BerandaInspirasi Indonesia
Selasa, 6 Apr 2026 17:56

Hasil Ketekunan Menabung 14 Tahun; Penjual Nasi Naik Haji dari Semarang

Sosok warga Mangkang Semarang Supriyatun penjual nasi yang tekun menabung untuk menunaikan ibadah haji. (Inibaru.id/ Sundara)

Ketekunan Supriyatun penjual nasi di Kota Semarang, menabung bertahun-tahun dari dagangan dan pensiunan suami bisa berangkat ke Tanah Suci untuk ibadah haji.

Inibaru.id - Di ruang tamu rumahnya di Mangkang, Kota Semarang, Supriyatun tampak membuka-buka buku panduan haji sambil sesekali tersenyum. Tahun ini, dia dan suaminya, Sutarno, akhirnya mendapatkan kesempatan menunaikan perjalanan spiritual ke Tanah Suci setelah menunggu lebih dari satu dekade.

Perempuan 63 tahun ini menceritakan bahwa dia dan suaminya telah membulatkan tekad untuk pergi berhaji sejak 2012. Setelah berhasil mendaftarkan diri, mereka menabung sedikit demi sedikit dari hasil jualan nasi di Pasar Mangkang dan uang pensiunan suaminya.

"Saya berjualan nasi sudah 40 tahun. Menunya macam-macam. Ada soto, mangut, rames, gorengan. Harga murah, rames Rp5.000, soto Rp6.000," ucap Supriyatun saat ditemui Inibaru.id, Sabtu (4/4).

Setiap hari, Supriyatun bangun dini hari sekali untuk menyiapkan jualannya. Mulai pukul 05.30 WIB, dia sudah berjualan di Pasar Mangkang sampai pukul 11.00 WIB.

Selain dari usaha warung nasi, tabungan haji mereka juga ditopang dari pensiunan suami Supriyatun. Diketahui Sutarno merupakan ASN di Pemkot Semarang yang terakhir bertugas di Dinas Perdagangan, tapi tetap produktif setelah purna tugas dengan bertani dan berternak.

"Setiap hari saya titipkan uang ke bank keliling, kadang Rp10.000, kadang Rp20.000. Kalau ada kebutuhan mendesak, saya ambil sebagian dulu," paparnya.

Persiapan Fisik dan Mental

Dalam beberapa minggu terakhir, Supriyatun dan suaminya rutin melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki setiap pagi. Hal tersebut sebagai upaya menjaga kebugaran dan menyiapkan diri menghadapi teriknya udara Mekkah nanti.

Pasangan ini akan berangkat ke Tanah Suci pada 29 April 2026, tergabung dalam kloter 27. Awalnya mereka dijadwalkan berangkat pada 2023, tapi terpaksa ditunda karena adanya wabah pandemi Covid-19.

"Setengah tahun terakhir saya ikut manasik haji setiap minggu di Islamic Center Semarang. Kesehatan saya dan suami juga dinyatakan baik oleh puskesmas," jelasnya.

Supriyatun juga menyiapkan beberapa makanan favoritnya untuk dibawa ke Tanah Suci. Tidak sekadar untuk dinikmati, tapi juga sebagai pengingat hangatnya rumah dan keluarga selama menunaikan ibadah haji di Mekkah.

"Ada serondeng, sambal pecel, abon, kering tempe, kering teri. Saya bawa dari rumah, jaga-jaga kalau di sana tidak cocok," imbuhnya seraya tersenyum.

Menjelang hari keberangkatan, detak jantung Supriyatun kian cepat. Haru dan bahagia bercampur, karena sebentar lagi mimpi mereka menunaikan Rukun Islam ke-5 akan segera terwujud.

Setibanya di Mekkah nanti, harapannya cukup sederhana, yakni bisa beribadah dengan khusyuk dan mendoakan orang-orang terdekat agar mereka pun bisa merasakan pengalaman menunaikan haji.

"Harapannya, saya bisa mendoakan semua, anak-anak, cucu, dan tetangga," ungkapnya. "Semoga diberi kesehatan dan rezeki yang lancar, sehingga mereka juga bisa menunaikan ibadah haji."

Ketekunan Supriyatun jadi inspirasi nyata, bukti bahwa kesabaran dan kerja keras dari jualan nasi selama bertahun-tahun bisa mewujudkan mimpi besar menunaikan ibadah haji. Kamu juga bisa, Gez! (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengapa di Label Informasi Gizi Makanan Ada Tulisan yang Dicetak Tebal?

23 Mar 2026

Segarnya Pemandangan Alam Air Terjun Kembang Soka di Kulon Progo, DIY

23 Mar 2026

Induced Demand dan Paradoks Pembangunan Jalan di Wilayah Urban

23 Mar 2026

Halalbihalal: Tradisi Pemersatu Bangsa yang Lahir dari Diplomasi Politik dan Seruan Pedagang Martabak

23 Mar 2026

Panci Presto Disulap Jadi Alat Sterilisasi Pangan, Solusi Murah buat UMKM Naik Kelas

23 Mar 2026

Menu Kuliner Nusantara saat Halalbihalal di Semarang, Ini Rekomendasinya!

24 Mar 2026

Cantiknya Pemandangan Alam Lembah Manah di Sluke, Kabupaten Rembang

24 Mar 2026

Hangat dan Sederhana; Berlebaran dengan Harira di Maroko

24 Mar 2026

Dehidrasi Bisa Bikin Mood Berantakan dan Otak Lemot

24 Mar 2026

Okupansi 'Hotel Anabul' Pet Central Semarang Full selama Periode Mudik

24 Mar 2026

Lapangan Tanah Liat Hijau Terbukti Lebih Cepat Capai Net Zero

24 Mar 2026

Lebih dari Sekadar Pantai, Begini Serunya Main ke Pantai Balongan Rembang

25 Mar 2026

Rekomendasi Restoran Ramen Halal di Tokyo yang Bisa Kamu Coba

25 Mar 2026

Masjid Agung Sang Cipta Rasa dan Bentuk Cinta Sunan Gunung Jati untuk Istri

25 Mar 2026

Lelah Jadi 'Hustle Culture'? Saatnya Beralih ke Soft Living

25 Mar 2026

Tari Serimpi Sangupati; Diplomasi Cantik Keraton Jawa yang Siapkan Peluru buat Penjajah

25 Mar 2026

Tips Mendapatkan Spot Hanami untuk Melihat Bunga Sakura di Jepang

26 Mar 2026

Menilik Keindahan Puncak Gunung Mundri di Kecamatan Jepon, Blora

26 Mar 2026

Stevanus Ming, Juru Bahasa Isyarat yang Selalu Suarakan Teman-Teman Tuli

26 Mar 2026

Festival Balon Udara Kembaran, Daya Tarik Wonosobo Sepekan setelah Lebaran

26 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: