BerandaHits
Rabu, 26 Nov 2019 12:57

Diterjang Banjir Bandang, 330 Keluarga di Solok Selatan Mengungsi

Banjir bandang di Kabupaten Solok Selatan. (Antara Foto/Muhammad Arif Pribadi)

Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, membuat 330 keluarga mengungsi. Puluhan rumah terendam dan berbagai fasilitas umum seperti jalan dan jembatan rusak parah.

Inibaru.id – Bencana banjir bandang yang menimpa Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat menyebabkan 330 keluarga terpaksa mengungsi. Salah satu tempat yang menjadi tujuan para pengungsi adalah Balai Adat Nagari Pakan Rabaa yang ada di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.

Detik, Selasa (26/11/19) menulis, banjir bandang terjadi pada Senin (25/11) malam dan menerjang 9 Nagari di Empat kecamatan yang ada di Kabupaten Solok Selatan.

“Kalau pengungsi, hitungan saya dengan Pak Walinagari tadi ada 330 kepala keluarga yang mengungsi,” ucap Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Reno Susi Sandra.

Beberapa tempat lain yang dijadikan pengungsian adalah di wilayah Pasir Panjang, Sapan Salak, dan Sapan Batu.

"Kesulitan utama kami saat ini, bantuan-bantuan untuk kebutuhan pokok masih sangat minim sehingga air minum pun harus kami beli sendiri,” lanjut Reno.

Minimnya bantuan ini juga disebabkan oleh dampak dari bencana banjir bandang yang membuat akses transportasi ke wilayah tersebut tertutup tumpukan lumpur dan longsor. Jalan yang menghubungkan Padang dan Kabupaten Solok Selatan bahkan dilaporkan terputus.

“Kami juga kekurangan kebutuhan bayi. Di sini ada 20 bayi dan balita yang memerlukan makanan, popok dan obat-obatan,” terangnya.

Kabag Humas Pemda Kabupaten Solok Selatan, Firdaus Firman menyebut ketinggian air saat banjir bandang menerjang mencapai 1 meter dengan arus yang sangat deras dan disertai oleh lumpur. Dia juga menyebut 924 rumah terendam. Sekitar 2.959 jiwa terdampak bencana ini. Masyarakat juga masih khawatir dengan adanya kemungkinan bencana banjir susulan mengingat di wilayah tersebut cuaca masih kurang bersahabat.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sudah mengerahkan tim untuk membantu para korban, termasuk dalam hal melakukan pendataan.

Memasuki musim hujan, semoga nggak ada lagi bencana serupa ya, Millens? (IB09).

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: