BerandaAdventurial
Selasa, 4 Jan 2021 18:32

Memuji Eksotisme dan Harmoni Labuan Bajo

Suasana laut di Labuan Bajo. (Dok. Metro TV)

Mengunjungi Labuan Bajo tentu menjadi pengalaman nggak terlupakan. Panorama alam dan keunikan hayati, dan keramahan warga Kampung Adat Melo membuat ibukota Manggarai Barat ini layak didapuk sebagai destinasi wisata superprioritas. Jaringan internet juga telah dibenahi.

Inibaru.id - Selama Tim Ekspedisi Bakti untuk Negeri memasuki Labuan Bajo, nggak henti-hentinya menangkap keindahan alam yang luar biasa. Padang rumput hijau dan birunya laut sejauh mata memandang menjadi semacam jeda yang menenangkan.

Meski belum semua jalan dilapisi aspal dan medan berat harus ditempuh, tapi nggak mengurangi kepuasaan dalam perjalanan ini.

Berbicara soal Labuan Bajo, bukan cuma padang rumput dan lautnya yang asyik dinikmati. Tim akhirnya mampir ke Kampung Adat Melo. Kampung ini memiliki ketinggian 624 mdpl dengan jumlah penduduk 1.900 jiwa.

Cuaca memang terang benderang, tapi nggak bakal menyengat. Maklum, suhu maksimalnya hanya mencapai 20 derajat celsius. Sejuk ya? Ditambah dengan keramah-tamahan warga Adat Melo, setiap pengunjung pasti betah.

Setiap tamu yang datang akan disambut dengan upacara khusus, Millens. Para tetua adat berkumpul dan menyambut. Sebotol Sopi atau tuak lokal dan potongan pinang disajikan. Tamu nggak cuma dijamu tapi juga didoakan. Hm, kurang apalagi coba?

Panorama wisata Kampung Adat Melo. (Dok. Metro TV)<br>

Di kampung itu Tim ngobrol bersama Muhammad Buharto, pemandu wisata di Labuan Bajo. Lelaki ini punya banyak andil dalam promosi wisata dan sempat kehilangan kehilangan pekerjaan karena nggak adanya wisatawan yang masuk selama awal pandemi.

Banyak trip yang dibatalkan atau dijadwal ulang. Namun, di tengah kesulitan pasti ada jalan. Setelah dia mendapat pelatihan jasa “Virtual Tour” oleh Bakti Kominfo, Buharto mendapat pekerjaannya kembali.

“Ternyata virtual tour ini cukup menjajikan untuk dijalani,” ujarnya.

Asal kamu tahu, program pelatihan virtual tour ini sudah 5 bulan diadakan Bakti di 29 provinsi. Program untuk para pemandu wisata ini untuk meningkatkan kualitas SDM selain pelatihan bahasa Inggris.

Internet Adalah Senjata

Namanya juga virtual, jaringan internet pasti menjadi senjata. Kata Buharto, kebutuhan internet sudah terpenuhi. Namun menurut lelaki ini, alangkah baiknya jika bisa menjangkau destinasi wisata potensial lainnya sehingga bisa dilakukan live streaming.

Usai berbincang dengan Buharto, Tim disuguhi penampilan menarik tarian khas NTT, namanya Tari Caci. Tarian ini dilakukan oleh laki-laki dewasa Manggarai. Artinya “uji ketangkasan satu lawan satu”. Dulu, Tari Caci merupakan tarian perang. Maka nggak heran jika ada gerakan menyerang.

Para penari tampak semakin larut dalam “pertarungan” penuh sportivitas ini selaras iringan musik yang berdegup kencang. Sesekali cambuk diarahkan ke tubuh lawan hingga keluar darah. Tapi kamu nggak perlu takut karena darah yang keluar dari tubuh para penari menjadi berkah kesuburan.

Gerak perekonomian di Labuan Baju. (Dok. Metro TV)<br>

Setelah selesai mengulik manfaat akses internet bagi kebudayaan dan wisata, Tim bergeser ke Pulau Rinca. Tim akan melihat seberapa baik dampak infrastruktur internet dalam bidang pendidikan di sana.

“Sebelum ada jaringan kami belajarnya di dermaga,” ujar Hariansyah, guru di SMP Negeri 5 Komodo.

Namun semenjak ada internet semua sudah bisa dilakukan dari rumah. Sebelumnya karena pandemi, sekolah Hariansyah menyiasati dengan sekolah tatap muka secara berkelompok di sebuah rumah. Guru-guru pun harus menyambangi tiap-tiap rumah tersebut.

Ekspedisi kali ini ditutup dengan kunjungan ke Pulau Padar. Salah satu pulau yang paling indah di Labuan Bajo. Untuk naik ke sana harus menaiki tangga yang memakan waktu 20 sampai 40 menit lamanya.

Perjalanan ini sangat setimpal. Begitu sampai di atas, tampak hamparan Labuan Bajo yang sangat elok. Keindahan alam, kebudayaan ditambah ketersediaan infrastruktur jaringan internet membuat pulau ini semakin harmoni dan siap jadi objek wisata superprioritas.

Gimana pendapatmu, Millens? (IB28/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: