BerandaTradisinesia
Senin, 22 Nov 2020 08:00

Akhir Tragis Rara Oyi di Antara Cinta Segitiga Keturunan Kerajaan Mataram

Makam Rara Oyi di Makam Para Pendosa Banyusumurup, Bantul. (Tribun Jogja/Setya Krisna Sumargo)

Nggak ada yang menyangka jika nyawa Rara Oyi, Putri Ngabehi Mangunjaya, harus berakhir di tangan suaminya sendiri, Pangeran Anom. Mirisnya, titah menghabisi Oyi datang langsung dari mertua cum mantan calon suaminya, Amangkurat I.

Inibaru.id – Amangkurat I oleng setelah ditinggal mangkat permaisurinya, Ratu Wetan (Ratu Mas Malang). Hasrat hidup penguasa Mataram itu baru bangkit setelah berhadapan dengan Rara Oyi, putri seorang mantri di Surabaya, Ngabehi Mangunjaya. Kala itu, Rara Oyi baru berusia 11 tahun.

Pencarian Rara Oyi bukanlah perkara yang mudah. Untuk menggantikan ratu tercintanya itu, penguasa Mataram pada 1646-1677 tersebut memerintahkan orang kepercayaannya untuk mencari perempuan dengan kriteria seperti mendiang permaisuri. Petunjuknya, tinggal di sekitar sungai yang segar airnya.

Rombongan pun tiba di tepi Kali Mas, Surabaya. Di daerah inilah mereka bersua Rara Oyi, sosok yang benar-benar cocok dengan permintaaan Susuhunan Amangkurat I. Segera, mereka memboyong Oyi ke Mataram.

Susuhunan pun klepek-klepek. Namun, Rara Oyi masih terlalu belia untuk diperistri. Maka, Oyi pun dititipkan kepada mantrinya, Ngabehi Wiraraja, hingga cukup usia untuk dinikahi dan dijadikan selir.

Rara Oyi Bertemu Putra Mahkota

Maksud hati memingit di wilayah istana agar nggak dilirik laki-laki lain, Oyi justru jatuh hati pada Pangeran Anom atau Raden Mas Rahmat (yang kelak menjadi Amangkurat II, suksesor Amangkurat I). Momen jatuh cinta sejoli tersebut mirip sinetron, lo!

Kala itu, Rara Oyi yang sudah beranjak remaja sedang membatik. Dia kaget begitu ada pemuda muncul di rumahnya. Dia berlari menjauh, tapi sempat menengok rupa sang pangeran sambil membetulkan rambutnya. Pangeran Anom yang saat itu juga sedang mencari calon istri pun langsung jatuh cinta.

Namun, dia harus putus asa setelah mengetahui bahwa Oyi adalah calon ibu tirinya. Sementara, saat itu hubungan Mas Rahmat dan Amangkurat I juga nggak terlalu baik. Dia pun patah hati.

Melihat cucunya nggak nyenyak tidur, mengurung diri, dan enggan makan lantaran patah hati, Pangeran Pekik, sang kakek, pun bertindak. Mertua dari Amangkurat I atau ayah dari itu "menculik" Rara Oyi untuk dinikahkan dengan cucunya.

Penculikan ini pun membuat Amangkurat I murka. Segera, ia memerintahkan prajurit untuk memburu Pangeran Pekik dan keluarganya. Pangeran yang masih keturunan Sunan Ampel itu dieksekusi mati, plus kerabat dan keluarganya, tapi Mas Rahmat diampuni, tentu saja dengan syarat yang membebani.

Hukuman Raja untuk Putra Mahkota

Lukisan Amangkurat I. (BangkaTribun/IST)

Kira-kira apa hukuman Amangkurat I kepada Pangeran Anom? Bukan dibunuh, diasingkan, atau dimakzulkan, melainkan dia harus membunuh Rara Oyi dengan tangannya sendiri. Sadis? Kala itu, Susuhunan Amangkurat I memang terkenal sadis dan nggak mengenal ampunan.

Susuhunan memang tergila-gila pada Oyi, tapi dia terlanjur kecewa dan marah. Bahkan, dia mengatakan nggak sudi menghirup udara yang sama. Pangeran Anom yang nggak bisa berkutik kemudian menyanggupi untuk menghabisi nyawa perempuan yang amat dicintainya.

Oyi pun pada akhirnya harus meregang nyawa setelah dadanya ditikam suaminya sendiri. Ada versi yang mengatakan perempuan molek itu dihabisi langsung di hadapan Susuhunan. Sebagian sejarawan lebih memercayai cerita ini.

Namun, ada satu versi lain, yakni sepulang dari menghadap ayahnya, Mas Rahmat langsung memeluk sang istri. Tanpa disadari Oyi, Mas Rahmat menghunus keris dan dalam sekejap menikam dada istrinya itu. Oyi pun tewas di pangkuan Mas Rahmat.

Bersama Pangeran Pekik dan keluarganya, Rara Oyi kemudian dimakamkan di Banyusumurup. makam yang diperuntukkan bagi para pembangkang Kerajaan Mataram.

Dendam yang Terbalaskan

Kematian Oyi begitu membekas di hati Raden Mas Rahmat. Dia menyimpan dendam kesumat pada ayahnya tersebut. Bersekutu dengan pasukan Madura (Trunajaya) dan pelarian dari Makassar (Karaeng Galesong), dia sempat mencoba menggulingkan Amangkurat I.

Persekutuan itu nggak berlangsung lama, karena pada akhirnya Mas Rahmat kembali memihak sang ayah melawan Trunajaya yang nggak mau menyerahkan Kartasura kepadanya.

Dukungan rakyat Madura, pelarian Makassar, plus Panembahan Giri dari Surabaya, membuat pasukan Trunajaya menjadi begitu kuat, hingga mampu menguasai Plered, ibukota Mataaram. Susuhunan dan Mas Rahmat melarikan diri. Inilah awal dari akhir Kerajaan Mataram.

Namun, dendam Mas Rahmat kepada Amangkurat I rupanya belum tuntas. Dalam pelarian, Susuhunan diracun oleh Mas Rahmat. Susuhunan meninggal dan dikuburkan di Tegalarum. Sementara, Plered yang ditinggalkan Trunajaya diambil alih Mas Drajat, anak tiri Amangkurat I dari Ratu Wetan.

Selanjutnya, dengan bantuan VOC, Mas Rahmat memukul mundur Trunajaya, lalu mengangkat dirinya menjadi Amangkurat II dan mendirikan Kasunanan Surakarta. Sejak saat itu, Kerajaan Mataram pecah menjadi dua dan peperangan terus berkecamuk hingga Perjanjian Giyanti.

Wah, cinta segitiga ayah dan anak keturunan Mataram ini sungguh mengerikan ya, Millens!(his,inti,moj/IB21)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: