BerandaHits
Minggu, 13 Des 2025 11:01

Mengapa Semakin Banyak Gen Z yang Kosongkan Profil Instagramnya?

Instagram dengan postingan kosong alias zero post kerap dimiliki Gen Z. (Kompas/Zulfikar Hardiansyah)

Istilah untuk menyebut akun Instagram yang kosong adalah zero post. Ada alasan yang bikin hal ini semakin populer di kalangan Gen Z. Berikut penjelasannya.

Inibaru.id - Kalau iseng mampir ke akun Instagram anak-anak Gen Z, besar kemungkinan kamu bakal melihat profil yang kosong melompong. Nggak ada foto liburan, nggak ada selfie, bahkan nggak ada story highlight lucu-lucu.

Fenomena akun IG tanpa satu pun unggahan ini makin sering ditemui belakangan, sampai-sampai bikin banyak orang bertanya-tanya: “Ini trend baru, atau generasi muda semakin malas bermain sosmed, ya?”

Ternyata, tren ini punya nama keren, yaitu zero post. Istilah tersebut kali pertama dibahas oleh penulis esai Kyle Chayka, yang mengamati bagaimana kebiasaan berbagi kabar di dunia maya semakin berkurang dalam beberapa waktu belakangan. Di era ketika semua orang pernah berlomba-lomba memamerkan momen hidup, pilihan untuk tampil sunyi justru semakin diminati generasi lebih muda.

Fenomena ini muncul di tengah menurunnya penggunaan media sosial secara global. Beberapa laporan internasional menyebutkan bahwa aktivitas bermedsos turun cukup signifikan, terutama di kalangan anak muda. Mereka yang lahir antara akhir 90-an sampai awal 2010-an ini tumbuh dengan internet sejak kecil, dan mulai merasa jenuh.

Nah, jenuhnya bukan sekadar capek scroll. Banyak Gen Z merasa bahwa media sosial kini lebih mirip etalase toko dibanding tempat ngobrol. Feed dipenuhi iklan, konten super mulus yang dipoles AI, plus standar hidup “sempurna” yang terkadang bikin minder. Alih-alih jadi ruang untuk berbagi hal sederhana, media sosial berubah jadi panggung penuh tuntutan.

Banyak Gen Z merasa media sosial sudah berubah fungsi. (Noypigeeks)

“Media sosial sudah berubah jadi kurang sosial, dan penggunanya lebih sering mengonsumsi konten yang dikomersialkan. Ini bikin media sosial lebih mirip seperti televisi dan bikin jenuh,” ungkap Chayka sebagaimana dinukil dari Bbc, (23/7/2025).

Karena itu, sebagian Gen Z memilih mundur perlahan. Bukan keluar sepenuhnya, tapi mengosongkan jejak digital mereka. Ada yang ingin lebih menjaga privasi, ada yang merasa nggak perlu selalu update, ada juga yang cuma pengin hidup tanpa tekanan untuk tampil “estetik”.

Omong-omong, hal ini terkait juga dengan istilah enshittification. Istilah ini bermakna kondisi ketika platform media sosial makin penuh konten komersial sementara pengalaman pengguna makin tidak menyenangkan. Belakangan hal ini ditambah dengan membanjirnya konten buatan AI, yang akhirnya bikin banyak anak muda merasa suasana medsos jadi semakin “nggak manusiawi”.

Dengan segala perubahan itu, zero post bukan cuma aksi diam, tapi semacam pernyataan halus bahwa Gen Z membutuhkan ruang yang lebih nyata. Makanya, kini semakin banyak Gen Z yang mulai menikmati interaksi langsung dengan teman-temannya atau hadir langsung di komunitas tertentu. Mereka memilih untuk mengekspresikan diri tanpa harus terdokumentasi, atau sekadar ingin memiliki kehidupan yang tak diukur dari jumlah likes.

Jadi, kalau kamu melihat akun IG kosong, jangan buru-buru mengira pemiliknya anti-sosial. Bisa jadi, mereka sedang menjalani gaya hidup yang lebih tenang dan otentik. Dalam dunia yang semakin bising secara digital, bisa jadi pilihan ini malah bikin penggunanya merasa lebih hidup, Gez. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: