BerandaHits
Rabu, 12 Feb 2019 12:39

Panduan Sebelum Memesan Tiket KA Prameks Secara Daring

Membeli tiket kereta via KAI Access. (Thecocopost)

Kereta Api Prambanan Ekspress (KA Prameks) sudah bisa dipesan emlalui aplikasi resmi milik KAI. Kendati demikian, ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum memesan KA Prameks secara daring.

Inibaru.id – Mulai 1 Februari 2019, tiket kereta api Prambanan Ekspress (KA Prameks) rute Solo-Yogyakarta-Kutoarjo bisa dipesan secara daring melalui KAI Access. Lewat aplikasi resmi PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) itu, para calon penumpang nggak harus membeli tiket langsung di stasiun terdekat.

Kendati demikian, ada beberapa hal yang perlu kamu cermati sebelum memesan tiket KA Prameks secara daring, Millens. Simak ulasan berikut, ya!

Hanya Tersedia di KAI Access

Selama ini, PT KAI menyediakan dua cara pemesanan tiket secara daring. Pertama, masyarakat bisa memesan tiket kereta lewat laman kai.id. Cara lain adalah dengan memesan lewat aplikasi besutan PT KAI yang disebut KAI Access. Untuk cara kedua, tentunya kamu harus memasang aplikasi itu terlebih dulu di ponsel sebelum memesan.

Nah, setelah memasang KAI Access, kamu tinggal mendaftar akun di aplilkasi ini. Pemesanan tiket KA Prameks bisa dilakukan sejak H-7 hingga 5 menit sebelum kereta berangkat. Namun, satu kali transaksi hanya diperbolehkan membeli satu tiket dengan batasan pemesanan 15 kali dalam sehari.

Pembayaran lewat E-Wallet

Kendati mudah melakukan pemesanan secara daring, banyak warganet Twitter yang mengeluhkan sulitnya melakukan pembayaran tiket KA Prameks. Ini karena pembayaran hanya dapat dilakukan menggunakan e-wallet baik itu TCASH, Mandiri e-cash, ataupun UnikQU. Padahal, tidak semua pengguna KA Prameks memiliki e-wallet.

Hal yang berbeda berlaku jika kamu ingin membeli tiket jenis lainnya seperti kereta antarkota jarak jauh. Saat memesan tiket kereta itu, kamu masih bisa membayarnya lewat ritel minimarket modern atau cukup dengan mentransfer via ATM.

Agus Komarudin, Humas PT KAI menyebut pembayaran tiket KA Prameks memang belum bisa dilakukan lewat kanal eksternal seperti ATM atau minimarket karena jika memakai kanal tersebut, akan dikenakan biaya tambahan.

“Kalau memakai selain e-wallet bisa dikenakan biaya tambahan sampai Rp7.500. Kalau pakai e-wallet hanya 0,15 persen dari harga tiket. Secara logika, kita beli tiket Prameks hanya Rp 8 ribu tapi kalau bayar via kanal eksternal biaya tambahannya hampir 100 persen,” terang Agus seperti ditulis Kompas.com, Selasa (5/2/2019).

Agus menyebut harga tiket Rp 8 ribu ini sudah mencakup biaya administrasi e-wallet, jadi lebih praktis.

Masih Bisa Dibeli Offline

Kendati sudah bisa dipesan secara daring, calon penumpang KA Prameks tetap bisa membeli tiket secara offline, kok, selagi tiket masih tersedia. Kamu sudah bisa memesannya langsung di stasiun sejak H-7.

Berbeda dengan pemesanan daring, di stasiun, kamu bisa memesan empat tiket sekaligus dalam sekali transaksi. Meski begitu, jam pemesanan tiket hanya dibuka mulai pukul 09.00 hingga 16.00 saja. Selain jam-jam itu, kamu nggak bisa lagi membeli tiket KA Prameks di loket stasiun.

Menurutmu, sistem pemesanan daring seperti ini efektif nggak, Millens? (IB09/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: