BerandaHits
Rabu, 10 Feb 2026 15:01

Terkait BPJS PBI, Menkes Pastikan Pasien Kronis Tetap Dapat Layanan Kesehatan

Menkes Budi Gunadi Sadikin ditemani Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat menjelaskan polemik BPJS PBI di Kota Semarang. (Inibaru.id/ Sundara)

Menkes Budi Gunadi Sadikin akhirnya buka suara soal kisruh BPJS PBI dan menegaskan pemerintah mengambil langkah cepat agar layanan pasien penyakit kronis tidak terhenti.

Inibaru.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin akhirnya angkat bicara merespons kegelisahan masyarakat terkait penonaktifan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Untuk yang belum tahu, BPJS Kesehatan PBI diberikan pemerintah untuk masyarakat kurang mampu. Mereka nggak perlu membayar iuran dan tetap mendapat layanan kesehatan. Berbeda dengan peserta mandiri yang harus menyisihkan uang bulanan, iuran peserta segmen ini dibayarkan sepenuhnya oleh pemerintah.\

Biaya iuran BPJS Kesehatan PBI ditanggung oleh APBN, dengan tujuan agar masyarakat miskin tetap bisa mendapatkan layanan medis tanpa memikirkan biaya. Namun, mulai 2026, kebijakan ini semakin diperketat untuk memastikan subsidi negara benar-benar jatuh ke tangan yang tepat.

Berbicara seusai meninjau program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Pandanaran, Kota Semarang, Selasa (10/2/2026) pagi, Budi memastikan bahwa BPJS PBI pasien dengan penyakit kronis atau katastrofik akan kembali diaktifkan maksimal selama tiga bulan agar nggak kehilangan akses layanan medis.

"Pemerintah telah merumuskan solusi bersama DPR RI setelah menerima berbagai keluhan dari daerah," tuturnya kepada wartawan. "Kami sudah bertemu DPR RI yang dipimpin Pak Dasco. Kesimpulannya, semua pasien penyakit kronis tetap dijamin BPJS PBI, bukan hanya cuci darah."

Menurutnya, pasien gagal ginjal menjadi kelompok yang paling rentan terdampak apabila kepesertaan terhenti. Pasalnya, prosedur hemodialisis harus dilakukan dua hingga tiga kali setiap pekan dan nggak bisa ditunda.

Budi juga menyoroti pasien kanker yang memerlukan kemoterapi maupun radioterapi secara intensif, bahkan harus setiap hari dalam satu siklus perawatan. Selain itu, penderita talasemia yang bergantung pada transfusi darah rutin juga masuk dalam kategori prioritas.

Berbagai penyakit tersebut, kata Budi, nggak boleh mengalami jeda pengobatan sedikit pun karena berpotensi berujung fatal. Karena itu, pemerintah sepakat mengaktifkan kembali secara otomatis seluruh peserta PBI yang mengidap penyakit katastrofik dan sempat dinonaktifkan.

"Penyakit-penyakit ini, kami sudah setuju, semua orang yang tadinya anggota PBI akan direaktivasi secara otomatis," paparnya.

Ditinjau Ulang setelah Tiga Bulan

Menkes Budi Gunadi Sadikin saat meninjau program CKG di Puskemas Pandanaran Kota Semarang. (Inibaru.id/ Sundara)

Menkes memastikan proses reaktivasi nggak akan membebani pasien. Masyarakat nggak perlu datang ke puskesmas atau pun dinas sosial (dinsos) karena sistem akan memperbarui status kepesertaan secara otomatis.

"Proses reaktivasi maksimal tiga bulan. Karena dalam tiga bulan ini keputusan kedua akan dicek, apakah benar-benar mereka ini adalah target PBI atau bukan," paparnya. "Selama masa transisi, kami akan verifikasi ulang kondisi sosial ekonomi peserta."

Mereka yang dinilai sudah mampu akan dievaluasi agar kuota PBI dapat dialihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan. Proses ini akan melibatkan Kementerian Sosial (Kemensos), BPJS Kesehatan, serta pemerintah daerah (pemda).

"Semisal peserta PBI punya kredit Bank Mandiri dengan limit Rp25 juta atau daya listrik rumah 6.600 watt, itu bukan PBI. Akan kami evaluasi agar jatah itu bisa diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," tegasnya.

Nggak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan skema komunikasi baru agar perubahan status kepesertaan nggak akan lagi terjadi secara mendadak. BPJS Kesehatan akan diberi waktu lebih panjang untuk melakukan sosialisasi keputusan kepada peserta sebelum diberlakukan.

"Bapak Presiden berpesan, pastikan masyarakat yang punya penyakit katastrofis tidak tertunda layanannya," tukasnya.

Polemik penonaktifan BPJS PBI yang membuat layanan kesehatan warga terganggu ini adalah pelajaran berharga untuk para pengampu kebijakan; agar bertindak lebih bijak sebelum mengambil keputusan. Gimana menurutmu, Gez? (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Tanggapan Warga Terkait Kemungkinan Harga BBM Naik pada 1 April 2026

31 Mar 2026

Benar Nggak Sih Mengaktifkan Mode Pesawat Bikin Durasi Ngecas HP Jadi Lebih Cepat?

31 Mar 2026

April Mop atau April Panas? Intip Bocoran Cuaca BMKG Sepekan ke Depan!

31 Mar 2026

Stres Kok Sampai Meriang? Mari Kenalan dengan Demam Psikogenik

31 Mar 2026

Persiapan Menghadapi Fenomena Alam Godzilla El Nino pada Musim Kemarau Nanti, Apa Saja?

1 Apr 2026

Memakai BBM yang Ditimbun Lama, Berbahaya Buat Kendaraan Nggak, Ya?

1 Apr 2026

Legenda Azan Pitu di Cirebon; Kisah Para Muazin Melawan Ilmu Hitam

1 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: