BerandaTradisinesia
Jumat, 24 Jun 2021 15:24

Memilih dan Merawat Batu Akik, Si Cantik Penghias Jari-jemari

Proses pemolesan akik dengan menggunakan kertas ampelas yang dibubui oleh serbuk inten. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)

Batu akik telah menjadi bagian dari masyarakat di negeri ini sejak lama. Warnanya yang macam-macam dengan corak yang beragam membuat siapa pun ingin memilikinya. Kamu juga? Hm, simak dulu cara memilih dan merawat batu akik ini ya!

Inibaru.id – Sejak zaman nirleka, batu akik (gemstone) telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Nggak hanya dijadikan manik-manik untuk hiasan, batu setengah mulia itu juga menjadi bagian dari ritual kematian yang ikut dikubur saat mereka meninggal.

Pada zaman Hindu-Budha, akik juga turut dipendam bersama logam-logam dan sesaji di bawah candi sebagai bagian dari ritual. Batu akik diketahui menjadi barang yang diperjualbelikan sebagai perhiasan sekitar 1930-an, salah satunya di wilayah Kedu, Jawa Tengah.

Perlahan, batu akik mulai digemari masyarakat. Banyak yang mencari. Banyak pula makelar yang membeli batu untuk dijual kembali dengan harga yang jauh lebih mahal. Pada masa-masa tertentu, harga batu akik juga bisa melambung tinggi lantaran banyak yang mencari.

Namun, terlepas dari harganya yang mahal, batu akik memang molek dipandang. Warna, bentuk, dan coraknya macam-macam, tentu saja dengan sebutan yang berbeda-beda. Konon, hampir seluruh wilayah di Tanah Air memiliki batu akiknya sendiri.

Ismanto, salah seorang penjual akik asal Kota Semarang, mengatakan, nama batu akik bisa bermacam-macam, bergantung pada warna, corak, dan jenis batuan akiknya.

“Misal, di daerah Pacitan, ada satu desa yang merilis akik Kiaman, Sulaiman, dan Kolang-kaling. Meski satu daerah, karena warna, corak, dan jenis batunya berbeda, namanya pun beda," terangnya.

Harus Pintar-Pintar Merawat

Tempat akik yang wajib dimiliki oleh pemilik akik di rumah. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)

Banyaknya nama batu akik yang ada di Indonesia membuat para kolektor nggak berhenti memburu batu yang dianggap setengah mulia karena memiliki tingkat kekerasan kurang dari 7 Mohs itu. Sebagian dari mereka bisa mengoleksi hingga puluhan, bahkan ratusan.

Merawat batu akik tentu bukan perkara mudah, meski nggak bisa dibilang sulit. Apa saja yang perlu diperhatikan?

1. Simpan di Kotak Khusus

Ismanto mengatakan, sejatinya nggak ada tempat dengan bahan yang spesifik untuk menyimpan batu akik. Menurutnya, asal ada kotak khusus untuk penyimpanan, sudah cukup. Perlakuannya juga nggak perlu berlebihan.

“Kalau mau bersih dan kinclong tinggal dilap saja dengan kain atau kalep sabuk yang dari kulit asli, pasti bakal kinclong dan bagus,” terang lelaki yang terlah berjualan akik sejak 2014 tersebut, sembari tangannya asyik memasang akik pesanan pelanggan ke emban (cincin)-nya.

2. Jangan Lupa Dipoles

Agar batu akik tetap kinclong dan menyala, Ismanto biasanya menyarankan kepada para pelanggannya untuk memolesnya dengan memakai amplas yang paling halus, lalu menggosok batu sesuai dengan bentuk akiknya.

“Kalau pengin tambah mengilap, bisa juga dengan digosok di kain yang sudah ditaburi dengan serbuk inten,” tambahnya. Serbuk inten merupakan jenis serbuk khusus yang umumnya dipakai untuk mengilapkan bebatuan.

3. Sering-Sering Dipakai

Batu akik yang sering dipakai, tutur Ismanto, juga membuatnya lebih berkilau ketimbang yang hanya disimpan dalam kotak. Akik yang dipakai juga lebih mudah dikontrol. Begitu ada bagian yang kotor, langsung dibersihkan.

"Sering-sering saja digosok ke pakaian. Itu bakal bikin akik jadi panas dan tambah mengilap, kok,” bebernya. "Asal batunya asli, sering-sering dipoles nggak bakal pecah atau retak."

Memilih Batu Akik

Proses pengecekan tingkat kekerasan batu akik dengan alat diamond selector. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)

Batuan mulia dihargai mahal karena tingkat kekerasannya. Intan disebut batu paling mulia karena memiliki skala kekerasan mencapai 10 Mohs. Safir dan rubi berada di bawahnya dengan 9 Mohs, disusul zamrud dengan 7-8 Mohs.

Sementara, akik umumnya memiliki tingkat kekerasan kurang dari 7 Mohs. Namun, batu ini tetap dianggap setengah mulia dan banyak diburu orang karena corak dan warnanya yang unik. Harganya yang mahal juga membuat orang nggak jarang memalsukannya memakai bahan plastik.

Namun, Ismanto mengatakan, membedakan batu akik yang asli dengan palsu bukanlah hal yang sulit. Batu akik berasal dari batu alam yang dipoles, sedangkan batu akik palsu umumnya dari plastik. Jadi, meski sekilas keduanya mirip, batu akik yang asli umumnya punya bobot yang lebih berat.

Untuk bisa memastikan keaslian batu, Ismanto menyarankan, pembeli sebaiknya datang langsung ke pelapak untuk melihat dan memegang batu yang mau dibelinya sendiri. Biar nggak tertipu, sebisa mungkin hindari membeli secara daring.

“Batu asli dengan plastik itu kelihatan. Kalau plastik, kelihatan sekali warnanya mengilap dan terlihat bagus karena memang buatan," kata Ismanto. "Tapi, (batu akik dari plastik) dipegang sangat-sangat ringan.”

Selain batu yang benar-benar palsu, Ismanto menambahkan, ada juga yang nggak sepenuhnya palsu. Jadi, batu akik itu memang batu alam, tapi hanya separuh, karena sisanya adalah kapur. Menurut dia, batu jenis ini juga bisa diketahui saat melihatnya langsung.

"Jika dipoles akan tetap pecah dan retak dengan sendirinya (batu yang separuh kapur)," ungkap dia.

Kualitas batu akik, lanjutnya, selain dari corak dan warna juga dilihat dari tingkat kekerasannya. Skala kekerasan itu bisa diukur menggunakan diamond selector, alat yang juga dipakai untuk mengukur kekerasan intan dan batu mulia lainnya.

Dia yang biasa menggelar lapak di Taman Badak Sompok, Semarang Selatan, juga menggunakan alat ini untuk mengukur membuktikan kualitas batu akik yang dijajakannya.

"Batu akik yang asli dengan tingkat kekerasan terendah sekali pun nggak bakal retak atau pecah kalau jatuh, kecuali benar-benar dipukul atau dihantam sesuatu," simpulnya.

Sedikit trik dan tips dari pelapak batu akik ini lumayan juga ya untuk lebih memantapkan kita untuk memburu batu akik kesayangan. Selamat mencoba ya, Millens! (Kharisma Ghana Tawakal/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A FIM untuk MotoGP 2026

9 Okt 2026

Mengulik Asal Nama Rondo Royal, Jajanan Tape Goreng Khas Jepara

11 Okt 2026

Penonton MotoGP Mandalika 2026 Tembus 157 Ribu, Cetak Rekor Baru

12 Okt 2026

Gentengisasi Jateng Disiapkan, 1,1 Juta Keping Genteng Dibutuhkan

13 Okt 2026

Pemerintah Tutup Permanen Ekspor Benih Lobster, Penyelundup Bakal Diburu

14 Okt 2026

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal hingga 2028

21 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: