BerandaHits
Senin, 22 Agu 2021 18:15

Mitos Seputar Wijayakusuma, Bunga Cantik yang Mekar pada Malam Hari

Wijaya kusuma mekar pada malam hari. (Pixabay/Public Domain Pictures via Kompas)

Di tengah kegelapan malam, wijayakusuma yang putih bersih menunjukkan pesonanya. Bukan cuma cantik, bunga ini juga dikelilingi mitos.

Inibaru.id – Wijayakusuma memiliki kelopak bunga berukuran besar. Ketika mekar, bunga ini sangat cantik dan harum. Tanaman hias ini mekar pada malam hari, Millens. Selain kecantikannya yang bisa dikagumi, mitos di sekitar bunga ini juga menarik untuk diulik.

Sebelum membahas mitosnya, kenalan dulu yuk dengan bunga yang satu ini. Wijayakusuma (Epiphyllum oxypetalum) adalah bunga kaktus yang berasal dari Meksiko. Tanaman hias ini bersifat epifit. Artinya, ia tumbuh di permukaan tanaman lain.

Tap, epifit nggak sama dengan parasit. Epifit artinya tanaman mendapatkan nutrisi dari kelembaban lingkungan di sekitar seperti udara dan air hujan. Jadi, bukan “ngembat” nutrisi dari tanaman lain sebagaimana tumbuhan parasit ya.

O ya, kalau kamu perhatikan, struktur daun wijayakusuma juga nggak kalah menarik. teksturnya tebal, keras, dan berbentuk zigzag.

Bunga ini bakal menunjukkan keanggunannya pada malam hari, sementara pada siang hari, kelopak bunga menutup. Nggak heran jika bunga menawan ini dijuluki “Queen of the Night”.

Cara Merawat Bunga Wijaya Kusuma

Wijayakusuma hanya mekar beberapa jam. (Flonimal via Juraganhobi)

Kalau kamu tertarik menanam wijayakusuma, coba deh luangkan waktu untuk membaca tips berikut ini. Meski nggak punya lahan di halaman, kamu bisa menanamnya di dalam ruangan. Syaratnya, taruh di tempat terang namun terlindung dari sinar matahari langsung.

Tanaman ini memang tergolong kaktus, tapi nggak bisa hidup di lingkungan yang suhu udaranya di atas 38 derajat celsius. Suhu yang paling baik untuk wijayakusuma di antara 10-32 derajat Celcius.

Nggak seperti kaktus lainnya yang nggak membutuhkan banyak air, kelembaban tanah justru jadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam merawat bunga wijayakusuma. Di habitat asalnya, wijayakusuma tumbuh di hutan hujan yang lembab dan basah. Nggak sama kan dengan kebanyakan kaktus yang hidup di gurun?

Jadi, jangan sampai kamu lupa menyiramnya ya.

Mitos Bunga Wijaya Kusuma

Nah, ini bagian yang paling asyik untuk dibahas; mitos. Eh, tahu nggak kalau dalam mitologi Jawa, wijayakusuma dianggap sebagai tanaman sakti yang bisa menghidupkan seseorang yang telah meninggal dunia?

Bukan cuma itu, wijayakusuma bahkan menjadi syarat bagi seorang raja yang akan naik takhta, yang dipercaya di kalangan keraton di Yogyakarta dan Solo. Bunga ini dipercaya sebagai pusaka Raja Dwarawati, Prabu Kresna, yang merupakan titisan Batara Wisnu, sang pelestari alam.

Kira-kira apa saja mitos di sekitar bunga ini?

1. Bawa Hoki

Mitos yang paling lekat dengan wijayakusuma adalah sifatnya yang membawa hoki. Konon, kalau kamu melihat bunga ini mekar di malam hari, bakal dapat hoki.

Mitos ini muncul dari nama bunga itu. Dalam bahasa Jawa, 'wijaya' bermakna 'kemenangan', sementara 'kusuma' berarti 'tegak'.

2. Bunga Penting di Kalangan Kerajaan

Seperti yang sudah disinggung di atas, wijayakusuma identik dengan tanaman kerajaan. Konon, di zaman dahulu kala, bunga ini menjadi favorit petinggi-petinggi kerajaan. Bunga yang memiliki kelopak anggun ini tergolong langka sehingga hanya dimiliki orang-orang mampu.

Dulu, para pengawal sampai harus bepergian jauh untuk memetik bunga wijayakusuma. Katanya sih, istana yang mempunyai bunga ini bakal menjadi kerajaan yang makmur.

3. Bukan berasal dari Indonesia

Banyak orang beranggapan jika bunga ini asli Indonesia. Tapi kenyataannya, bunga ini asalnya dari Meksiko. Dulu, bunga ini dibawa ke Indonesia oleh para pedagang Tiongkok yang masuk melalui jalur laut di masa Kerajaan Majapahit.

Walaupun sejarah masuknya wijayakusuma ke Indonesia belum tentu benar, tapi yang jelas bunga ini bisa bikin rumah jadi elegan di malam hari.

Betewe, kamu tertarik menanam bunga ini, Millens? (CNN/IB21/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: