BerandaAdventurial
Sabtu, 5 Mei 2023 15:47

Ruang yang Lengang di Rumah Masa Kecil Nh Dini di Semarang

Sastrawan Nh Dini, pernah peraih penghargaan Lifetime Achievement Award Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2017. (UWRF)

Selain cerita dalam buku-bukunya, jejak yang tertinggal dari mendiang Nh Dini di Semarang adalah rumah masa kecilnya di Kampung Sekayu. Sayangnya, nggak banyak peninggalan yang tersisa di rumah itu.

Inibaru.id - Dalam novelnya yang bertajuk Sekayu, mendiang Nh Dini begitu banyak bercerita tentang masa kecil sastrawan terkemuka Tanah Air itu di Kota Semarang. Dia menulis, "Kepada kampungku Sekayu, dengan harapan dia tidak akan berganti nama di masa mendatang."

Semasa kecil, Nh Dini memang pernah tinggal di Kota Lunpia, tepatnya di sebuah kampung padat yang namanya dijadikan judul novel yang terbit kali pertama pada 1988 tersebut. Rumah yang didiami penulis bernama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin itu bahkan masih kokoh berdiri hingga kini.

Oeti Siti Adiati, kerabat Nh Dini yang tinggal di rumah tersebut mengungkapkan, seusai berpisah dengan mantan suaminya, Yves Coffin yang berasal dari Prancis, Nh Dini sempat kembali ke Indonesia. Pada masa senjanya, dia bahkan pernah tinggal di Semarang, tapi bukan di Sekayu.

"Nh Dini sempat kembali ke Semarang dan membeli rumah di (Kecamatan) Ngaliyan," ujar perempuan paruh baya itu kepada Inibaru.id yang bertandang ke Sekayu beberapa waktu lalu. "Rumahnya seperti di sini (Sekayu). Sejuk. Tenang. Asri. Banyak tanaman, terutama anggrek."

Tinggal di Jakarta

Potret kerabat Nh. Dini, Oeti Siti Adiati saat menceritakan semasa hidup Nh. Dini yang sempat tinggal di Kampung Sekayu. (Inibaru.id / Fitroh Nurikhsan)

Oeti bercerita, setelah pisah dari Yves Coffin, Nh Dini kembali ke Tanah Air dan tinggal bersama sepupunya di Jakarta. Namun, keinginannya adalah kembali ke Semarang, kota yang menjadi saksi perjuangan perempuan kelahiran Semarang, 29 Februari 1936 tersebut.

Singkat cerita, ibunda dari pembesut Minions Pierre Coffin itu berhasil kembali ke Semarang. Namun, pengalaman pahit menderanya. Oeti mengungkapnya, rumah Nh Dini di Ngaliyan yang berada di perbukitan terkena bencana tanah longsor.

"Baru kali itu saya lihat Dini menangis sebegitu rupa. Saya terkejut, karena Dini orangnya keras," beber perempuan berkacamata ini dengan mimik muka sedih.

Setelah itu, Oeti melanjutkan, peraih penghargaan SEA Write Award yang telah melahirkan banyak karya berkualitas seperti Hati yang Damai (1961), Pada Sebuah Kapal (1973), La Barka (1975), dan Namaku Hiroko (1977) tersebut sempat berpindah-pindah, termasuk ke Yogyakarta dan Ungaran.

"Saat pindah, buku-buku dan tanamannya juga dibawa semua," kenang Oeti.

Rumah Tanpa Nh Dini

Rumah nan teduh yang pernah ditinggali sastrawan besar Nh Dini di Kampung Sekayu, Kota Semarang. (Inibaru.id / Fitroh Nurikhsan)

Selain kesejukan dan keasriannya, rumah di Jalan Sekayu No 348, Kecamatan Semarang Tengah, yang banyak diceritakan dalam novel Sekayu itu tampak begitu lengang, tanpa sedikit pun jejak Nh Dini di dalamnya. Rumah tua ini hanya dihuni dua perempuan paruh baya, salah satunya Oeti.

Oeti mengatakan, nggak ada satu pun barang peninggalan Nh Dini yang tersisa di rumah tersebut. Menurut penuturannya, pihak keluarga bahkan sama sekali nggak memiliki barang peninggalan sastrawan yang mulai menggeluti dunia fiksi sejak duduk di bangku sekolah menengah tersebut.

"Barang peninggalan Dini menjadi milik anak angkatnya yang merawat Dini pada masa senjanya. Jadi, kami benar-benar nggak tahu barang-barangnya di mana, termasuk buku-bukunya," kata Oeti yang mengaku menyesalkan keputusan tersebut.

Oeti mengungkapkan, sebelum meninggal, Nh Dini pernah menulis wasiat ke notaris, mengatakan bahwa seluruh barang Nh Dini diserahkan ke anak angkatnya. Padahal, menurut dia, andai nggak sepenuhnya dilimpahkan ke anak angkat, barang-barang itu dapat disatukan kembali di rumah ini.

"Bukan maksud material, tapi untuk kenangan," tegas Oeti. "Sedih, tapi ya sudahlah, lupakan! Saya rasa Dini memang ingin dilupakan. Sekarang kami mikirnya begitu."

Oya, untuk yang belum tahu, Nh Dini meninggal pada 4 Desember 2018 lalu akibat kecelakaan di Jalan Tol Tembalang, Kota Semarang. Penulis yang pernah bercita-cita sebagai masinis ini mangkat pada usia 82 tahun.

Seperti harapan Nh Dini dalam novelnya, semoga pada masa mendatang Kampung Sekayu nggak berganti nama ya, agar seluruh kenangan sastrawan kebanggaan Indonesia ini terus terikat kuat di kampung tersebut. (Fitroh Nurikhsan/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: