BerandaInspirasi Indonesia
Selasa, 20 Jul 2020 13:00

Jalan Lain Imam Klowor, Soroti Isu Lingkungan Lewat Seni

Imam Klowor sedang menggambar. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Lewat pointilis, Imam Klowor membuat titik-titik menjadi gambar yang bercerita. Bukan hanya menjadi pekerjaan sampingan, dirinya menggunakan pointilis sebagai cara mengkritik isu lingkungan.

Inibaru.id – Pada sore yang teduh itu saya bertemu Imam Sahudi, lelaki muda yang menjadi pegiat Omah Pang di Nongkosawit, Gunungpati. Di antara beberapa pegiat, dirinyalah yang terlihat paling sibuk. Menitikkan pulpen di atas media gambar, sesekali dia mengambil jeda dengan menyeruput kopi dan berbincang.

Lelaki yanng lebih senang disapa Imam Klowor ini menjadi salah seorang seniman yang menjadi aset Desa Wisata Nongkosawit. Dari tangannya lahir berbagai karya, salah satunya adalah lukisan yang dibuat dengan metode pointilis. Cukup unik karena metode yang satu ini menggabungkan titik-titik menjadi sebuah objek.

Imam Klowor mengaku bahwa dirinya mulai melukis sejak usia SD. Sempat mencoba berbagai teknik termasuk sket, kini dirinya memilih menekuni teknik pointilis yang menurutnya dapat meningkatkan kesabaran.

“Lebih dari 5 tahun, pointilis bisa melatih kesabaran,” ungkapnya singkat.

Berbagai karya Imam klowor. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Kebanyakan karya Imam Klowor bercerita tentang lingkungan. Menurutnya isu lingkungan lebih mudah untuk dituangkan dalam sebuah karya. Selain lebih realistis, Imam Klowor mangaku imajinasinya bisa mengalir begitu saja. Hal ini diakuinya karena dirinya terbiasa hidup di pegunungan dengan suasana alam yang masih asri.

“Struktur dan gambar tentang lingkungan lebih ada maknanya. Masa lampau dan kini banyak perbedaan tentang kondisi lingkungan," ungkap lelaki yang hanya menyelesaikan pendidikan di bangku SMP ini.

Perubahan alam yang dialaminya semasa hidupnya membuat Imam Klowor mendedikasikan lukisan-lukisannya sebagai suatu kritik di samping sebagai penghasilan tambahan. Imam berpendapat bahwa mengkritisi isu-isu lingkungan bukan hanya lewat turun aksi, tapi bisa juga lewat karya.

“Nggak harus demo, ini caraku menyampaikan aspirasi dengan karya, dengan kesabaran,” tuturnya.

Jika ada waktu, dirinya sengaja menggelar live performance tunggal. Nggak jarang dirinya mendapat pandangan aneh dari orang yang melihatnya. Namun nggak jarang apa yang dilakukannya mendapat perhatian sehingga membuka ruang diskusi. Begitulah dia menyampaikan kritik lingkungan.

Nggak perlu demo, menggambar adalah caranya menyampaikan aspirasi. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Nggak cuma menjadi koleksi pribadi, karyanya nggak jarang bikin orang kepincut untuk meminangnya. Beberapa orang yang meminang karya Imam Klowor biasanya akan memberikan uang yang setimpal. Tapi, ada juga yang meminta gratisan. Hal tersebut menurutnya bukan suatu masalah, yang terpenting orang tersebut suka dengan karyanya tersebut.

“Yang penting orangnya suka, biasanya saya minta untuk dipajang dan dijaga dengan baik,” ungkapnya polos.

Imam memang masih amatir, dirinya juga memilih berkarya sendiri dan menolak bergabung dengan komunitas pointilis. Laki-laki ini mengaku lebih suka beraktivitas di Omah Pang dan mengajari siapa saja yang tertarik dengan pointilis.

Meski masih banyak pertanyaan bergelayut, saya harus mengakhiri perbincangan dengan lelaki muda tersebut. Pesan saya padanya supaya konsisten dalam berkarya untuk mengkritik isu lingkungan, bukan seperti saya, turun aksi saja kadang-kadang. He (Zulfa Anisah/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

20 Agu 2026

Sinewara, Bioskop BUMN Besutan PFN Siap Meluncur 2027

21 Agu 2026

Garuda Indonesia Uji Internet Cepat di Udara, Video Call dari Ketinggian 30 Ribu Kaki

22 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: