi Setiyani Utami, Sekretaris Persatuan Warga Sapta Darma Jawa Tengah.

Kalau makna dan manfaat berpuasa versimu sendiri apa nih, Millens? (Zulfa Anisah/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: