BerandaHits
Senin, 10 Jan 2021 19:00

Kutukan Makam Tutankhamun dan Kematian Massal Para 'Pengganggunya'

Tutankhamun. (Egypttoursportal)

'Kematian akan datang dengan sangat cepat kepada dia yang mengganggu kedamaian raja.' Begitu bunyi kutukan di makam Tutankhamun, Raja Mesir abad ke-16. Entah kebetulan atau benar-benar bertuah, orang-orang yang terlibat dalam penggaliannya meninggal dunia nggak lama setelah makam dibuka.

Inibaru.id – Kali pertama digali pada 1923 di Lembah Para Raja, makam Tutankhamun menyita animo publik. Nggak cuma karena posisi alat kelaminnya yang berdiri, makam itu juga diyakini mengandung kutukan; Kematian akan menghampiri mereka yang mengganggu tidur panjang sang Firaun!

Ahli Mesir Kuno Howard Carter yang menjadi peneliti makam ini dengan dukungan dana seorang bangsawan Inggris Lord Carnarvon.

Di dalam ruang makan itu, para penggali menemukan banyak barang berharga seperti patung-patung emas, perhiasan, kotak-kotak, dan perahu berhias. Ada pula roti, daging, keranjang kacang buncis, kurma, dan karangan bunga.

Jika makam lain di Lembah Para Raja banyak dijarah, makam Raja Tut yang meninggal pada 1323 SM pada usia 19 tahun ini sama sekali nggak tersentuh. Kebudayaan Mesir segera dikenal luas.

Cerita yang menyebar bukan cuma soal penemuan makam raja Mesir yang bergelimang harta, tetapi juga misteri yang terjadi setelahnya. Saking banyaknya “korban” yang berjatuhan, orang-orang semakin percaya pada kutukan yang dibawa makam Tutankhamun.

Serangkaian Kematian

Howard Carter ketika meneliti sarkofagus Tutankhamun. (Thoughtco/Gettyimages)

Insiden pertama yang memicu desas-desus kutukan itu, terjadi tepat ketika makam dibuka. Howard Carter, egyptologist cum arkeolog Inggris yang membuka sarkofagus King Tut, terkejut menemukan ular kobra di dalam sangkar kenari peliharaannya saat pulang.

Burung kenari Carter itu sudah berada di mulut ular yang entah masuk dari mana. Dalam kepercayaan Mesir Kuno, ular kobra merupakan simbol keningratan.

"Cerita itu dilaporkan di New York Times dengan klaim bahwa itu merupakan Royal Cobra, sama seperti simbol yang selalu dikenakan di kepala raja, sebagai tanda awal adanya kutukan," tulis Ancient Origins kala itu.

Sang penyandang dana Lord Carnarvon juga ikut terkena tulah. History menulis, dia meninggal karena pneumonia setelah pipinya digigit nyamuk yang terinfeksi. Peristiwa ini terjadi enam minggu setelah pembukaan makam Tutankhamun.

Sarkofagus King Tut. (CNN/Getty Images/AFP/Mohamed El-Shahed)

Ketika Lord Carnarvon meninggal, listrik di seluruh Kairo padam. Di Inggris, anjing peliharaannya melolong kemudian menyusul tuannya ke alam baka. Yang lebih aneh lagi, beberapa tahun setelah mumi Tutankhamun dibuka kembali, ada bekas luka yang sama seperti yang dimiliki Carnarvon.

"Surat kabar berspekulasi bahwa dia adalah korban dari ‘kutukan mumi’ atau ‘kutukan firaun’," catat History.

Setelah kematian Carnarvon, Pangeran Ali Kamel Gahmy Bey dari Mesir ditembak mati oleh istrinya, kemudian diikuti saudara tiri Carnarvon yang meninggal karena keracunan darah.

Seorang jutawan Afrika Selatan yang sempat berkunjung ke makam Tut juga ikut ketiban petaka. Dia dibunuh beberapa bulan kemudian. Pengunjung lain yang kehilangan nyawa adalah seorang pemodal bernama George Jay Gould. Dia meninggal karena demam.

Wisatawan berkunjung ke makam Tutankhamun. (via bisniswisata.co.id)

Kematian juga menghampiri Sir Archibald Douglas-Reid, ahli radiologi yang memeriksa mumi Tutankhamun. Penyakit yang menyebabkannya meninggal nggak diketahui. Sementara, anggota tim penggalian Carter bernama AC Mace meninggal akibat keracunan arsenik.

Richard Bethell, sekretaris pribadi Carter, tewas dibekap di tempat tidurnya. Lalu, bagaimana nasib pentolan tim penggalian, Howard Carter? Dia meninggal pada 2 Maret 1939 karena limfoma.

Meski kematian Carter tampak normal, hal aneh ditemukan pada buku hariannya. Dia menulis kalau melihat Anubis. FYI, Anubis adalah dewa kematian yang bertubuh manusia dan berkepala jakal (hewan kerabat serigala).

Dekade demi dekade berganti, tapi kutukan ini belum berhenti, Millens. Pada 1972 misalnya, Direktur Purbakala Gama Mehrez, sempat mencemooh kebenaran kutukan ini dan menganggap semua kematian itu adalah kebetulan.

Nahas, dia meninggal pada malam hari usai mengawasi pengemasan harta karun Tut yang akan dipamerkan di British Museum, London. Duh, serem ya?

Sebenarnya, banyak makam lain yang juga diberi kutukan. Hal ini disinyalir untuk menjauhkan para penjarah makam. Namun anehnya, mengapa hanya makam Tut yang menjatuhkan korban?

Kini, makam Tutankhamun telah direnovasi dan menjadi destinasi wisata. Hm, kamu berani ke sini nggak, Millens? (His,Kum/IB21/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: