BerandaHits
Senin, 14 Apr 2019 09:32

Survei Membuktikan, Wisatawan Lebih Suka Berinteraksi dengan Pengelola Penginapan

Wisatawan lebih nyaman tinggal dengan tuan rumah. (Kompas/ Silvita Agmasari)

Survei membuktikan, sebanyak 63 persen responden yang merupakan wisatawan percaya masa inap menjadi jauh lebih bermakna karena orang-orang yang mengelola akomodasi/penginapan. Karena itu, mereka lebih suka berkomunikasi dengan pengelola akomodasi.

Inibaru.id – Zaman yang serbadigital nggak serta merta membuat orang-orangnya menjadi ansos alias antisosial. Begitu juga dengan wisatawan zaman now yang suka bertualang ke pelbagai daerah. Menurut survei yang dilakukan agen penyedia tiket wisata Booking.com, berinteraksi dengan penyedia akomodasi membuat liburan lebih bermakna.

Dari survei yang diikuti 21.500 responden, sebanyak 63 persen di antaranya setuju dengan hal itu. Sejumlah 51 persen responden justru mengungkapkan lebih memilih menginap di bangunan yang sama dengan pengelolanya. Hal ini dikarenakan mereka merasa lebih terbantu.

Dilansir dari laman Kompas, Kamis (11/4/2019) tuan rumah akomodasi memiliki peran yang cukup penting dalam hal ini, yakni untuk membuat tamunya lebih betah berada di sana. Berdasarkan survei, 66 persen wisatawan suka disambut hangat tuan rumah karena mereka merasa seperti meningap di rumah sendiri.

Sebanyak 62 persen wisatawan menganggap jika tuan rumah merupakan orang lokal yang bisa memberi informasi penting saat berwisata di daerah tersebut. Selain itu, 45 persen wisatawan lainnya juga bisa meminta bantuan tuan rumah untuk lebih hemat dan terhindar dari jebakan turis.

Nggak hanya itu, 44 persen wisatawan juga mengakui mereka ingin menambah lingkaran sosial mereka. Para wisatawan itu juga berharap diundang ke pesta lokal orang yang mengelola akomodasi.

Namun, nggak semua wisatawan ingin berinteraksi dengan frekuensi yang cukup tinggi dengan tuan rumah. Wisatawan mengakui mereka hanya perlu melihat tuan rumah mereka sekali saja, beberapa di antaranya juga berharap dihubungi hanya sekali saat check-in dan sekali saat check-out.

Terlebih, sebanyak 69 responden percaya tuan rumah harus mengetahui secara intuitif jumlah waktu yang tepat untuk dihabiskan bersama tamu. Empat dari lima responden merasa hal ini adalah cara yang tepat untuk menghargai kebutuhan tamu akan ruang pribadi dan privasi mereka.

Kalau kamu jadi wisatawan, kamu tipe yang mana nih, Millens? (IB24/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: