BerandaHits
Jumat, 29 Feb 2024 07:57

Waspada, Remaja Kecanduan TikTok Cenderung Punya Kesehatan Mental Rendah

Kecanduan TikTok bisa bikin masalah kesehatan mental bagi para remaja. (Osc.medcom.id)

Kecanduan TikTok berimbas pada screentime yang berlebihan. Dampaknya, remaja yang mengalaminya jadi rentan mengalami masalah kesehatan mental. Bahkan, risiko melakukan bunuh diri juga meningkat!

Inibaru.id – Demam TikTok semakin merajalela di Indonesia. Menurut informasi yang diungkap oleh We Are Social, per Oktober 2023 lalu, pengguna Tiktok di Indonesia mencapai 106.51 juta alias terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Pengguna TikTok paling banyak adalah dari kalangan anak muda (18-24 tahun) dengan jumlah lebih dari 34 persen. Setelah itu, penggunanya adalah mereka yang berusia 25 – 34 tahun dengan jumlah lebih dari 28 persen, dan remaja berusia 13 – 17 tahun dengan jumlah lebih dari 14 persen.

Alasan mengapa TikTok digemari di Indonesia adalah karena konten-kontennya yang asyik dan digemari siapa saja. Sayangnya, di balik menariknya konten TikTok, ada bahaya yang mengintai, khususnya bagi para remaja. Pasalnya, studi terbaru mengungkap bahwa remaja yang kecanduan TikTok cenderung punya masalah kesehatan mental, lo.

Penelitian tersebut berjudul TikTok Use and Psychosocial Factors Among Adolescents: Comparisons of Non Users, Moderate Users, and Addictive Users dan dipublikasikan dalam jurnal Psychiatry Research pada Juli 2023 lalu. Dalam penelitian ini, 1.346 remaja dilibatkan dengan catatan 199 remaja yanggak pernah memakai TikTok, 686 lainnya memakai sosmed ini dengan wajar, dan 461 sisanya sudah masuk dalam kategori kecanduan TikTok.

Hasilnya adalah, remaja yang kecanduan TikTok cenderung punya masalah kesehatan mental yang lebih parah jika dibandingkan dengan yang memainkan TikTok dengan wajar. Mereka cenderung mudah mengalami stress, depresi, mengalami kecemasan sosial, kesepian, nggak puas dengan hidupnya, hingga kualitas tidur yang lebih buruk.

Remaja kecanduan TikTok rentan menghabiskan waktu memainkan gawai. (Pramborsfm)

Kinerja akademis mereka juga cenderung lebih buruk dari dua kategori remaja lainnya. Selain itu, mereka cenderung sering jadi korban perundungan atau nggak punya hubungan yang baik dengan orang tua. Jika nggak ditangani dengan serius, bisa-bisa masalah kesehatan mental para remaja ini berujung pada meningkatnya risiko melakukan bunuh diri!

Kok dampaknya bisa sampai seburuk itu? Kalau soal ini, psikolog Jean Twenge punya jawabannya. TikTok membuat banyak orang, khususnya para remaja menghabiskan banyak waktunya melihat layar gawai. Padahal, sudah jadi rahasia umum kalau screentime berlebihan bisa berefek buruk bagi kesehatan mental.

“Niatnya hanya memainkannya 15 menit. Tapi pada akhirnya mereka bisa menghabiskan waktu selama berjam-jam. Per 2022 saja, Rata-rata pengguna TikTok menggunakan sosmed tersebut 1,5 jam setiap hari,” ujar Twenge sebagaimaan dilansir dari Kompas, Minggu (25/2/2024).

Kecanduan Tiktok juga dianggap ikut andil dalam membuat peluang remaja di seluruh dunia jadi depresi semakin meningkat. Padahal, peningkatan kasus depresi pada remaja ini sudah terus terjadi sejak 2012, tepatnya semenjak ponsel pintar dan media sosial semakin banyak dipakai.

Maklum, meski terkesan bisa membuat kita bisa melihat banyak konten menyenangkan, nyatanya TikTok juga bisa jadi ajang perundungan, tempat di mana kita jadi membanding-bandingkan diri dengan orang lain, dan lainnya yang bisa menghilangkan kebahagiaan dan kepuasan hidup. Intinya, media sosial ini memang bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan mental.

Jadi, kalau kamu punya keluarga dengan usia remaja dan mulai memakai media sosial ini, awasi penggunaannya agar nggak sampai kecanduan TikTok, ya? (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: