BerandaHits
Selasa, 6 Sep 2021 16:14

Tiga Final, Dua Emas, dan Perjuangan Luar Biasa Leani Ratri

Leani Ratri saat memenangi medali emas ganda campuran Paralimpiade Tokyo 2020 bersama Hary Susanto. (Reuters / Athit Perawongmetha)

Dua emas dan satu perak. Dalam tempo dua hari, Leani Ratri berjibaku dalam tiga final di cabor bulu tangkis Paralimpiade 2020. Seperti apa ya perjuangannya yang luar biasa ini?

Inibaru.id – Dua emas diraih kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020. Yang luar biasa, dua-duanya dipersembahkan oleh perempuan luar biasa bernama Leani Ratri Oktila. Dia memenanginya saat bertanding di ajang bulu tangkis ganda campuran bersama dengan Hary Susanto dan sebelumnya di ganda putri bersama Khalimatus Sadiyah.

Di ganda campuran kategori SL3- SU5, Leani mengaku berjuang mati-matian mengalahkan pasangan Prancis Faustine Noel/Lucas Mazur dengan skor ketat 23-21 dan 21-17. Dia ingin rekannya bertanding selama bertahun-tahun, Hary, yang sudah berusia 46 tahun mencicipi manisnya medali emas.

“Kami sangat bangga, terlebih lagi usia Mas Hary kini sudah tidak muda lagi… Ini adaah impian terbesar kami. Sangat bersyukur bersama Mas Hary, bisa mewujudkan impian itu dengan keluar sebagai juara,” terang Ratri usai pertandingan final pada Minggu (5/9/2021).

Atlet berusia 30 tahun ini sebelumnya juga meraih emas bersama dengan Khalimatus Sadiyah di ganda putri kategori SL3-SU5 pada Sabtu (4/9). Bahkan, di hari itu, dia menjalani empat pertandingan sekaligus, termasuk memenangi pertandingan final melawan ganda putri Tiongkok, Cheng Hefang/ Ma Hihui.

Pertandingan final lain yang dijalani Leani memang nggak berujung kemenangan. Di nomor tunggal putri SL4, pemain kelahiran Siabu, Riau, 6 Mei 1991 ini kalah dari Cheng He Fang (Tiongkok) dengan tiga gim ketat, 19-21, 21-17, dan 16-21. Dia pun harus puas dengan medali perak. Padahal, sebagaimana seluruh rakyat Indonesia, Leani berharap bisa menyabet tiga medali emas sekaligus di Paralimpiade Tokyo 2020.

Leani saat memenangi medali emas di nomor ganda putri dengan Khalimatus Sadiyah. (AP/Yohei Nishimura)

Sejumlah pihak menyebut Leani kelelahan karena tampil berkali-kali di hari sebelumnya. Apalagi, dia juga harus menjalani tes doping hingga pukul 23.00 waktu setempat. Namun, kekalahan itu membuatnya nggak larut dalam kesedihan. Dia membuktikan kalau dia masih memiliki sisa tenaga untuk diperjuangkan hingga memenangi medali emas keduanya bersama dengan Hary Susanto.

Sudah Akrab dengan Perjuangan Sejak Lama

Kariernya sebagai atlet parabadminton terbaik Indonesia dalam sejarah ternyata dimulai dari tragedi. Pada 2011 lalu, Leani mengalami kecelakaan sepeda motor yang membuat kaki kirinya cedera cukup parah. Tangan kirinya saat itu juga patah. Kini, kaki kirinya lebih pendek dari kaki kanan dan membuat pergerakannya nggak leluasa.

Saat itu, usianya masih 20 tahun. Tapi, Leani nggak mau patah arang. Dia tetap tekun menggeluti bulu tangkis yang memang sudah dia mainkan sejak usianya tujuh tahun.

“Hal terbaik menjadi atlet internasional adalah ketika saya menang, dunia bisa melihat bahwa Indonesia mampu. Saya bisa membuat negara dan keluarga saya bangga,” ucap Leani.

Perjuangan Leani Ratri di Paralimpiade Tokyo 2020 sangatlah luar biasa, ya Millens. Patut dijadikan contoh kalau semua orang bisa meraih apapun dengan usaha keras! (Sua, Pik, Ind, Spo, Jur/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Ternyata Bumi Kita Nggak Seburuk Itu, Simak Kabar Baik Pemulihan Alam Belakangan Ini!

21 Jan 2026

Kata Pakar Soal Makanan yang Bisa Bertahan Lebih dari 12 Jam

22 Jan 2026

Apakah Indonesia Sudah Memasuki Puncak Musim Hujan?

22 Jan 2026

Tradisi Unik jelang Ramadan; Nyadran 'Gulai Kambing' di Ngijo Semarang

22 Jan 2026

Bukan Cuma Rokok, Tekanan Finansial Juga Jadi Ancaman Serius buat Jantung

22 Jan 2026

Pantura 'Remuk' Pasca-Banjir, Pemprov Jateng Mulai Hitung Kerugian dan Siapkan Strategi Baru

22 Jan 2026

Menurut PBB, Dunia Sudah Memasuki Fase Kebangkrutan Air Global!

23 Jan 2026

Waktu-waktu Terburuk untuk Liburan ke Jepang pada 2026

23 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: