BerandaTradisinesia
Jumat, 1 Apr 2021 11:47

Ikhtiar Mengungkap 'Rainha da Japara', Benarkah Merujuk pada Ratu Kalinyamat?

Seminar Rainha de Japara: Retno Kencono Alias Ratu Jepara Alias Ratu Kalinyamat. (Youtube/lestarimoerdijat)

Tim Riset Ratu Kalinyamat Dharma Bhakti Lestari meyakini sosok ratu asal Jepara yang melakukan penyerangan ke tentara Portugis merupakan Ratu Kalinyamat. Hal tersebut diperoleh dari riset panjang hingga ditemukannya dokumen tersembunyi di Portugis.

Inibaru.id – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar seminar nasional bersama para pakar sejarah, Rabu (31/3/2021). Diskusi dengan tema “Rainha de Japara: Retno Kencono Alias Ratu Jepara Alias Ratu Kalinyamat” ini merupakan langkah MPR RI bersama Yayasan Dharma Bhakti Lestari untuk mendaftarkan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir para pengajar dan sejarawan dari berbagai universitas serta tim riset Dharma Bhakti Lestari. Diskusi hybrid tersebut diikuti oleh ratusan orang, baik yang hadir secara langsung maupun lewat siaran Youtube dan Zoom.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Pakar Ratu Kalinyamat Prof Ratno Lukito menyajikan beberapa fakta yang memperkuat alasan mengapa Ratu Kalinyamat harus segara diangkat menjadi pahlawan nasional. Berdasarkan kajian, tim riset bersama Yayasan Dharma Bhakti Lestari menemukan dokumen yang dibikin oleh penulis Portugis.

“Tim riset Ratu Kalinyamat telah menemukan, setidaknya ada 8 sumber primer dari para penulis Protugis," ungkap Lukito.

Digelar secara hybrid. (Youtube/lestarimoerdijat)

Lukito memaparkan beberapa fakta sejarah yang memperkuat posisi Ratu Kalinyamat sebagai tokoh perempuan pada masa itu. Dalam catatan-catatan penulis Portugis tersebut, ratu Jepara telah mengirimkan pasukan sebanyak empat kali untuk memukul mundur pasukan Portugis.

“Bukti akademik yang sudah didapatkan itu merupakan bukti kuat bahwa Ratu Kalinyamat adalah Rainha de Japara yang pada tahun-tahun itu menjadi bintang bagi sejarah bangsa kita melawan penjajahan.,” lanjut lelaki yang telah memimpin riset selama 2,5 tahun tersebut.

Perempuan yang Melampaui Zaman

Oleh Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, kiprah Ratu Jepara atau Ratu Kalinyamat dalam melawan penjajah ini dinilai sebagai tindakaan tokoh perempuan yang melampaui zamannya. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa di masa lalu perempuan sudah diberi peran.

“Pada zaman yang lalu perempuan sudah diberi peran. Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kita bahwa bangsa kita memberikan penghormatan yang melampaui batas eksklusivitas,” ungkap perempuan yang akrab disapa Rerie ini.

Lestari Moerdijat dalam sambutanya. (Youtube/lestarimoerdijat)

Selain itu, Rerie juga berharap agar tim peneliti dapat memperkuat dokumen-dokumen sebagai bukti sejarah untuk memenuhi prasyarat agar Ratu Kalinyamat dapat diangkat menjadi pahlawan nasional.

“Kami juga dapat menerima masukan untuk memperkuat positioning agar Ratu Kalinyamat bisa menjadi pahlawan nasional,” tambahnya.

Dalam acara tersebut hadir pula Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menegaskan pentingnya pembuktian apakah Rainha de Japara adalah sosok yang dinobatkan untuk Ratu Kalinyamat.

“Atau ada ratu lain di Jawa yang keberaniannya melebihi sososk Ratu Kalinyamat?” tanya Ganjar.

Di samping itu, Ganjar juga mendukung penuh upaya agar Ratu Kalinyamat diangkat menjadi pahlawan nasional. Karena bagaimana pun, menurutnya, kerja-kerja pengungkapan sejarah dapat mempertebal identitas bangsa.

“Ini bukan kerja enteng dan bisa dientengkan, selamanya proses pengungkapan sejarah akan mempertebal identitas dan kebanggaan kita sebagai bangsa,” tukas Ganjar.

Nah Kamu sendiri sudah kenal belum dengan Rainha da Japara ini, Millens? (Zulfa Anisah/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: