BerandaHits
Rabu, 18 Jul 2023 17:29

Mengapa Orang Korea Makan Tahu setelah Bebas dari Penjara?

Ilustrasi: Mantan narapidana di Korea makan tahu setelah keluar penjara. (MOCHD)

Dalam drama seri atau film, orang Korea acap diperlihatkan makan tahu setelah bebas dari penjara. Hal ini rupanya berkaitan dengan tradisi turun-temurun yang sudah dijalankan sejak lama.

Inibaru.id – Drama romantis Korea Tune in for Love menjadi salah satu film yang menarik perhatian masyarakat Indonesia pada 2019 silam. Bercerita tentang dua sosok sebatang kara yang menjalin hubungan penuh rintangan, film ini dipenuhi dengan banyak simbol yang menarik, salah satunya berkaitan dengan tahu.

Yap, tahu; protein nabati berbahan kedelai yang hampir selalu jadi stok bahan makanan andalan di Korsel. Pada awal film, tokoh utama Hyun-woo (Jung Hae-in) sempat meminta tahu ke Kim Mi-soo (Kim Go-eun) yang sedang bekerja di toko roti, yang sontak membuat Mi-soo ketakutan. Mencermati adegan ini?

Saat itu, Mi-soo ketakutan karena mengetahui bahwa Hyun-woo baru saja keluar dari penjara. Kenapa dia bisa mengetahuinya? Sebab, ada sebuah tradisi di Korea yang mengharuskan orang yang baru saja dibebaskan dari penjara mengudap tahu putih mentah sebagai makanan pertama.

Tradisi menjadikan tahu sebagai "hidangan pembuka" sudah dilakukan masyarakat Korea sejak lama. Banyak referensi yang menyebutkan ada makna mendalam dan filosofis di balik tradisi tersebut.

Lambang Pembersihan Jiwa

Adegan mantan narapidana makan tahu setelah keluar penjara juga diperlihatkan di Tune in for Love (2019). (Movie Rock)

Masyarakat Korea meyakini bahwa tahu merupakan simbol pembersihan jiwa bagi mereka yang pengin berubah atau memulai kehidupan baru yang lebih baik. Hal ini tentu saja sesuai dengan harapan sebagian pesakitan yang pengin hidup lebih baik setelah menghirup udara kebebasan.

Jadi, mengudap tahu putih menjadi semacam tekad bagi mereka yang baru keluar dari penjara untuk menjadi orang yang lebih bermanfaat. Itu juga menjadi semacam janji bahwa laiknya tahu yang nggak bisa lagi dikembalikan menjadi kedelai, mereka pun nggak akan malakukan kesalahan yang sama.

Lebih dari itu, warna tahu yang putih cerah menjadi semacam antitesis dari kehidupan yang gelap dan kelam di dalam sel tahanan. Tujuannya, agar mereka bisa menjalani kehidupan yang lebih cerah seperti tahu putih.

Terakhir, alasan yang paling utama adalah karena harganya yang murah, bernutrisi tinggi, dan mudah diolah. Saat tradisi ini mulai dilangsungkan, konon tahu menjadi pilihan paling masuk akal bagi keluarga kelas bawah ketika menyambut anggota keluarganya yang baru saja bebas dari jeruji besi.

Negara yang Miskin

Dubu Jorim, salah satu olahan tahu paling terkenal di Korsel. (Cookeatworld)

Jauh sebelum dikenal sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi paling pesat sejak 2000, Korsel dikenal sebagai negara miskin. Merdeka dari penjajahan Jepang pada 1945, Negeri Gingseng terpuruk karena Perang Korea beberapa tahun setelahnya.

Kehidupan bahkan nggak membaik bertahun-tahun pasca-gencatan senjata dengan Korut. Ekonomi Korsel baru memperlihatkan titik terang pada 1961. Kala itu, negeri berlambang taeguk tersebut tengah berada pada masa pemerintahan Jenderal Park Chung-hee.

Nah, selama menjadi negara miskin, masyarakat Korsel bertahan dengan memakan tahu sebagai penganan murah tapi bernutrisi tinggi. Inilah yang membuat tahu menjadi salah satu makanan penuh filosofi di negeri tersebut.

Hanya dengan melihat adegan Hyun-woo yang meminta tahu ke Kim Mi-soo, ternyata kita jadi bisa belajar banyak dari sejarah dan filosofi tahu bagi masyarakat Korea ya, Millens. Kamu yang pengin bertobat bisa juga tuh makan tahu putih untuk memantapkan niat! Ha-ha. (Arie Widodo/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Seni, Tradisi, dan Ekspresi Keislaman di Festival Takjil Piji Wetan

22 Mar 2026

Menikmati Kesejukan Kebun Teh Sikatok di Wonosobo

22 Mar 2026

Ternyata, Kangkung Nggak Pernah Ada di Menu bagi Pasien Rumah Sakit

22 Mar 2026

Michael Spence, Teori Sinyal, dan Proses Rekrutmen di Perusahaan Modern

22 Mar 2026

Libur Lebaran, Jutaan Wisatawan Diprediksi Serbu Destinasi Wisata di Jateng

22 Mar 2026

Tester Makeup di Toko Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Virus

22 Mar 2026

7 Masjid Unik dan Bersejarah di Semarang; Dari 'Kapal Nabi Nuh' Sampai Menara Khas Melayu

22 Mar 2026

Mengapa di Label Informasi Gizi Makanan Ada Tulisan yang Dicetak Tebal?

23 Mar 2026

Segarnya Pemandangan Alam Air Terjun Kembang Soka di Kulon Progo, DIY

23 Mar 2026

Induced Demand dan Paradoks Pembangunan Jalan di Wilayah Urban

23 Mar 2026

Halalbihalal: Tradisi Pemersatu Bangsa yang Lahir dari Diplomasi Politik dan Seruan Pedagang Martabak

23 Mar 2026

Panci Presto Disulap Jadi Alat Sterilisasi Pangan, Solusi Murah buat UMKM Naik Kelas

23 Mar 2026

Menu Kuliner Nusantara saat Halalbihalal di Semarang, Ini Rekomendasinya!

24 Mar 2026

Cantiknya Pemandangan Alam Lembah Manah di Sluke, Kabupaten Rembang

24 Mar 2026

Hangat dan Sederhana; Berlebaran dengan Harira di Maroko

24 Mar 2026

Dehidrasi Bisa Bikin Mood Berantakan dan Otak Lemot

24 Mar 2026

Okupansi 'Hotel Anabul' Pet Central Semarang Full selama Periode Mudik

24 Mar 2026

Lapangan Tanah Liat Hijau Terbukti Lebih Cepat Capai Net Zero

24 Mar 2026

Lebih dari Sekadar Pantai, Begini Serunya Main ke Pantai Balongan Rembang

25 Mar 2026

Rekomendasi Restoran Ramen Halal di Tokyo yang Bisa Kamu Coba

25 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: