BerandaHits
Sabtu, 17 Nov 2023 09:03

Tiket Mahal, Worth Nggak Kalau Coldplay Konser Lagi di Indonesia?

Konser Coldplay di Jakarta berlangsung meriah. (Inibaru.id/ Arie Widodo)

Tiket konsernya dijual mahal, kasus-kasus chaos konser Coldplay pun viral di media sosial. Banyak penonton yang mengalami masalah hingga kerugian. Lantas, apakah bakal worth jika Coldplay konser di Jakarta lagi?

Inibaru.id – Konser Coldplay di Jakarta sudah selesai digelar pada Rabu (15/11/2023) malam. Bagi yang mampu melihat secara langsung band asal Inggris ini, tentu merasakan kepuasan. Apalagi, konser tersebut berlangsung penuh magis. Banyak orang yang terlihat menangis haru karena bisa merasakan kemeriahan yang selama ini hanya bisa dilihat di video-video.

Pihak Coldplay sendiri mengaku senang dengan antusiasme penggemar di Indonesia. Christ Martin, sang vokalis menyukai semangat dari 80 ribu orang yang memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dari awal hingga lagu terakhir. Dia bahkan berjanji akan kembali ke Indonesia di masa depan.

“Terima kasih untuk kalian semua yang datang ke sini. Kami akan kembali,” ucapnya di tengah konser.

Karena ada ucapan akan kembali, tentu muncul harapan bahwa Coldplay akan mengadakan konser kembali di Indonesia di masa depan. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi penggemar Coldplay yang kemarin nggak kebagian tiket. Tapi, mengingat ada banyak kekurangan yang terjadi pada konser tersebut, apakah worth kalau konser tersebut diadakan kembali di Indonesia?

Asal kamu tahu, beberapa jam sebelum konser berlangsung, Jakarta mengalami kemacetan parah gara-gara banyak penggemar Coldplay yang kesulitan mencari tempat parkir di sekitar Stadion GBK.

Antrean penonton yang perlu memindai tiket. (Inibaru.id/ Arie Widodo)

Solusinya, mereka naik kendaraan umum seperti Trans Jakarta atau MRT. Tapi, tatkala sudah mampu mencapai Stadion GBK, mereka kembali dihadapkan dengan sejumlah chaos yang sampai viral di media sosial.

Antrean yang mengular karena dipenuhi ribuan orang yang berdesak-desakan demi bisa segera melakukan pemindaian tiket terjadi di hampir seluruh gate. Selama lebih dari satu jam, banyak penonton yang berdesakan sampai berkeringat dan kekurangan oksigen.

“Iya tadi ada orang memanggil ,'Medis, medis!' Mungkin ada yang pingsan. Tapi aku nggak lihat karena aku nggak tinggi. Aku sendiri takut karena sudah keringatan parah dan ngerasa napasnya nggak segar pas antre tadi,” ucap salah seorang penonton konser yang masuk di gerbang untuk Kategori 3, Linda.

Di gerbang-gerbang kategori lainnya, kekacauan lebih parah dan sampai viral di media sosial. Ada penonton yang tiketnya nggak bisa di-scan. Alasannya, barcode tiketnya sudah di-scan orang lain. Padahal, yang bersangkutan sudah membeli tiket tersebut dengan biaya cukup mahal.

Bahkan, Gate Ultimate akhirnya jebol oleh orang-orang yang sudah nggak sabar dan terus berdesakan karena antrean yang lama sementara konser Coldplay bakal segera digelar.

Sejumlah stan air minum isi ulang sudah habis saat penonton pengin isi ulang. (Inibaru.id/ Arie Widodo)

Bagi penonton yang sudah bisa masuk gate, juga kesulitan untuk mengisi air minum isi ulang yang seharusnya sudah disediakan panitia. Alasannya, air minumnya habis. Padahal, sebelumnya penonton disarankan membawa wadah air minum sendiri agar bisa melakukan isi ulang di sana.

Meski kekurangan-kekurangan tersebut memang cukup fatal, nyatanya foto-foto dan video yang diunggah penonton konser Coldplay di Stadion GBK terus bermunculan dan viral di media sosial. Tandanya, konser ini memang memuaskan dan sangat worth meski harga tiketnya cukup mahal, yakni dari Rp800 ribu sampai Rp11 juta.

“Aku beli tiket Rp3,9 juta. Tapi ini pengalaman sekali seumur hidup bisa nonton Coldplay langsung, dan ternyata memang sangat memuaskan. Kalau ada lagi konsernya di sini sepertinya aku juga bakal ikutan ticket war lagi,” ungkap salah seorang penonton dari Jakarta, Hana.

Yap, pengalaman menonton konser Coldplay memang masih jadi daya tarik utama jika band ini kembali menggelar konser di Indonesia. Tapi, mengingat chaos konser Coldplay sampai viral di media sosial, ada baiknya pihak penyelenggara melakukan perbaikan agar hal-hal ini nggak terjadi lagi andai Coldplay memang benar kembali manggung di sini. (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: