BerandaHits
Senin, 1 Des 2019 08:14

Pengidap HIV AIDS di Jepara Membludak, Kenapa?

Jepara menduduki peringkat satu kabupaten dengan angka pengidap HIV/AIDS tertinggi di Jawa Tengah. (Inibaru.id/ Pranoto)

Salah satu faktor yang membuat Kabupaten Jepara menempati posisi teratas daerah dengan kasus HIV/AIDS terbanyak di Jawa Tengah adalah meningkatnya perilaku LSL (lelaki suka lelaki).

Inibaru.id - Kabupaten Jepara menempati rangking pertama jumlah kasus pengidap HIV AIDS di Provinsi Jawa Tengah. Lalu, mengapa bisa demikian? Benarkah pola pergaulan begitu bebas hingga berdampak pada penyebaran virus itu?

Untuk menjawab pertanyaan itu, inibaru.id menemui M. Fakhrudin, sekretaris Komisi Penanggulangan HIV AIDS Jepara, Kamis (28/11). Dia membeberkan beberapa fakta mencengangkan terkait penularan Human Immunodeficiency Virus - Acquired Immunodeficiency Sindrome.

"Jumlah kumulatif dari tahun 1997 sampai 2019 adalah 1.135 temuan. Itu ada yang baru tahap HIV dan sudah dalam tahap AIDS. Nah kalau dilihat dari angka itu, Jepara rangking satu se-Jawa Tengah," kata dia.

M. Fakhrudin, sekretaris Komisi Penanggulangan HIV AIDS Jepara. (Inibaru.id/ Pranoto)

Menurutnya, setiap tahun, selalu terjadi peningkatan temuan kasus baru. Pada 2016 ditemukan 116 kasus, 2017 ada 149 kasus, dan tahun 2018 sebanyak 169 kasus baru. Tahun ini, sampai bulan Agustus sudah ada 96 pengidap HIV AIDS baru ditemukan.

"Ada banyak faktor. Fenomena LSL atau lelaki suka lelaki, penjaja seks online, ibu rumah tangga yang nyambi, adapula faktor orang kerja di luar kota, kemudian LDR (Long Distance Relationship)," kata Fakhrudin.

Menurutnya, mereka yang sedang LDR berpotensi melakukan hubungan seks nggak aman. Nah setelah pulang, karena nggak tahu sudah terinfeksi, dia berhubungan dengan pasangannya. Fakhrudin memperkirakan jumlah temuan baru akan lebih di atas 100 kasus tahun ini.

Terkait fenomena LSL, Fakhrudin memberikan perhatian khusus. Lantaran, penularan dari kaum ini boleh dibilang meningkat.

Perilaku homoseksual antarpria turut menjadi penyebab tingginya angka AIDS di Jepara. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Pada Agustus 2019, tercatat ada 27 orang LSL yang terjangkit HIV AIDS. Jumlah ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya 23 kasus pengidap HIV dari kalangan homoseksual. Jumlah tersebut hanya terpaut dua angka, pada tahun 2017 yakni 29 kasus.

Fakhrudin menyebut penyimpangan orientasi seksual LSL dikelompokan menjadi tiga katagori. Pertama, orang yang secara genetik mengalami kelainan, faktor ekonomi, dan histori kekerasan seksual. Di Jepara, dia menyatakan jumlah LSL lebih dari puluhan orang.

Menurutnya, LSL nggak bisa didefinisikan secara fisik. Lantaran, mereka mempunyai kehidupan normal. Mereka bekerja, bersekolah bahkan berkeluarga. Namun yang membedakannya hanya orientasi seksualnya.

"Fenomena itu ada di Jepara, nyata adanya. Banyak. Dari jumlah temuan sudah tergambar," kata dia tanpa menyebutkan jumlah pasti LSL di Jepara.

Selain faktor di atas, banyak pula kasus HIV/AIDS yang menjangkiti remaja usia sekolah dan usia produktif. Data dari KPA Jepara, hingga Agustus 2019 sudah ada 10 orang di rentang usia 16-25 tahun terjangkit virus itu. Sementara, pada rentang usia 26-40 tahun ada 77 pengidap. Banyak ya, Millens.

"Faktornya (penularan HIV AIDS pada remaja) bisa bermacam-macam. Pertama, remaja itu tertular sejak bayi. Namun, karena gizi dan perawatan kesehatannya bagus tanda penularannya baru terdeteksi pada saat dia remaja," papar Fakhrudin.

Namun, bisa juga karena melakukan seks yang nggak sehat. Selain itu kelompok umur yang sudah bekerja, juga rentan. Mereka sudah punya penghasilan lalu mereka "jajan" sembarangan. Lebih jauh, Fakhrudin menyebut Ibu Rumah Tangga (IRT) juga rentan terpapar virus tersebut. Kebanyakan, mereka terkena dari suami yang "jajan" di luar.

"Mereka (IRT) tidak tahu apa-apa, tapi karena suami sudah terkena dari luar, tapi tak tahu sudah terinfeksi, mereka berhubungan tanpa pengaman. Dari situlah, kemudian, ibu rumah tangga tertular," pungkasnya.

Duh, miris ya kalau kasus ini nggak ditangani serius. (Pranoto/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: