BerandaHits
Kamis, 1 Sep 2021 08:00

Nggak Habis Thinking, Muncul Isu Korupsi Dana Pembelian Mayat, Kok Bisa?

Muncul isu korupsi dana pembelian mayat untuk kampus. (Tribunnews)

Universitas Tadulako di Palu, Sulawesi Tengah diguncang isu korupsi. Ada banyak dugaan kasus korupsi di sana, termasuk dugaan korupsi dana pembelian mayat. Seperti apa sih cerita selengkapnya?

Inibaru.id – Kasus korupsi di Indonesia memang sudah sangat parah. Bahkan, praktiknya sudah sampai ke level kampus, di mana banyak orang masih menganggap tempat ini memiliki integritas yang tinggi. Nah, kali ini, yang disorot adalah petinggi Universitas Tadulako yang terseret korupsi dana pembelian mayat kampus. Kamu nggak salah melihat, Millens, dana pembelian mayat!

Yang melaporkan para petinggi kampus di Palu, Sulawesi Tengah ini bahkan para dosennya sendiri. Konon, kasus korupsi ini sudah ada sejak 2012!

Menurut keterangan Dekan Fakutas Ekonomi Universitas Tadulako 2019-2020 Muhtar Lutfi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Sabtu (28/8/2021) lalu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bakal melakukan audit di universitas tersebut.

Seluruh unit kerja administrasi kampus pun segera menyiapkan laporan pertanggungjawaban keuangan, khususnya yang terkait dengan anggaran perjalanan dinas luar negeri para dosen pada periode 2018-2020.

Alasan BPK turun tangan adalah kegaduhan di kampus yang dimulai dari Kelompok Peduli Kampus yang isinya adalah sejumlah dosen dan karyawan internal terkait penyalahgunaan anggaran 2019-2020. Kelompok ini melaporkan hal ini ke kejaksaan, kepolisian, dan KPK karena menganggap ada penyalahgunaan dana senilai Rp 56 miliar!

Dugaan penyalahgunaan ini ada di perjalanan dinas ke luar negeri, pembayaran remunerasi pejabat tinggi universitas, renovasi halaman gedung auditorium, hingga di proyek pengadaan sarana teknlogi informasi serta anggaran Persatuan Orang Tua Mahasiswa (Potma) Fakultas Kedokteran.

Meski di setiap sektor, dugaan penyelewengan nggak dibenarkan, permasalahan di Fakultas Kedokteran jadi sorotan. Kasus ini sebeanranya pernah dilaporkan ke polisi. Sayangnya, pihak Polda Sulteng menyebut kasus ini sudah ditutup pada Jumat (27/8) lalu.

Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako digemparkan dengan isu pengelolaan dana dari orang tua mahasiswa yang dipakai untuk berbagai keperluan, termasuk dana pembelian mayat. (untad.ac.id)

Salah seorang orang tua mahasiswa yang masuk Fakultas Kedokteran pada 2012, Jufri, mengaku menyumbang uang Rp 86 juta ke Potma. Sejak 2014, orang tua mulai mempertanyakan dana yang mereka berikan. Contohnya, menurut data 2012-2013, ada dana sebesar Rp 50 miliar yang terkumpul, tapi yang dipakai hanya Rp 10 miliar. Sisa Rp 40 miliar dikelola Rektorat dan nggak jelas pengelolaannya.

Menurut mantan Ketua Yayasan Potma Marhawati Mappatoba. Sumbangan para donatur ini untuk kebutuhan fakultas yang nggak bisa dibiayai universitas layaknya pembelian mayat untuk praktik mahasiswa.

Rektor Universitas Tadulako 2011-2019 Muhammad Basir Cyio membantah dirinya menggelapkan dana Rp 40 miliar dari Potma.

“Itu tuduhan yang sangat keji,” sergahnya.

Menurutnya, dana itu sudah dilaporkan dan sampai mendapatkan Surat Pengesahan Pendapatan dan belanja dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Palu sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Intinya sih, kalau menurut Basir, nggak ada masalah dengan uang tersebut.

Wah, jadi penasaran kira-kira sampai ke mana ya kasus ini kelanjutannya. Lumayan bikin heboh, lo, soalnya menyangkut dana pembelian mayat untuk praktik kampus. Hm. (Tem/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengintip Sisi Lain Nusakambangan yang Indah di Pantai Bantar Panjang

11 Jan 2026

Waroeng Sate Pak Dul Tjepiring, Tempat Makan yang Juga Museum Mini

11 Jan 2026

Bahaya yang Mengintai saat Anak Terlalu Cepat Diberi Gawai

11 Jan 2026

Lebih dari Menikmati Kopi, 'Ngopi' adalah tentang Koneksi dan Ekspresi Diri

11 Jan 2026

Sungai Finke Sudah Mengalir Sebelum Dinosaurus Lahir

11 Jan 2026

Musim Hujan Bikin Para Ibu Gampang Capek dan Baperan? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

11 Jan 2026

Menilik Keindahan Curug Merak di Kabupaten Temanggung

12 Jan 2026

Cara Naik Kereta 36+3 di Jepang yang Santai dan Kaya Pemandangan Indah

12 Jan 2026

Belenggu Musim Baratan bagi Nelayan; Gagal Melaut dan Terjerat Lintah Darat

12 Jan 2026

Koperasi hingga Budi Daya Ikan, Upaya Pemkot Bantu Nelayan Semarang hadapi Paceklik

12 Jan 2026

3 Kode dari Tubuh Kalau Kamu Alami Intoleransi Gluten!

12 Jan 2026

Akses Jalan Mulai Terbuka, Desa Tempur Jepara Perlahan Bangkit Pascalongsor

12 Jan 2026

'Project Y', Film Korea Terbaru yang Duetkan Aktris Papan Atas Korea Han So-hee dan Jun Jong-seo

13 Jan 2026

Cerita Legenda Puncak Syarif di Gunung Merbabu

13 Jan 2026

Merti Sendang Curug Sari dan Kampanye 'Nggodog Wedang' Warga Pakintelan Semarang

13 Jan 2026

In This Economy, Mengapa Orang Masih Berburu Emas meski Harga Sudah Tinggi?

13 Jan 2026

Riset Ungkap Kita Sering Merasa Kebal dari Dampak Perubahan Iklim

13 Jan 2026

Bolehkah Makan Malam Cuma Pakai Buah?

13 Jan 2026

Sebenarnya, Boleh Nggak Sih Merokok di Trotoar Kota Semarang?

14 Jan 2026

Paradoks Memiliki Anak di Korea, Dianggap Berkah Sekaligus Kutukan Finansial

14 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: