BerandaHits
Sabtu, 16 Apr 2021 13:07

Sunan Kudus dan Rajah Kalacakra yang Melengserkan Jabatan

Banyak pejabat nggak berani masuk Masjid Menara Kudus. (Inibaru.id/Rafida Azzundhani)

Hingga kini, banyak pejabat nggak berani masuk ke Masjid Menara Kudus. Hal ini disebabkan oleh doa sakti Sunan Kudus yang bisa membuat para pejabat atau politisi ini kehilangan kekuasaan dan pengaruhnya. Seperti apa sih kisah lengkapnya?

Inibaru.id – Mengunjungi tempat sakral biasanya banyak ditempuh pada pejabat untuk memperoleh posisi tertentu. Tapi sayangnya, nggak semuanya "aman" dikunjungi. Beberapa bahkan dipercaya mengandung tulah hingga bisa membuat jabatan melayang.

Ngomong-ngomong soal tempat yang berbahaya dikunjungi pejabat, kamu mungkin nggak akan menyangka kalau salah satunya ada di Kudus. Yap, para pejabat sangat menghindari memasuki kawasan Masjid Menara Kudus atau Masjid Al Aqso. Banyak yang percaya jabatan bisa lengser jika melewati salah satu pintunya.

Nah, kepercayaan ini disebabkan oleh Sunan Kudus memasang Rajah Penumbang Pejabat di pintu Masjid Menara Kudus.

“Banyak yang datang ke sini, yang melewati gerbang itu, akan tumbang dari jabatannya. Kami punya datanya karena setiap tamu ada daftarnya,” ucap Dosen Pasca Sarjana STAIN Kudus yang juga Pengurus Komunitas Menara Kudus Abdul Jalil, Jumat (6/10/2017).

Kisah Sunan Kudus Memasang Rajah Penumbang Pejabat

Nama populer dari Rajah Penumbang Pejabat ini adalah Rajah Kalacakra. Sunan Kudus kabarnya memasangnya di gerbang menuju masjid yang juga bisa dipakai untuk mengakses bagian makam.

Menurut Abdul Jalil, Sunan Kudus memasangnya agar siapapun yang berziarah ke Menara Kudus harus datang dengan hati yang bersih dan meninggalkan kepentingan duniawi, khususnya kekuasaan.

Ada sejarah yang mengilhami keputusan Sunan Kudus untuk memasangnya. Jadi, dulu, terjadi pertikaian para pewaris tahta Kerajaan Demak usai Pati Unus, raja keduanya meninggal. Nggak hanya ingin melerai pertikaian ini, Sunan Kudus nggak ingin Panti Kudus, pesantren yang diasuhnya terdampak pengaruh politik.

Salah satu pintu yang ada di Masjid Menara Kudus. (Inibaru.id/Rafida Azzundhani)

Sultan Trenggono, pemimpin Kerajaan Demak saat itu nggak mendapatkan dukungan penuh dari kalangan internal. Sejumlah pangeran yang mengincar tahta pun melakukan konspirasi demi saling menjatuhkan.

Puncak kekacauan terjadi saat Hadiwijaya, menantu dari Sultan Trenggono mengangkat dirinya sendiri sebagai raja dan kemudian memindahkan pusat pemerintahan dari Demak ke Pajang yang dekat dengan Solo. Haryo Penangsang nggak terima dengan hal ini. Dia merasa lebih berhak menjadi raja daripada Hadiwijaya. Nah, kedua pihak kemudian datang ke Sunan Kudus untuk meminta wejangan atas hal ini.

Sunan Kudus yang jengah dengan hal ini meminta keduanya harus menanggalkan kekuasaan dan ambisi politiknya. Hal ini membuatnya memilih untuk memasang Rajah Kalacakra demi melunturkan ambisi politik dan kekuasaan tersebut di pintu masuk Panti Kudus.

Sayangnya, hanya Haryo Penangsang yang melewati Rajah Kalacakra. Hadiwijaya justru melewati jalan lain. Pada akhirnya, Haryo Penangsanglah yang akhirnya kehilangan kekuasaan dan pengaruhnya.

Dianggap Mitos, Namun Dipercaya Banyak Pejabat

Abdul Jalil nggak sepakat kalau masih ada yang menyebut rajah ini sebagai mitos. Dia bersikukuh memiliki data, peristiwa dan bukti dari keberadaan Rajah. Apalagi, hal ini banyak dipercaya para pejabat, khususnya yang nggak tahu di pintu sebelah mana Sunan Kudus memasangnya.

“Jika hendak ke Menara Kudus, jangan niatnya cuma mampir apalagi punya kepentingan politik,” pungkas Abdul Jalil.

Menarik juga ya, Millens. Kalau kamu pernah lihat nggak pejabat masuk Masjid Menara Kudus? (Det/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: