BerandaHits
Minggu, 7 Des 2024 09:13

Perlukah Ada Sertifikasi Juru Dakwah demi Nilai Agama Tetap Terjaga?

Ilustrasi: Paham keagamaan Islam, ⁠paham dasar negara dan hubungannya dengan Islam; dan ⁠metode dakwah yang konstruktif adalah syarat menjadi pendakwah. (Jawapos/Aris Imam Masyhudi)

Agar nggak ada lagi kejadian seorang pendakwah melakukan akhlak yang nggak terpuji, beberapa pihak mengusulkan agar Kementerian Agama mengadakan sertifikasi juru dakwah.

Inibaru.id - Meski telah menyatakan mengajukan pengunduran diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, polemik tentang Miftah Maulana Habiburrahman nggak berhenti bergulir. Aksinya yang mengolok-olok pedagang es teh di sebuah tabligh akbar itu memantik wacana baru tentang perlunya sertifikasi juru dakwah.

Anggota Komisi VII Maman Imanul Haq mendorong Kementerian Agama mengadakan sertifikasi dakwah. Menurutnya, hal ini dilakukan agar para pendakwah nggak keluar dari nilai-nilai agama dalam dakwahnya.

"Kasus penghinaan yang terjadi kepada tukang es oleh juru dakwah itu harus menjadi pembelajaran bagi kita. Kementerian Agama perlu melakukan sertifikasi juru dakwah," katanya pada Rabu (4/12/2024).

Politikus PKB itu menegaskan, Kementerian Agama adalah lembaga yang tepat untuk mengawasi para juru dakwah.

"Perlu ada kontrol yang baik dari masyarakat itu sendiri, termasuk juga dari Kementerian Agama di daerah terkait dan teguran bagi yang melanggar etika, melanggar tata kesopanan publik, dan melanggar keadaban publik," paparnya.

Tiga Syarat Pendakwah

Selaras dengan harapan Maman, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis menyebut perlu adanya sertifikasi paling nggak untuk pendakwah di tempat-tempat resmi atau siaran langsung.

"Ya, saya setuju (sertifikasi pendakwah), minimal untuk acara-acara resmi dan tempat-tempat resmi pemerintahan dan di penyiaran umum, seperti televisi,” kata Cholil Nafis, dikutip dari Kumparan, Jumat (6/12).

Walau begitu, Cholil menyadari sulit untuk melakukan sertifikasi terhadap pendakwah di seluruh Indonesia. Sebab, lebih banyak acara keagamaan yang digelar swadaya oleh warga.

Menurut Cholil, nggak sembarang orang bisa jadi pendakwah. Senggaknya seseorang harus memiliki tiga syarat jika ingin menjadi pendakwah.

“Ada tiga hal yang harus terpenuhi: paham keagamaan Islam; ⁠memahami dasar negara dan hubungannya dengan Islam; dan ⁠metode dakwah yang konstruktif,” ucap dia.

Sertifikasi Munculkan Masalah Baru

Anggota Komisi VII Maman Imanul Haq mendorong Kementerian Agama mengadakan sertifikasi dakwah. (Istimewa)

Pendapat sedikit berbeda muncul dari Ketua Dewan Penasihat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Idrus Marham. Dia menilai usulan sertifikasi untuk pendakwah atau juru dakwah terlalu formalistik dan berlebihan. Sertifikasi pendakwah justru bisa menimbulkan masalah baru nantinya.

Persoalan yang mungkin muncul misalnya sertifikasi itu dijadikan alat untuk menekan. Contohnya, kalau ada pendakwah yang nggak mau nurut, nggak akan diberi sertifikat. Dia juga khawatir kebijakan itu juga bisa menimbulkan masalah sosial dan masalah keagamaan.

Idrus menegaskan, berdakwah bukan sekadar tugas formal semata, tetapi merupakan panggilan keagamaan yang membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab serius dari pendakwah. Selain itu, kata dia, perlu ada tanggung jawab kolektif dari jemaah.

"Lebih baik kita mengambil bagaimana tugas dakwah itu adalah sebuah tugas yang suci dan karena itu, harus dilakukan dengan suci, dengan hikmah. Nah kalau untuk dapati kemudahan suci, maka yang harus dibangun adalah kesadaran kolektif," imbuhnya.

Hm, baik yang setuju maupun nggak, sama-sama memiliki niat yang baik, yaitu menjadikan kegiatan dakwah murni sebagai wadah mencari ilmu agama tanpa terdistraksi oleh apapun. Kalau kamu tim mana, Millens? (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Seperti Apa ya Suasana Idulfitri di Suriname?

21 Mar 2026

Uniknya Makam Mbah Kuwu di Kebumen yang Full Kayu!

21 Mar 2026

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta: Wujud Syukur dan Sedekah Raja untuk Rakyat

21 Mar 2026

Sering Ketindihan? Itu Tanda Tubuh yang Sedang 'Lag'!

21 Mar 2026

Seni, Tradisi, dan Ekspresi Keislaman di Festival Takjil Piji Wetan

22 Mar 2026

Menikmati Kesejukan Kebun Teh Sikatok di Wonosobo

22 Mar 2026

Ternyata, Kangkung Nggak Pernah Ada di Menu bagi Pasien Rumah Sakit

22 Mar 2026

Michael Spence, Teori Sinyal, dan Proses Rekrutmen di Perusahaan Modern

22 Mar 2026

Libur Lebaran, Jutaan Wisatawan Diprediksi Serbu Destinasi Wisata di Jateng

22 Mar 2026

Tester Makeup di Toko Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Virus

22 Mar 2026

7 Masjid Unik dan Bersejarah di Semarang; Dari 'Kapal Nabi Nuh' Sampai Menara Khas Melayu

22 Mar 2026

Mengapa di Label Informasi Gizi Makanan Ada Tulisan yang Dicetak Tebal?

23 Mar 2026

Segarnya Pemandangan Alam Air Terjun Kembang Soka di Kulon Progo, DIY

23 Mar 2026

Induced Demand dan Paradoks Pembangunan Jalan di Wilayah Urban

23 Mar 2026

Halalbihalal: Tradisi Pemersatu Bangsa yang Lahir dari Diplomasi Politik dan Seruan Pedagang Martabak

23 Mar 2026

Panci Presto Disulap Jadi Alat Sterilisasi Pangan, Solusi Murah buat UMKM Naik Kelas

23 Mar 2026

Menu Kuliner Nusantara saat Halalbihalal di Semarang, Ini Rekomendasinya!

24 Mar 2026

Cantiknya Pemandangan Alam Lembah Manah di Sluke, Kabupaten Rembang

24 Mar 2026

Hangat dan Sederhana; Berlebaran dengan Harira di Maroko

24 Mar 2026

Dehidrasi Bisa Bikin Mood Berantakan dan Otak Lemot

24 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: