BerandaHits
Jumat, 31 Okt 2024 15:40

Sekolah Pilih 'Lockdown' karena Siswa Gondongan, Mengapa Penyakit Ini Kembali Mewabah?

Gondongan mewabah lagi dan bikin sejumlah sekolah lockdown. (Merdeka)

Sempat jarang ditemukan dalam beberapa tahun belakangan, gondongan mewabah lagi di kalangan anak-anak sekolah. Apa penyebabnya, ya?

Inibaru.id – Coba cek anak-anak di sekitarmu. Pasti ada yang terkena gondongan alias mumps dan akhirnya nggak berangkat sekolah untuk sementara waktu. Ternyata, fenomena anak terkena gondongan ini lagi merebak di Indonesia. Kepikiran nggak mengapa gondongan mewabah lagi setelah beberapa tahun belakangan jarang ditemui?

Di SMP Negeri 8 Tangerang Selatan, Banten, saking banyaknya siswa yang terkena gondongan dan cacar air, sekolah tersebut sampai menerapkan belajar di rumah selama 2 pekan sampai hari ini, Kamis (31/10/2024). Sementara itu di Yogyakarta, sejak awal tahun, terdapat 169 kasus gondongan yang sebagian besar dialami anak-anak SD.

Kok bsia sih penyakit yang dipicu oleh infeksi virus paramyxovirus ini bikin orang tertular dengan sangat cepat? Terkait hal ini, Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu punya jawabannya, Millens.

“Penyakit ini sangat mudah menular, khususnya di lingkungan sekolah lewat percikan air liur atau kontak dengan benda yang terkontaminasi,” ucap Endang sebagaimana dinukil dari Kompas, Kamis (31/10/2024).

Lantas, apakah sebenarnya penyakit gondongan yang bikin leher atau rahang membengkak dan bikin gejala lain seperti demam, sakit saat menelan, nyeri otot, dan sakit kepala ini nggak bisa dicegah? Sebenarnya sih bisa. Yaitu dengan vaksinasi measles, mumps, dan rubella (MMR) yang sudah masuk program vaksinasi yang diberikan ke anak.

Sejumlah sekolah memutuskan lockdown gara-gara kasus gondongan mewabah lagi. (Jombangbanget)

Kalau memang sudah banyak anak mendapatkan vaksinasi MMR, kok tetap saja gondongan mewabah? Hal ini disebabkan oleh cakupan vaksinasi ini di lingkup masyarakat yang nggak sampai 90 persen.

“Seharusnya untuk mumps ini kan di atas 90-95 persen. Ini malah cakupannya turun 90 persen. Dampaknya, banyak individu yang rentan tertular,” ucap epidemiolog Dicky Budiman dari Griffith University Australia, Kamis (31/10).

Lebih dari itu, vaksin MMR sendiri sebenarnya nggak serta-merta membuat seseorang nggak lagi terkena gondongan. Tingkat keefektivitasannya hanya 88 persen setelah 2 dosis. Celah 12 persen itulah yang bisa bikin seseorang yang sudah divaksinasi kembali terinfeksi.

Selain itu, setelah beberapa tahun, tingkat kekebalan vaksin MMR terhadap virus ini cenderung berkurang. Nggak heran jika banyak anak sekolah yang kena penyakit ini meski sudah pernah divaksin.

Yang pasti, keputusan sejumlah sekolah untuk memberlakukan lockdown alias meminta siswa belajar di rumah saja saat banyak anak terkena gondongan bisa dianggap sebagai langkah yang bijak. Apalagi, penyakit ini cenderung mudah menular.

“Iya, belajar di rumah langkah tepat untuk memutus mata rantai penularan. Anak-anak kan rentan dan masih berkembang ya sistem imunnya. Jadi lockdown sementara, seminggu itu cukup memadai,” pungkas Dicky.

Nggak disangka ya di zaman sekarang, gondongan mewabah lagi. Semoga saja masalah ini bisa segera teratasi, ya, Millens. (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

20 Agu 2026

Sinewara, Bioskop BUMN Besutan PFN Siap Meluncur 2027

21 Agu 2026

Garuda Indonesia Uji Internet Cepat di Udara, Video Call dari Ketinggian 30 Ribu Kaki

22 Agu 2026

Mulai 1 Oktober, Semua Merchant Bisa Nikmati Transaksi QRIS Bebas Biaya

24 Agu 2026

Mengenal Sekaten, Tradisi Maulid Nabi Warisan Dakwah Wali Songo

25 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: