BerandaHits
Rabu, 31 Agu 2021 16:39

Menengok Sambas, Kabupaten yang Sedang Berjalan Menuju Merdeka Konektivitas

Akses komunikasi dan internet yang sangat terbatas membuat siswa terpaksa masuk sekolah selama pandemi. (Dok. MetroTv)

Sungguh sayang jika Desa Semanga yang yang dikenal sebagai area pemancingan udang galah ini nggak menikmati akses komunikasi yang memadai. Untuk itu, sebuah BTS dibangun di Dusun Sajingan Kecil, Desa Semanga agar daerah ini nggak lagi terisolasi.

Inibaru.id – Harus diakui bahwa masih banyak daerah di Indonesia yang belum sepenuhnya menikmati akses komunikasi dan layanan internet. Kondisi makin terbatas terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah 3T (terluar, tertinggal, terdepan).

Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, misalnya. Di kabupaten yang didiami dua suku mayoritas, yaitu suku Melayu dan suku Dayak ini belum merasakan keterbukaan informasi melalui jaringan internet. Kondisi ini dirasakan betul warga Desa Semanga, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas.

FYI, di Desa Semanga ada satu dusun yang sangat terisolasi yaitu Dusun Sajingan Kecil. Kepala Desa Semanga, Mujan Suantoro, menyebutkan satu-satunya akses transportasi hanya melalui sungai. Maklum, kondisi geografis wilayah ini berada di pegunungan. Hal ini juga yang membuat masyarakat kesulitan mengakses sinyal telekomunikasi.

"Akses internet sangat sulit karena terhalang gunung Senujuh. Selama 75 tahun, warga Dusun Sajingan Kecil tidak ada akses internet. Pada masa pandemi ini warga sangat kesulitan, terutama anak-anak. Anak-anak mesti pergi 1,5 kilometer ke muara sungai untuk mengakses internet," kata Kepala Desa Semanga, Mujan Suantoro.

Agar masyarakat dapat lekas merasakan merdeka konektivitas, bertepatan dengan momentum HUT ke-76 RI, layanan telekomunikasi dibangun pemerintah melalui BAKTI Kominfo. Sebuah BTS (base transceiver station) tengah dibangun di Desa Semanga.

"Jika BTS ini sudah beroperasi, maka masyarakat tidak perlu lagi mencari sinyal ke tepi sungai atau bawah bukit. Selain itu warga juga bisa membuat produk-produk untuk dipasarkan secara online," kata CME Supervisor Fiberhome, Andri Himawan.

Kondisi Geografis Menjadi Kendala

Peta penyebaran internet Kabupaten Sambas. (Dok. MetroTv)

Namun, rupanya ada banyak kendala dalam pembangunan BTS BAKTI Kominfo di Desa Semanga ini. Memang, keterbatasan akses transportasi di sana membuat semua bahan material pembangunan BTS terpaksa diangkut melalui sungai. Setelah itu, mau nggak mau harus diangkut secara manual oleh pekerja menuju lokasi pembangunan BTS.

Daerah di pinggiran Sambas memang belum memiliki akses telekomunikasi, Millens. Nggak heran jika warga kesulitan untuk menelepon apalagi menggunakan internet.

"Sekitar 30-40 persen wilayah belum terjangkau infrastruktur telekomunikasi. Kami sangat berterima kasih dengan program BAKTI Kominfo untuk bantuan infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan BTS di Desa Semanga. Kami berharap Desa Semanga tak lagi terisolir," ujar Kabid Infrastruktur dan Teknologi Kominfo Kabupaten Sambas, Hairudin.

Dengan inisisasi BAKTI Kominfo memberikan pemerataan akses internet untuk masyarakat sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian, khususnya di sektor pariwisata.

Eh tahu nggak kalau Desa Semanga dikenal sebagai area pemancingan udang galah terbaik di Kabupaten Sambas? Sayang banget kan kalau nggak terekspos karena kurangnya sarana dan prasarana? Padahal tempat ini merupakan salah satu spot wisata alam terbaik di Kalimantan.

"Dengan kehadiran internet dapat membantu promosi wisata pemancingan udang, juga mendorong pola pikir masyarakat menjadi lebih terbuka," tutur Kepala Dusun Sajingan Kecil, Jumiadi.

Nggak cuma sektor ekonomi dan pariwisata, sektor pendidikan juga terdampak dengan kehadiran akses internet. Ketiadaan internet membuat siswa terpaksa tetap menjalani pembelajaran tatap muka meski dikepung pandemi Covid-19.

"Kami di sini sekolah tatap muka karena kendala jaringan internet, sehingga pembelajaran daring sulit dilakukan. Tapi tidak semua siswa masuk, dalam satu kelas dibagi dua. Jadi, seminggu siswa masuk sekolah dua kali pertemuan," ucap Kepala SDN 11 Sajingan Kecil, Fahrurrijal.

Karena itu, kehadiran BTS diharapkan dapat mendorong siswa belajar lebih banyak, nggak hanya bersumber dari buku paket sekolah dan guru.

"Mereka bisa menggali informasi dan memperkaya wawasan dari internet," kata Fahrurrijal menambahkan.

Hm, semoga pembangunan BTS ini menjadi awal yang baik agar Sambas merdeka konektivitas ya, Millens. (Med/IB21/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: