BerandaIndo Hayati
Kamis, 21 Mar 2018 07:56

Senarai Fauna Identitas Daerah di Jawa Tengah: Jalak Suren, Pengoceh Bandel Kecintaan Purbalingga

Jalak suren (Sturnus contra) (alamendah.org)

Burung ini punya beberapa kualitas yang menjadikannya populer banget, khususnya bagi kicaumania. Dua kabupaten di Jawa Tengah, Purbalingga dan Tegal, memuliakannya sebagai maskot. Namanya jalak suren (Sturnus contra).

Inibaru.id – Burung ini punya banyak julukan. Semua julukan itu hampir semuanya bagus. Ia burung penjaga rumah yang bisa diberdayakan mirip anjing penjaga. Wajar saja, burung ini peka terhadap sekitar.

Ia juga kondang sebagai pengoceh yang bandel dan cerewet. Kualitas terakhir itulah yang jadi kecintaan para penggemar burung kicauan a.k.a oceh-ocehan.

Millens tahu burung apakah itu? Namanya jalak suren yang bersebutan ilmiah Sturnus contra. Dan untuk Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, jalak suren ini diistimewakan banget. Maklum, ia adalah maskot fauna, yang bersandingan dengan buah duwet alias juwet alias jamblang yang jadi maskot floranya (Soal duwet ini disajikan dalam tulisan lain dalam kanal Indo Hayati inibaru.id)

Mau tahu lebih banyak tentang burung ini?

Disarikan dari laman alamendah.org, burung yang dalam bahasa Inggris disebut Asian Pied Starling atau Pied Myna ini termasuk dalam famili Sturnidae yang bisa dijumpai di hampir seluruh Indonesia terutama di Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali. Selain itu jalak suren tersebar juga di berbagai negara seperti Bangladesh, Bhutan, Kamboja, Tiongkok, India,Laos, Myanmar, Nepal, Pakistan, dan Thailand.

Baca juga:
Senarai Flora Identitas Daerah di Jawa Tengah: Duwet, Si Ungu Kebanggaan Purbalingga
Senarai Flora Identitas Daerah di Jawa Tengah: Pohon Salam, Maskot Bumi Sukowati

Wikipedia menulis, spesies jalak ini ditemukan di Anak Benua India dan Asia Tenggara. Biasanya ditemukan dalam kelompok kecil di kaki lembah dan dataran rendah. Acap kali burung ini dijumpai di kota atau perdesaan

 Jalak suren memiliki beberapa variasi bulu dalam populasinya, dan sampai saat ini sudah teridentifikasi lima subspesiesnya.

Ukuran tubuhnya sedang, sekitar 24 cm. Bulunya berwarna hitam dan putih. Bagian putih ada di dahi, pipi, garis sayap, tunggir, dan perut. Adapun bulu di dada, tenggorokan, dan tubuh bagian atas berwarna hitam (cokelat saat remaja).

Iris mata burung ini berwarna abu-abu. Kulit tanpa bulu di sekitar mata berwarna jingga. Paruhnya merah dengan ujung putih. Adapun kaki berwarna kuning. Suaranya seperti teriakan yang ribut, sumbang, dan riang.

Biasanya burung yang hidup dalam kelompok kecil ini menghuni daerah terbuka dekat pemukiman di dataran rendah. Kebanyakan mencari makan di atas tanah, yaitu cacing dan satwa kecil lainnya. Mereka bergabung dalam kelompok ketika beristirahat pada malam hari.

Tenang, Masih Aman kok

Masih banyakkah populasi jalak suren? Kamu nggak perlu khawatir.  Tenang saja, IUCN Redlist mengategorikannya dalam status konservasi “Least Concern” atau “Berisiko Rendah”.

Mau bukti? Ya, meskipun di Indonesia, jalak suren  mulai sulit ditemukan di habitat aslinya, tapi kamu akan menjumpai jumlahnya yag banyak di pasar-pasar burung dan dijadikan peliharaan. Ini lantaran jalak suren adalah favorit bagi para kicaumania alias pencinta burung.

Popularitas sebagai burung favorit inilah yang jadi alasan jalak suren dijadikan maskot daerah. Nggak hanya Kabupaten Purbalingga, satu daerah lain di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Tegal, juga menjadikan jalak jenis ini sebagai maskotnya.

Oya Millens, nggak sekadar difavoriti para kicaumania, jalak suren ini punya nilai kultural atau budaya yang tinggi. Mengutip Wikipedia, jalak suren cenderung dianggap menguntungkan oleh petani karena burung ini memangsa serangga yang dapat merusak panen. Bahkan, dalam kebudayaan Sema Naga, salah satu suku Naga Besar di India, orang-orangnya memercayai bahwa jalak suren merupakan reinkarnasi manusia. Alhasil, mereka nggak mau memakan burung ini.

Baca juga:
Senarai Flora Identitas Daerah di Jawa Tengah: Indah Berkhasiat Srigading Pemalang
Senarai Fauna Identitas Daerah di Jawa Tengah: Cuitan Indah Kacer dari Pemalang

Nah, kalau ingin membuktikan beberapa kualitas jalak suren ini, kamu bisa mencoba memiaranya. Soal harganya? Ya, bervariasi dan nggak sedikit yang terbilang mahal banget. Maklum, nilai burung ini sebagai oceh-ocehan tinggi banget. Tapi kalau sudah demen, uang sering jadi nomor sekian, bukan? (EBC/SA)

Klasifikasi ilmiah

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Passeriformes

Famili: Sturnidae

Genus: Sturnus

Spesies: Sturnus contra

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

20 Kisah Perjuangan Bakal Diangkat Kemenbud ke Layar Lebar

9 Sep 2026

Jalan Pantura, Jalur Bersejarah yang Menjadi Urat Nadi Pulau Jawa

10 Sep 2026

Masuk Usia 17 Tahun, Warga Bakal Punya Rekening Berisi Rp50 Ribu

11 Sep 2026

First Look Film Animasi Timun Mas Dirilis, Bawa Dongeng Jawa ke Animasi Modern

12 Sep 2026

Mengulik Asal-usul Nama Pekalongan, dari Joko Bau hingga Naskah Sunda Kuno

14 Sep 2026

Purbaya Dicopot, Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru

15 Sep 2026

25.000 Tahun Lalu, Manusia Purba Sulawesi Redakan Sakit Gigi dengan Pinang

16 Sep 2026

Film Empat Musim Pertiwi Jadi Wakil Indonesia di Oscar 2027

17 Sep 2026

Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba di Tanjung Priok

18 Sep 2026

Gatot, Jajanan Gunungkidul yang Konon Berasal dari Gaplek “Gagal Total”

19 Sep 2026

Jejak Yerusalem dalam Nama Kudus hingga Dijuluki Yerusalem van Java

21 Sep 2026

Prabowo Ungkap Rencana Bikin Bensin dari Batu Bara, Ini Tantangannya

22 Sep 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: