Inibaru.id – Siapa sih yang nggak tahu dongeng si Kancil? Dari kecil, kita selalu dicekoki cerita betapa "licin" dan cerdiknya hewan ini saat mengelabuhi buaya atau harimau. Tapi, pernah nggak kamu melihat sosok aslinya di alam liar?
Kenalin nih, namanya Kancil Jawa (Tragulus javanicus). Bukan sembarang pelanduk, hewan ini adalah penghuni asli alias endemik Pulau Jawa. Artinya, kamu nggak bakal nemuin spesies ini secara alami di belahan dunia lain.
Kancil Jawa sering dijuluki sebagai ungulata (hewan berkuku) terkecil di dunia. Bayangkan saja, panjang tubuhnya cuma sekitar 44–55 sentimeter dengan berat rata-rata 1,5 sampai 2 kilogram saja. Ukuran ini bahkan nggak lebih besar dari kelinci yang biasa kamu pelihara, lo!
Meski sekilas mirip rusa mini, Kancil Jawa punya ciri fisik yang unik:
- Warna Bulu: Cokelat kemerahan yang estetik dengan gradasi putih di bagian perut.
- Tanpa Tanduk: Beda sama rusa, kancil nggak punya tanduk.
- Taring Ikonik: Pejantan punya gigi taring yang memanjang keluar dari bibir. Gahar juga ya!
- Kaki Ramping: Punya kaki yang super jenjang dan ramping yang bikin mereka lincah bergerak di hutan lebat.
Si "Introvert" yang Suka Menyendiri
Kalau kamu mengira kancil itu hewan yang suka nongkrong bareng kawanannya, kamu salah besar. Kancil Jawa adalah hewan soliter alias lebih suka hidup menyendiri. Mereka cuma bakal terlihat berduaan kalau lagi musim kawin saja.
Selain itu, mereka termasuk kaum nokturnal. Saat kamu lagi asyik tidur, kancil baru mulai aktif mencari makan seperti rumput, dedaunan, sampai buah-buahan yang jatuh di lantai hutan. Mereka paling betah tinggal di hutan hujan tropis yang vegetasinya rapat, terutama yang dekat dengan sumber air.
Lahir Langsung "Sat-Set"
Ada satu fakta biologis yang keren banget nih. Anak kancil yang baru lahir cuma butuh waktu 30 menit buat bisa berdiri dan berjalan sendiri! Nggak pakai lama buat belajar merangkak, mereka langsung siap mengikuti induknya. Kemampuan ini penting banget buat bertahan hidup di hutan agar nggak gampang dimangsa predator.
Cerdik atau Cuma Takut?
Nah, ini dia yang sering jadi perdebatan. Benarkah kancil secerdik di dongeng? Secara ilmiah, kancil sebenarnya adalah hewan yang sangat pemalu dan gampang kaget.
Kalau merasa terancam, mereka punya gaya bertahan hidup yang khas: membeku sejenak. Saat predator lengah, mereka bakal lari zig-zag dengan sangat cepat. Selain itu, mereka sering menghentakkan kaki ke tanah dengan cepat sebagai tanda peringatan. Strategi bertahan hidup yang gesit inilah yang mungkin diinterpretasikan nenek moyang kita sebagai "kecerdikan".
Sayangnya, karena habitatnya yang semakin sempit dan adanya perusakan hutan, Kancil Jawa kini masuk dalam daftar satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.
Tugas kita sekarang bukan cuma dengerin dongengnya, tapi juga memastikan rumah mereka di hutan Jawa tetap aman biar anak cucu kita nanti masih bisa melihat si mungil ini secara langsung, bukan cuma lewat buku cerita.
Gimana, Gez? Jadi pengen lihat Kancil Jawa secara langsung atau tetap lebih suka versi dongengnya yang bisa nipu buaya? (Siti Zumrokhatun/E05)
