BerandaKulinary
Jumat, 20 Jun 2019 12:18

Menjajal Kelezatan Satai Blengong Brebes, Berserat tapi Lembut

Satai blengong. (Ksmtour)

Blengong adalah hewan hasil kawin silang antara itik dan entok. Dagingnya liat, lembut, tapi tetap berserat. Hm, kebayang dong gimana kalau daging itu dibikin satai?

Inibaru.id – Berjalan-jalan di berbagai sisi Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kamu nggak bakal kesulitan menemukan kedai penjual masakan satu ini. Satai blengong namanya. Satai khas kabupaten paling barat di Jawa Tengah itu biasanya disajikan bersama kupat glabed, lalu disiram dengan kuah kuning.

Oya, blengong merupakan hewan hasil perkawinan antara itik atau bebek pelari dengan entok atau bebek serati. Dengan pengolahan yang tepat, blengong yang juga sering disebut brati atau tiktok bertekstur daging liat, lembut namun berserat.

Nah, tekstur itulah yang akan kamu rasakan ketika menyantap sate blengong. Berbeda dengan satai ayam atau kambing yang bisa langsung dibakar dalam keadaan mentah, daging blengong nggak langsung dibakar, melainkan diungkep lama bersama kuah berbumbu merah pekat.

Satai blengong khas Brebes, Jawa Tengah. (Kompas/Kristianto Purnomo)

Proses mengungkep tersebut akan menghasilkan daging blengong yang empuk dan nggak amis saat disantap. Kemudian, saat membakar, satai blengong menggunakan tusuk yang lebih panjang. Hm, puas memakannya!

Setelah matang, satai blengong biasa dimakan bersama kupat glabed, sejenis ketupat yang banyak ditemukan di sepanjang wilayah Brebes, Tegal, dan Pemalang.

Kamu bisa menemukan menu kuliner khas Brebes ini hampir di setiap sudut kota, mulai dari Alun-alun hingga kompleks Islamic Center Brebes.

Kupat glabed sebagai menu pendamping sate blengong. (Kompas/Kristianto Purnomo)

Para pedagang sate blengong ini mulai membuka lapaknya sekitar pukul 15.00 WIB hingga tengah malam. Kalau kamu nggak mau kehabisan, sebaiknya datanglah lebih awal karena akan banyak pembeli yang berdatangan terutama pada saat liburan.

Untuk menikmati satai blengong, kamu cukup merogoh kocek sekitar Rp 14.000-20.000 per porsi. Seporsi satai biasanya terdiri atas satu tusuk satai plus nasi, lontong, atau ketupat.

Hm, menggiurkan! Jangan lupa bubuhi satai blengongmu dengan bawang merah goreng dan kerupuk ya! (IB20/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: