BerandaHits
Rabu, 24 Jul 2018 16:45

Kisah Anak Muda yang Peduli Terhadap Anak-Anak

Zihni bersama anak-anak didiknya saat mengikuti program Indonesia Mengajar. (Zihni Ikhamuddin)

Saat ini, semakin banyak anak muda yang peduli terhadap pendidikan anak. Apa sih alasan mereka?

Inibaru.id – Di saat sebagian anak muda menyibukkan diri dengan kuliah atau bersenang-senang dengan kawan mereka, sebagian yang lain justru menyisihkan waktunya untuk mengabdi dan peduli kepada anak-anak. Mereka menjadi relawan dan bergabung dengan komunitas-komunitas yang peduli terhadap anak.

Menjadi relawan untuk anak-anak memiliki tantangan tersendiri, setidaknya itulah yang dirasakan Zihni Ihkamuddin yang tergabung dalam relawan Kelas Inspirasi Semarang. Aktif di beberapa organisasi membuatnya harus pandai mengatur waktu agar bisa ikut aktif sebagai panitia untuk menyiapkan program volunteering Kelas Inspirasi Semarang. Selain sibuk menjadi tim inti relawan Kelas Inspirasi Semarang, Zihni juga tetap harus fokus dengan tugasnya sebagai mahasiswa S2 Ilmu Kelautan Undip.

Pemuda kelahiran 6 Maret 1992 ini mengaku sempat merasa takut menjadi relawan karena belum pernah berkomunikasi secara intens dengan anak-anak. Namun, Zihni lantas memilih melawan ketakutannya itu dengan mendaftar sebagai pengajar muda angkatan X di Yayasan Indonesia Mengajar pada 2015 silam.

Yayasan Indonesia Mengajar adalah yayasan yang mengelola program untuk memajukan pendidikan Indonesia. Program ini mengajak para sarjana untuk memiliki semangat mengabdi dengan memberikan pendidikan yang baik bagi generasi penerus, khususnya di pelosok Indonesia. Nah, saat itu, Zihni diterima sebagai relawan pengajar di Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara.

Berbekal pengalaman mengajar di Sangihe, Zihni langsung tertarik bergabung dengan Kelas Inspirasi Semarang setibanya kembali ke Semarang.

“Waktu itu ada salah satu teman yang menegur saya ‘Kamu peduli daerah lain, kok nggak peduli daerah sendiri?’ dari situ saya mulai tertarik mencari lembaga atau yayasan yang bergerak di bidang sosial pendidikan.” tutur pemuda yang berdomisili di Tlogosari, Semarang ini.

Praktik penyaringan air yang dilakukan relawan untuk mengedukasi anak-anak perbedaan air ketika ada hutan dan tidak ada hutan. (Indonesia Mengajar)

Lebih lanjut, Zihni menceritakan mengenai pengalamannya selama menjadi relawan pengajar. Ada satu pengalaman yang membekas di ingatannya. Menjelang kepulangannya ke Jawa, Zihni mengaku nggak tega melihat anak-anak didiknya menangis. Dia juga mengungkapkan rasa bangganya saat mengetahui 10 dari 11 anak didiknya di Sangihe mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Sekarang mereka sudah kelas tiga SMP,” tambah Zihni.

Beda Zihni beda pula Rizka Amalia. Terjunnya dara berusia 24 tahun ini ke dalam Komunitas Satoe Atap bermula dari keisengan Rizka untuk mengisi waktu setelah dirinya lulus kuliah. Saking asyiknya, Rizka bahkan masih menggeluti kegiatan sosial itu hingga sekarang.

“Memang pada dasarnya saya suka anak-anak. Sebelum bergabung dengan Satoe Atap Agustus 2016 lalu, saya juga suka mengajar anak-anak di sekitar rumah, bantu mereka bikin tugas sekolah secara gratis,” tutur Rizka.

Lantaran nggak ada guru agama, relawan Indonesia Mengajar memiliki satu "agenda khusus" mengajari salat 40 persen siswa beragama Islam di tempat mereka mengajar. (Indonesia Mengajar)

Selama mengajar di komunitasnya, Rizka mengaku prihatin dengan maraknya konten kurang mendidik yang beredar di media sosial dan televisi. Dia sempat melihat anak-anak didiknya menonton beberapa tokoh publik yang menurutnya justru memberi contoh yang buruk.

“Tokoh-tokoh publik itu secara nggak langsung mempengaruhi anak-anak bicara yang kurang pantas. Mereka membuat konten yang kurang mendidik. Saya miris, tapi juga mau gimana lagi, lingkungan anak-anak (anak jalanan) sudah seperti itu. Orang tua mereka di rumah pun mungkin membiasakan,” lanjut perempuan yang bekerja di Ekspedisi Muatan Kapal Laut Marina tersebut.

Di peringatan Hari Anak Nasional ini, Rizka berharap orang tua lebih memberikan perhatian terhadap anak-anak mereka supaya mereka nggak terpengaruh konten-konten negatif.

“Selain kami yang menjadi relawan, keluarga adalah faktor terpenting gimana anak berkembang. Jadi, orang tua sebaiknya juga mengawasi anak-anak mereka saat menggunakan gawai,” pungkas Rizka.

Ya, pada akhirnya keluargalah yang membentuk kepribadian seorang anak ya, Millens. Semoga di Hari Anak Nasional ini, anak-anak Indonesia bisa berkembang ke arah positif dan semakin banyak yang mencetak prestasi. (Artika Sari/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: