BerandaHits
Jumat, 24 Apr 2025 14:01

Ribuan CPNS 2024 Mundur, Apa yang Terjadi?

Ilustrasi: Sebanyak 1.967 CPNS 2024 memilih mengundurkan diri. (Menpan)

Sudah dinyatakan diterima, tapi ribuan CPNS 2024 akhirnya memilih mundur dari profesi yang sebelumnya dianggap menjamin stabilitas gaji dan status sosial mentereng ini. Apa yang sebenarnya tengah terjadi?

Inibaru.id - Aparatur sipil negara (ASN) atau yang lebih dikenal sebagai pegawai negeri sipil (PNS) acap dianggap sebagai pekerjaan menjanjikan di Indonesia. Gaji tetap yang memadai dan kemungkinan mendapatkan uang pensiun pada hari tua membuat banyak orang menjadikannya sebagai profesi idaman.

Tiap kali pendaftaran Calon PNS (CPNS) dibuka, ribuan orang akan mengantre untuk melamar. Nggak sedikit yang mempersiapkannya jauh-jauh hari agar bisa lolos tes CPNS, bahkan sampai keluar uang untuk ikut les atau membeli modul agar bisa mendapatkan nilai terbaik.

Ini pulalah yang dilakukan adik dari Danu Tirta. Via media sosial, Danu bercerita bahwa sang adik, yang nggak mau dia spill namanya melakukan cukup banyak upaya sebelum mengikuti tes CPNS tahun lalu. Maka, dia mengaku sedih saat mengetahui bahwa adiknya memutuskan mundur setelah sebelumnya dinyatakan lolos CPNS.

"Aku ikut kecewa; lebih tepatnya sedih, tapi aku paham kenapa dia pilih mundur," tuturnya via pesan pribadi, Rabu (23/4/2025) malam. "Gaji kecil, penempatan ndak sesuai."

Ribuan CPNS 2024 Mundur

Adik dari Danu adalah satu dari ribuan CPNS 2024 yang memutuskan mundur sebagaimana dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh pada Selasa (22/4) lalu.

"Ada 1.967 (CPNS 2024) yang mengundurkan diri," lontarnya di hadapan peserta Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI yang digelar di Jakarta Pusat.

Zudan mengungkapkan, kebanyakan CPNS 2024 mundur sebagai imbas dari skema optimalisasi yang diterapkan pemerintah. Dalam skema tersebut, CPNS yang semula nggak lolos di lokasi pilihannya akan diarahkan ke daerah lain yang memungkinkan dia diterima.

"Misal, ada CPNS dosen yang tidak diterima di lokasi pilihannya di Jember, tapi ada formasi serupa di Kupang yang nol pelamar. Pelamar dengan nilai teratas (yang nggak diterima di Jember) akan diarahkan ke Kupang dan diterima di sana," terangnya.

Penempatan di Luar Perhitungan

Ilustrasi: Sebagian besar CPNS 2024 memilih mengundurkan diri karena gaji yang diterima terlalu kecil dan lokasi penempatan nggak sesuai. (Riau Mandiri)

Zudan menjelaskan, kebanyakan CPNS yang mundur adalah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Seperti alasan yang diungkapkan adik Danu, alasan gaji kecil dan penempatan yang nggak sesuai memang menjadi alasan utama yang dikeluhkan sebagian besar CPNS yang ujung-ujungnya memutuskan untuk mengundurkan diri.

Meski sering dianggap menjanjikan "keamanan" finansial yang lebih baik ketimbang menjadi karyawan swasta, Danu mengungkapkan, adiknya tetap memilih mundur karena dia mendapatkan penempatan yang di luar ekspektasi dan perhitungannya.

"Sebelum memutuskan melamar di satu institusi, aku yakin dia sudah memikirkan betul rencana ke depannya, terlebih adikku perempuan. Dia pasti berhitung dan penempatan barunya ini kurang cocok dengan perhitungannya," terang lelaki yang kini bekerja sebagai karyawan swasta di Bandung tersebut.

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Mengutip CNN Indonesia, Kamis (24/4), ahli ekonomi dari Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) Shofie az Zahra mengungkapkan, fenomena mundurnya CPNS ini adalah gambaran bahwa di kalangan anak muda, PNS nggak lagi dipandang sebagai profesi yang menjamin stabilitas dan status sosial.

"Sekarang generasi muda banyak yang lebih mengutamakan fleksibilitas kerja dan kompensasi yang sebanding dengan beban kerja serta kualitas hidup," tuturnya Rabu (23/4). "Penempatan di daerah tanpa dukungan fasilitas memadai dan gaji kompetitif akan mendorong ketidaktertarikan ini."

Menurut Shofie, pemerintah harus melakukan reformasi struktural untuk memastikan sistem penempatan PNS nggak semata bersifat administratif, tapi juga mempertimbangkan aspek lain seperti insentif, pengembangan karier, dan kesiapan infrastruktur di daerah; untuk mereduksi risiko CPNS mengundurkan diri.

Setali tiga uang, pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menyatakan, fenomena ini adalah bukti bahwa janji akan gaji tetap dan status sosial sebagai abdi negara nggak lagi menyilaukan bagi anak muda.

"Pemerintah sepertinya perlu mengelola penempatan ASN dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan berbasis data; agar tidak semata untuk kebutuhan birokrasi, tapi juga melibatkan pemetaan potensi daerah dan profil kompetensi pelamar," tutupnya.

Menyoal sistem perekrutan CPNS yang selalu menitikberatkan pada lokasi dan formasi memang akan selalu melibatkan diskusi panjang yang melelahkan. Menurutmu, perbaikan apa yang harus dilakukan agar situasi ini nggak terulang lagi, Millens? (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: