BerandaHits
Kamis, 19 Mar 2025 11:35

Balai Besar TNBTS: Aturan Drone di Bromo Tidak Terkait Ladang Ganja!

Ilustrasi: Aturan penerbangan dan tarif drone di Gunung Semeru dan Bromo tidak berkaitan dengan penemuan ladang ganja. (Dbs)

Setelah kasus penemuan ladang ganja mencuat, masyarakat mengaitkannya dengan aturan drone di Bromo yang cukup ketat.

Inibaru.id - Menyikapi berita viral penemuan kebun ganja di kawasan wisata Bromo-Semeru, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha mengklarifikasi bahwa hal tersebut sama sekali nggak berkaitan dengan larangan penerbangan drone di kawasan tersebut.

"Lokasi temuan tanaman ganja tidak berada di jalur wisata Bromo maupun Semeru!" sanggahnya.

Dia mengatakan, ladang ganja ditemukan di sisi timur Kawasan TNBTS, sedangkan Wisata Gunung Bromo berada di sisi barat yang jaraknya sekitar 11 kilometer. Sementara itu, jalur pendakian Gunung Semeru berlokasi di sisi selatan yang kurang lebih berjarak 13 kilometer.

"Tanaman ganja ditemukan di Blok Pusung Duwur, Resort Pengelolaan TN Wilayah Senduro dan Gucialit, yang secara administratif berada di Kabupaten Lumajang," sebutnya.

Ditemukan Berkat Drone

Sedikit informasi, media sosial belum lama ini ramai dengan pemberitaan tentang penemuan ladang ganja di kawasan wisata Bromo-Semeru. Dalam prosesnya, drone berperan penting saat penemuan lokasi. Hal itu pun kemudian dikaitkan dengan aturan penggunaan drone di kawasan wisata TNBTS.

Rudijanta mengatakan, ladang ganja yang dimaksud adalah temuan pada 18-21 September 2024. Proses penemuan tersebut melibatkan perangkat Desa Argosari (Kecamatan Senduro, Lumajang), Polres Lumajang, TNI, dan BB TNBTS.

"Area tersebut tersembunyi, terletak di kawasan yang tertutup semak belukar yang sangat lebat dengan jenis vegetasi kirinyu, genggeng, dan anakan akasia, serta berada pada kemiringan yang curam," kata Rudijanta.

Hingga kini, Polres Lumajang telah menetapkan empat tersangka yang merupakan warga Desa Argosari. Dalam kasus yang sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Lumajang itu, diakui Rudijanta, drone memang berperan penting untuk mengidentifikasi dan menemukan lokasi.

Aturan Drone Sudah Lama 

Rudijanta tegas membantah kaitan antara aturan tentang drone dengan ladang ganja tersebut. Menurutnya, aturan larangan penerbangan drone di jalur pendakian Gunung Semeru telah dimulai pada 2019, sebagaimana tertuang dalam SOP Nomor SOP.01/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/4/2019.

"Tujuan kami adalah agar pendaki tidak kehilangan fokus dengan aktivitas menerbangkan drone yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka, mengingat jalur pendakian cukup rawan," tegas Rudijanta.

Ilustrasi: Penemuan ladang ganja oleh kepolisian. (Antara Foto/Irfan Sumanjaya)

Sementara itu, terkait tarif penggunaan drone di kawasan TNBTS, dia menambahkan bahwa hal itu adalah amanat dari Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang Berlaku pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Aturan ini berlaku secara nasional sejak 30 Oktober 2024," kutipnya.

Pendampingan dan Penutupan

Adapun berkaitan dengan pendampingan selama pendakian, Rudijanta mengungkapkan bahwa kebijakan itu adalah semata bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan komunitas; yang bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik kepada para pengunjung.

"Mewajibkan adanya pendamping atau pemandu dalam pendakian Gunung Semeru bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik melalui interpretasi dari pendamping selama mendaki," jelasnya.

Terakhir, terkait penutupan pendakian Gunung Semeru pada awal tahun, yang juga turut mencuat bersamaan dengan kasus penemuan ladang ganja tersebut, Rudjanta menjelaskan bahwa hal ini merupakan kebijakan rutin yang dilakukan untuk keselamatan pengunjung.

"Musim hujan pada awal tahun membuat pendakian lebih berbahaya, karena itulah ditutup," kata dia. "Namun demikian, kami menyambut positif upaya masyarakat yang turut serta menjaga kawasan konservasi dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang.

Dengan klarifikasi ini, semoga semuanya jelas ya, Millens? Boleh skeptis dan kritis, tapi cari tahu kebenarannya dulu ya! (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: