BerandaTradisinesia
Sabtu, 12 Apr 2019 16:17

Ketoprak Tobong, Kesenian Unik dari Yogyakarta yang Menuju Senja

Seniman Ketoprak Tobong. (Satu-Indonesia)

Ketoprak Tobong merupakan kesenian Yogyakarta nyaris punah. Padahal, pada masa Orde Lama dan Orde Baru, kesenian ini diminati banyak orang. Simak yuk bagaimana kesenian ini berjaya sebelum hilang ditelan modernitas zaman!

Inibaru.id – Sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa, Yogyakarta kaya akan kesenian unik. Salah satu kesenian itu, yang kini nyaris punah, adalah ketoprak tobong.

Kesenian tobong kali pertama muncul di Yogyakarta sekitar 1930-an. Langen Budi Wanudyo menjadi kelompok ketoprak tobong pertama yang berpentas di Kota Gudeg ini.

Kridomardi, Mardiwandowo, dan Sandiworo Wargo, merupakan kelompok-kelompok ketobrak tobong yang populer.

Dulu, para seniman ketoprak tobong kerap berpindah-pindah. Namun, mempertimbangkan biaya perpindahannya yang mahal, mereka akhirnya menetap di suatu tempat dalam kurun waktu enam bulan hingga enam tahun.

https://telusuri.id/wp-content/uploads/2018/04/14-ketoprak-tobong-arieftedja.jpg

Para seniman ketoprak tobong tengah mempersiapkan diri sebelum pentas. (telusuri.id)

Ketoprak tobong sempat menjadi salah satu kesenian yang dicekal saat meletusnya peristiwa G30-S PKI. Para seniman ditangkap lantaran mereka dicurigai memiliki kedekatan dengan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra).

Kala itu, para senimannya memang konon menggunakan ketoprak tobong sebagai alat propaganda dan perlawanan masyarakat. Pemerintah kemudian menggunakan kesenian ini untuk memperkenalkan program-programnya.

Sayang, ketoprak tobong kian tergerus oleh zaman. Lantaran nggak lagi diminati sebanyak dulu, kesenian tersebut mulai jarang dijumpai.

Sayang sekali ya, Millens, kalau ketoprak tobong nanti punah. Kamu punya ide menarik apa supaya kesenian ini bisa hidup kembali? (IB15/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: