BerandaHits
Sabtu, 30 Agu 2024 08:51

Polisi Ringkus Pelaku Penjualan Mobil Bodong di Jateng

Dua pelaku penjualan mobil bodong yang beraksi sejak 2020 diamankan Polda Jateng. (Inibaru.id/ Danny Adriadhi Utama)

Polisi meringkus dua pelaku penjualan mobil bodong di Jateng. Dua pelaku pemodal sudah beraksi sejak 2020.

Inibaru.id - Polisi membongkar jaringan jual beli mobil bodong di wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah. Dua tersangka masing-masing Bangkit atau BK (52) dan Dias atau GY (43) jaringan Sukoharjo merupakan pemodal yang menguasai jaringan bisnis jual beli mobil bodong di daerah Jawa Tengah.

Wakapolda Jateng Brigjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan kedua pelaku yang menampung mobil bodong dari kredit macet dan dijual lewat medsos dengan keuntungan berlipat.

"Jadi kedua orang ini pemodal, cari mobil dari orang yang mau putus kredit. Mobil itu dibeli dan ditampung di tempat cucian mobil. Jadi secara sekilas tidak kelihatan itu tempat penampungan mobil bodong," kata Wakapolda Jateng Brigjen Pol Agus Suryonugroho, Kamis (29/8).

Terbongkarnya kelompok ini dimulai dari informasi Polda Metro Jaya terkait aktivitas jual-beli mobil bodong yang berjejaring di Jawa Tengah.

"Dari informasi tersebut kami dalami selama 1 minggu hingga akhirnya ditangkaplah dua tersangka ini," ujar Agus di Mapolda Jateng.

Kedua tersangka ditangkap di daerah Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (30/7) pukul 22.00 WIB. Polisi juga mengamankan 19 mobil yang terparkir di tempat cucian mobil dan 10 STNK.

Sejak 2020

Sejumlah mobil bodong yang disita di Polda Jateng, Kamis (29/8). (Inibaru.id/ Danny Adriadhi Utama).

Menurut Agus, kedua tersangka sudah memulai berbisnis jual beli mobil bodong sejak tahun 2020. Mereka patungan untuk memulai bisnis ini dengan modal masing-masing Rp300 juta. Dari usahanya itu, rata-rata sebulan mereka mampu menjual 3-4 unit mobil.

Berdasarkan pengakuan tersangka, menjual mobil bodong bisa mendatangkan keuntungan hingga puluhan juta per mobil. Penjualan paling besar yaitu Fortuner VRZ yang dibeli Rp160 juta, lalu dijual dengan harga Rp200 juta.

Rata-rata beli mobil Rp40 jual bisa sampai Rp90 juta. Jual mobil berapa unit tidak ingat," kata salah seorang tersangka, Diaz.

Sementara, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Pol Johanson Ronald Simamora mengatakan, para tersangka mendapatkan suplai mobil bodong dari pihak kedua dan ketiga yang menghimpun dari mobil yang alami kredit macet di finance.

Oleh karena itu, mobil hanya dilengkapi Surat Tanpa Nomor Kendaraan (STNK) tanpa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Pihaknya juga menemukan satu STNK palsu yang informasinya dibeli dari Bandung seharga Rp3 juta.

"Mobil dikumpulkan di tempat cucian mobil di Sukoharjo lalu ditawarkan ke pembeli lewat Facebook dan WhatsApp. Mereka biasanya bisa untung dua kali lipat bermodal hanya STNK," ungkapnya.

Perwira yang biasa disapa Jorosima ini menyebut, para tersangka memperoleh mobil bodong dari daerah Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Korban paling dirugikan dari bisnis ilegal ini adalah pihak leasing. "Pembeli mayoritas dari Jawa Tengah. Sebelum terjual, mobil direntalkan dulu sebelum sembari menunggu pembeli," katanya.

Para tersangka dijerat Pasal 481 dan pasal 480 KUHP junto pasal 55 dan 56 KUHP. Hukuman maksimal 7 tahun. (Danny Adriadhi Utama/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Viral, Harga Boneka Monyet Punch Naik Gila-gilaan di Internet!

24 Feb 2026

Negara Mana dengan Durasi Puasa 2026 yang Terlama dan Tersingkat?

24 Feb 2026

Menyusuri Peran Para Tionghoa di Kudus via Walking Tour 'Jejak Naga di Timur Kota'

24 Feb 2026

Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang akan Rutin Bersihkan Sedimentasi Sungai

24 Feb 2026

Mudik 2026, Daop 4 Semarang 'Diserbu' 305 Ribu Penumpang

24 Feb 2026

Kawal Mimpi Situs Patiayam ke Level Nasional, Lestari Moerdijat: Secara Keilmuan Sudah Sangat Layak!

24 Feb 2026

Kapan Deadline Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax?

25 Feb 2026

Serunya Petualangan Ngabuburit Sambil Naik KRL Solo-Jogja

25 Feb 2026

Seleksi Jabatan Sekda Kota Semarang, Terbuka untuk Seluruh ASN di Tanah Air

25 Feb 2026

AMSI: Perjanjian Dagang RI–AS Jangan Gerus Kedaulatan Kebijakan Pers Kita!

25 Feb 2026

Mitos Transfusi Darah Batalkan Puasa, Pendonor di PMI Semarang Turun Drastis

25 Feb 2026

Nggak Ada Daerah yang Berhasil Raih Adipura 2026, Ini Sebabnya

25 Feb 2026

Mudik Eksklusif Jakarta-Solo-Jogja Makin 'Vibes' dengan Kereta Panoramic

25 Feb 2026

Cerita Jalur Kereta Terpanjang di Dunia: Trans-Siberian Railway

26 Feb 2026

Eksis Sejak 1955, Percetakan Menara Kudus Terus Konsisten Produksi Al-Quran Fisik

26 Feb 2026

Tradisi Ngabuburit di Jalur Kereta Api, KAI Daop 4 Semarang: Membahayakan!

26 Feb 2026

Berburu Patin Monster di Danau Semarang Zoo, Berbekal Joran dan Rasa Penasaran

26 Feb 2026

Bukan Sekadar Berisik, Tradisi Tongtek Jepara Adalah Simbol Solidaritas dan Kreativitas Tanpa Batas!

26 Feb 2026

Mizab Al Rahman, Talang Emas Berduri Ka’bah yang Penuh Berkah

26 Feb 2026

Hanya Eksis di Ramadan, Begini Kelezatan Petis Bumbon Khas Semarang

27 Feb 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: