BerandaHits
Kamis, 8 Apr 2026 15:01

Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya Semarang

Sepeda motor yang hangus terbakar karena mengalami masalah kelistrikan. (Istimewa)

Kebakaran motor di SPBU Sriwijaya Kota Semarang viral di media sosial dan sorotan tajam lambatnya empati petugas dalam membantu memadamkan api.

Inibaru.id - Insiden sepeda motor terbakar hangus di SPBU Sriwijaya, Kota Semarang, pada Jumat (3/4/2026) lalu menyisakan pelajaran berharga bagi semua pihak; bahwa kobaran api sekecil apa pun harus segera ditangani tanpa perlu menunggu prosedur formal.

Pemilik motor Chiko Relisviano Ramadhan mengatakan dirinya sudah memaafkan petugas SPBU yang kurang tanggap dalam memberikan bantuan pemadaman. Dia juga mengikhlaskan motornya yang kini telah menjadi kerangka karena dilalap kobaran api.

Dengan lapang dada, lelaki asal Semarang Barat itu bahkan meminta agar nggak ada petugas SPBU yang dipecat karena kejadian nahas tersebut, mengingat mereka adalah para tulang punggung keluarga, dengan anak-anak yang bergantung pada pekerjaan tersebut.

"Kami sudah berdamai dan saling memaafkan. Harapan saya, jangan ada pegawai yang dipecat, karena mereka tulang punggung sekaligus ayah bagi anak-anaknya," ujar Chiko kepada Inibaru.id, Senin (6/4).

Ihwal Mula Kebakaran

Chiko mengaku masih jelas mengingat detik-detik motornya tersambar api. Insiden tersebut terjadi nggak lama setelah dia mengisi bensin. Sepeda motornya mengalami masalah kelistrikan sehingga memicu percikan api yang kemudian membesar dan membakar habis kendaraannya.

Saat api masih kecil, dia sebetulnya sudah berusaha mencari pertolongan, termasuk meminta bantuan kepada petugas SPBU agar mengeluarkan Apar (alat pemadam api ringan), tetapi respons mereka justru bikin Chiko kecewa.

"Saya minta tolong agar Apar dikeluarkan, tapi petugas bilang, tidak bisa karena harganya mahal dan harus menunggu manajer," paparnya.

Mendengar penuturan itu, Chiko pun pasrah. Upaya memadamkan api dengan air seadanya dan kain basah pada akhirnya gagal karena kobaran api terlanjur membesar. Motor kesayangannya pun terbakar habis, menyisakan rangka besi yang teronggok di selasar pom bensin.

Sempat Protes ke Petugas

Damkar Kota Semarang turut buka suara penanganan kebakaran yang menghanguskan sepeda motor. (Inibaru.id/ Sundara)

Petugas SPBU Sriwijaya baru mengeluarkan Apar ketika kobaran api nyaris melahap seluruh motor. Namun, upaya tersebut nggak mampu menyelamatkan kendaraan dari lahapan si jago merah. Dia dan orang-orang yang menolong sempat protes ke petugas.

"Saya bersama warga sempat protes; Apar gunanya untuk apa? Saya kecewa. Jika api langsung dipadamkan saat masih kecil, mungkin tidak akan merembet dan membesar, lo!" ungkap Chiko.

Kepala Damkar Kota Semarang Sih Rianung turut menyampaikan rasa prihatin atas insiden tersebut. Kekurangpekaan petugas, menurutnya, menjadi catatan penting yang harus dievaluasi untuk penanganan darurat di seluruh SPBU Kota Semarang.

"Kami sudah melakukan inspeksi. Laporan menunjukkan kecepatan penanganan kurang. Kami perlu mengawal peningkatan sumber daya manusia agar situasi darurat bisa segera ditangani," ujar Rianung.

Bisa Timbulkan Kerugian Lebih Besar

Rianung menyebutkan, menunda penggunaan Apar karena dianggap mahal justru berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar. Menurutnya, petugas SPBU harus memahami pentingnya proteksi terhadap bahaya di area sensitif tersebut.

"Yang mahal itu kerugiannya. Isi ulang Apar paling murah hanya Rp60 ribu per kilogram. Harus ada kepekaan. Ada Apar, harus dipakai. Api kalau didiamkan makin besar dan sulit dipadamkan," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Damkar Kota Semarang Ade Bhakti Ariawan menambahkan pentingnya kesadaran petugas SPBU maupun masyarakat umum untuk segera menggunakan Apar begitu api terlihat, tanpa menunggu persetujuan siapa pun, termasuk pimpinan. Alat ini memang disediakan untuk memadamkan api.

"Kalau sudah ada api, tidak hanya di SPBU, di semua tempat Apar harus terlihat. Kecepatan penggunaan Apar harus ditingkatkan," ucapnya. "Fokus kami dari damkar adalah bagaimana masyarakat lebih sadar dan siap saat kebakaran terjadi."

SPBU Sriwijaya Ditutup

Petugas Damkar Kota Semarang saat melakukan inspeksi di SPBU Sriwijaya. (Dok Damkar Semarang)

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah-DI Yogyakarta memutuskan untuk menutup operasional SPBU Sriwijaya Kota Semarang selama dua hari menyusul insiden sepeda motor terbakar. Penutupan ini dilakukan untuk pembinaan penanganan situasi darurat sekaligus perbaikan sarana dan prasarana SPBU.

"Masa pembinaan ini bukan karena pelanggaran prosedur, tapi untuk memperkuat awareness terhadap kejadian kemarin," ujar Area Manager Communication dan Relation Pertamina Patra Niaga Regional Jateng-DIY, Taufik Kurniawan.

Taufik menjelaskan sejumlah petugas SPBU dan pemilik motor telah bertemu pada Minggu (5/4) sore. Mereka semua sepakat untuk saling memaafkan dan menyadari kekurangan masing-masing.

"Klarifikasi dari konsumen memang ada masalah di kendaraannya, ada kebocoran di karbu yang membuat api cepat membesar. Respons operator juga kurang cepat karena beberapa hambatan, seperti sedang melayani di pulau pompa dan pandangan terhalang," paparnya.

Menjadi Catatan dan Evaluasi

Pertamina menegaskan bahwa peristiwa sepeda motor terbakar yang terjadi di kompleks SPBU tersebut akan menjadi catatan dan evaluasi untuk Pertamina dan para petugas di pom bensin.

Imbas dari peristiwa tersebut, dia berusaha menyampaikan kepada seluruh jajaran perlunya menggarisbawahi bahwa dalam situasi darurat, kemanusiaan dan empati harus selalu menjadi prioritas utama.

"Kalau kebakaran terjadi, yang utama adalah keselamatan manusia, bukan operasional atau bisnis. Setiap orang yang ada sekitar lokasi (kebakaran) wajib membantu memadamkan api," tandasnya.

Peristiwa kebakaran yang terjadi di SPBU Sriwijaya menjadi pelajaran bagi semua orang. Jangan menyepelekan percikan api sekecil apa pun, karena jika dibiarkan bisa menimbulkan kerugian besar. Sepakat Gez? (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

20 Agu 2026

Sinewara, Bioskop BUMN Besutan PFN Siap Meluncur 2027

21 Agu 2026

Garuda Indonesia Uji Internet Cepat di Udara, Video Call dari Ketinggian 30 Ribu Kaki

22 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: