BerandaHits
Rabu, 6 Agu 2024 15:14

Berstatus 'Hub', Bandara Ahmad Yani Layani 6.000 Penumpang Domestik per Hari

Sejumlah pesawat dari beberapa maskapai penerbangan tengah mendarat di Bandara Ahmad Yani Semarang. (Inibaru.id / Danny Adriadhi Utama)

Didominasi rute ke Jakarta, penumpang domestik di Bandara Ahmad Yani Semarang dilayani enam maskapai.

Inibaru.id - Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang resmi ditetapkan sebagai "hub" atau bandara penghubung, sebagaimana diungkapkan Stakeholder Relation Manajer Bandara Ahmad Yani Ahmad Zulfian Noor, Selasa (6/8).

"Sejak Kepmenhub Nomor 33 Tahun 2024 (dikeluarkan), status kami sudah berubah menjadi bandara penghubung yang melayani kelas domestik," ungkapnya kepada Inibaru.id.

Perubahan tersebut, lanjutnya, membuat Bandara Ahmad Yani hanya melayani penerbangan lokal. Dalam sehari, bandara yang berlokasi di Kelurahan Tambakharjo, Kecamatan Semarang Barat itu rata-rata bisa melayani sekitar 6.000 penumpang, baik datang maupun berangkat.

"Rute yang dilayani adalah Semarang-Jakarta, Semarang-Pangkalan Bun, Semarang-Balikpapan, Semarang-Palangkaraya, dan Semarang-Banjarmasin. Semuanya PP (pergi-pulang)," ujarnya. "Rute terbanyak masih ke Jakarta, lalu ke Kalimantan."

Enam Maskapai

Petugas bandara lakukan prngecekan kepada sejumlah penumpang di bandara (Humas Bandara Ahmad Yani Semarang)

Ahmad Zulfian Noor menerangkan, sejauh ini ada enam maskapai yang melayani rute menuju Bandara Ahmad Yani Semarang. Keenam maskapai tersebut antara lain Citilink, Lion Air, Garuda Indonesia, Batik Air, Nam Air, Wings Air, dan Super Air Jet.

"Dalam sehari, pesawat yang beroperasi (di Bandara Ahmad Yani) memiliki frekuensi terbang 54 kali, dengan keterisian penumpang mencapai 80 persen," jelasnya.

Ahmad Zulfian memastikan, kendati statusnya kini beralih menjadi kelas penghubung (domestik), Bandara Ahmad Yani nggak mengurangi fasilitas, justru terus berusaha meningkatkan pelayanan. Salah satunya dengan menambah jam operasional dari pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.

"Sebelum ini, jam operasional hingga pukul 19.00 WIB. Sekarang ditambah hingga jam sembilan malam," tutupnya. (Danny Adriadhi Utama/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: